Cara Bersikap Kepada Umat Yahudi dan Nasrani Sesuai Tuntunan Al-Qur’an

- Redaksi

Monday, 9 September 2024 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara Bersikap kepada Umat Yahudi dan Nasrani sesuai Tuntunan Al-Qur'an.Doc.lst

Cara Bersikap kepada Umat Yahudi dan Nasrani sesuai Tuntunan Al-Qur'an.Doc.lst

SwaraWarta.co.id– Prof. Dr. Quraish Shihab menjelaskan bahwa tidak semua Ahl al-Kitab memiliki sikap yang sama. Oleh karena itu, Al-Qur’an memberikan pendekatan yang berbeda terhadap mereka, sesuai dengan sikap mereka masing-masing.

Dalam bukunya yang berjudul “Wawasan al-Quran, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat“, Quraish Shihab menguraikan bahwa banyak ayat yang menggunakan istilah Ahl al-Kitab menunjukkan adanya pendekatan yang ramah dan bersahabat, meskipun Al-Qur’an juga mengakui adanya perbedaan keyakinan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai contoh, dalam firman Allah, “Janganlah kamu berdebat dengan Ahl al-Kitab kecuali dengan cara yang paling baik, kecuali terhadap orang-orang yang zalim di antara mereka” (QS Al-‘Ankabut [29]: 46).

Baca Juga :  Doa Tolak Bala: Bacaan dan Maknanya untuk Menjaga Diri dari Bahaya

Beberapa kitab tafsir dan catatan kaki Al-Qur’an menjelaskan bahwa “orang-orang zalim” dalam ayat tersebut adalah mereka yang, setelah diberikan penjelasan yang baik, masih terus membantah, menolak, dan menunjukkan permusuhan.

Kaum Muslim pada dasarnya menginginkan adanya kata sepakat dari semua pihak, termasuk Ahl al-Kitab. Jika hal ini tidak tercapai, maka diharapkan mereka tidak mengganggu atau menghalangi kaum Muslim dalam menjalankan ibadah mereka. Dalam konteks ini, Al-Qur’an memerintahkan Nabi Muhammad SAW :

“Hai Ahl Al-Kitab, marilah kepada satu kata sepakat antara kita yang tidak ada perselisihan di antara kami dan kamu, yakni bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah, dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun, dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah (kepada mereka), ‘Saksikanlah (akuilah) bahwa kami adalah orang-orang Muslim (yang menyerahkan diri kepada Allah)”

Baca Juga :  BPOM Cabut Izin Edar 8 Produk Kosmetik yang Diklaim Meningkatkan Stamina Pria

(QS Ali ‘Imran [3]: 64).

 

Kata “Sebagian mereka,” Quraish Shihab mengingatkan, karena dalam Al-Qur’an juga menggarisbawahi bahwa:

“Dan sesungguhnya di antara Ahl Al-Kitab ada orang yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, dan apa yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya” ( QS Ali ‘Imran [3] : 199).

Quraish Shihab mencatat bahwa banyak dari Ahl al-Kitab yang akhirnya dengan tulus memeluk Islam, salah satunya adalah Abdullah bin Salam. Dalam tafsirnya, Al-Qurthubi mengisahkan bahwa ketika turun firman Allah,

Baca Juga :  Lowongan Supply Chain Manager Alfamart Bandung Terbaru 2024

“Orang-orang yang Kami berikan Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenalnya (Muhammad SAW) seperti mereka mengenal anak-anak mereka” (QS Al-Baqarah [2]: 146)

Umar bin Khattab bertanya kepada Abdullah bin Salam “Apakah engkau mengenal Muhammad sebagaimana engkau mengenal anakmu?” Abdullah menjawab, “Ya, bahkan lebih. ( Malaikat ) yang terpercaya turun dari langit kepada manusia yang terpercaya di bumi, menjelaskan sifat (cirinya), maka kukenal dia; (sedang anakku) aku tidak tahu apa yang telah dilakukan ibunya.”

Penulis : Vahira Mona Luthfita, Jurnalis Magang

Berita Terkait

Bagaimana Tindakan Anda Jika Ketika Menghadapi Kesulitan dalam Menjalankan Cita-cita atau Keinginan Ada?
Jelaskan Pentingnya Bermazhab dalam Fiqih? Berikut ini Pembahasannya!
Gelar Sarjana Bukan Lagi Tiket Emas: Mengapa Perusahaan Mulai Meninggalkan Syarat Ijazah!
Bagaimana Hubungan Antara Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Berakal dan Bermoral dengan Martabat Serta Tanggung Jawab yang Dimilikinya?
TEMBOK PEMBAWA SENGKETA Rahmat Hidayat Adalah Seorang Pegawai Swasta Yang Tinggal Bersama Keluarganya Di Sebuah Rumah Sederhana Di Kota Makassar
ADOPSI Mobil Listrik Di Indonesia Disebut Lebih Lambat Dari Global Lembaga Riset Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia Merilis Indonesia Electric
PT MINERAL NUSANTARA Memperoleh Sebidang Tanah Pertambangan Tembaga Dengan Biaya Perolehan Sebesar Rp4.000.000.000 Yang Diperkirakan Memiliki
ANDA Ditawari Dua Pilihan: Menerima Rp10 Juta Sekarang Atau Rp12 Juta Dua Tahun Lagi, Jika Tingkat Diskonto Yang Anda Gunakan Adalah 10% Per Tahun

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 10:38 WIB

Bagaimana Tindakan Anda Jika Ketika Menghadapi Kesulitan dalam Menjalankan Cita-cita atau Keinginan Ada?

Sunday, 26 April 2026 - 10:22 WIB

Jelaskan Pentingnya Bermazhab dalam Fiqih? Berikut ini Pembahasannya!

Sunday, 26 April 2026 - 06:35 WIB

Gelar Sarjana Bukan Lagi Tiket Emas: Mengapa Perusahaan Mulai Meninggalkan Syarat Ijazah!

Saturday, 25 April 2026 - 16:17 WIB

Bagaimana Hubungan Antara Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Berakal dan Bermoral dengan Martabat Serta Tanggung Jawab yang Dimilikinya?

Saturday, 25 April 2026 - 09:53 WIB

TEMBOK PEMBAWA SENGKETA Rahmat Hidayat Adalah Seorang Pegawai Swasta Yang Tinggal Bersama Keluarganya Di Sebuah Rumah Sederhana Di Kota Makassar

Berita Terbaru