Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

- Redaksi

Friday, 6 September 2024 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

 

SwaraWarta.co.id – Disebutkan bahwa Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk atau PPAPP DKI Jakarta telah mengambil langkah untuk memberikan pendampingan psikologis kepada anak korban penganiayaan yang berujung pada tewasnya seorang istri, FF, oleh suaminya, AS.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Sepat RT 08/02, Kecamatan Pasar Minggu, Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan.

Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary, menyatakan pada Jumat bahwa pihaknya telah memastikan pendampingan psikologis untuk keluarga korban,

terutama bagi anak yang berusia tiga tahun dan menjadi saksi langsung dari kejadian tersebut.

Saat ini, anak tersebut berada di bawah pengasuhan keluarga neneknya.

Baca Juga :  Seorang Mayat Pria di Jombang Berhasil Ditemukan, Dugaan Awal Korban Pembunuhan

Miftahulloh menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian tersebut dan berharap agar keluarga korban diberi kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

Dinas PPAPP DKI Jakarta Dampingi Psikologis Anak Korban KDRT Pasar Minggu

Lebih lanjut, Miftahulloh menegaskan bahwa tim dari layanan PPAPP telah memulai proses penanganan dan pendampingan kepada anak korban sejak informasi pertama kali diperoleh dari Puskesmas Pasar Minggu.

Menurutnya, asesmen awal kepada keluarga korban telah dilakukan pada Rabu, 4 September 2024, sebagai upaya untuk memberikan bantuan yang cepat dan tepat.

Tim Layanan PPPA yang terdiri dari berbagai ahli, seperti psikolog, tenaga hukum, dan pendamping korban, kini bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan proses hukum terhadap kasus tersebut berjalan hingga tuntas.

Dukungan psikologis dan hukum ini diharapkan mampu memberikan perlindungan maksimal kepada korban dan keluarganya.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Penyelundupan 200 Karung Pupuk Subsidi di Paiton, Sopir Ditangkap

Dinas PPAPP juga mengajak masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta berperan aktif dalam melaporkan setiap bentuk kekerasan, baik itu fisik, psikis, maupun seksual, yang mereka lihat, dengar, atau alami.

Masyarakat diimbau untuk tidak takut melaporkan kasus-kasus semacam ini agar pihak berwenang bisa segera memberikan pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan.

Mochamad Miftahulloh menekankan bahwa laporan mengenai kasus kekerasan bisa dilakukan kapan saja, dan pihak PPAPP akan merespons laporan masyarakat dengan segera.

Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan hotline yang tersedia 24 jam di nomor 081317617622.

Kejadian tragis ini bermula pada Rabu, 4 September 2024, sekitar pukul 00.05 WIB, ketika AS melakukan penganiayaan terhadap istrinya, FF, di rumah mereka yang berada di kawasan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4

Kasus ini baru dilaporkan ke pihak kepolisian pada pukul 05.23 WIB di hari yang sama.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, pihak kepolisian juga memberikan layanan trauma healing kepada anak korban.

Langkah ini diambil untuk membantu menstabilkan kondisi emosional anak, yang mengalami trauma akibat menyaksikan langsung tindakan kekerasan tersebut.

Trauma healing ini penting dilakukan guna mencegah dampak psikologis jangka panjang pada anak, termasuk perubahan perilaku atau gangguan emosional.

Pemerintah berharap kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya melaporkan tindakan kekerasan domestik.

Dengan adanya pelaporan yang cepat, pihak berwenang dapat bergerak lebih cepat untuk memberikan perlindungan kepada korban dan mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.***

Berita Terkait

Desil 6 Apakah Bisa Dapat KJP? Ini Penjelasan Terbaru 2026
Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Panas Dikritik: Solusi Praktis atau Memicu Main Hakim Sendiri?
Berapa Passing Grade PPPK Sekolah Rakyat? Yuk Cari Tahu Informasinya Disini!
Apakah Blippi Masih Hidup? Ini Faktanya!
Cara Cek DTKS Online Terbaru 2026: Intip Nama Kamu di Daftar Penerima Bansos!
3 Alasan Utama Nanik S. Deyang Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
Kapan Pelunasan Haji 2027 Dimulai? Berikut ini Perkiraan Jadwal Terbarunya!
VIRAL! Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta: Cek Aturan Barunya!

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 15:53 WIB

Desil 6 Apakah Bisa Dapat KJP? Ini Penjelasan Terbaru 2026

Sunday, 26 July 2026 - 14:22 WIB

Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi Panas Dikritik: Solusi Praktis atau Memicu Main Hakim Sendiri?

Saturday, 25 July 2026 - 10:55 WIB

Berapa Passing Grade PPPK Sekolah Rakyat? Yuk Cari Tahu Informasinya Disini!

Saturday, 25 July 2026 - 10:44 WIB

Apakah Blippi Masih Hidup? Ini Faktanya!

Saturday, 25 July 2026 - 06:32 WIB

Cara Cek DTKS Online Terbaru 2026: Intip Nama Kamu di Daftar Penerima Bansos!

Berita Terbaru