Mengenal Apa Itu Istidraj? Kenikmatan Dibalut Siksaan

- Redaksi

Wednesday, 11 September 2024 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SwaraWarta.co.id – Mengenal apa itu istidraj? Istidraj adalah sebuah konsep dalam Islam yang sering kali diabaikan namun sangat penting untuk dipahami.

Secara sederhana, istidraj merupakan pemberian nikmat oleh Allah kepada seseorang yang terus-menerus berbuat maksiat atau menjauh dari-Nya, namun tidak disertai dengan kebaikan spiritual atau keberkahan.

Istidraj bukanlah tanda ridha atau kasih sayang dari Allah, melainkan sebuah ujian yang bertujuan untuk menjerumuskan seseorang ke dalam keburukan lebih dalam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengertian Istidraj dalam Islam

Dalam bahasa Arab, “istidraj” berarti peningkatan bertahap. Dalam konteks keagamaan, ini mengacu pada proses di mana seseorang mendapatkan nikmat yang berlimpah meskipun hidup dalam dosa dan pelanggaran.

Baca Juga :  Setelah Saudara Membaca Materi Mengenai Pembentukan dan Kekosongan Hukum

Istidraj tidak selalu terlihat negatif, karena orang yang mengalami istidraj sering kali merasa seolah-olah hidup mereka sangat diberkati. Mereka mungkin mendapatkan kekayaan, kekuasaan, atau kesuksesan yang berlimpah.

Namun, hal ini sebenarnya adalah bentuk ujian yang sangat berbahaya karena nikmat tersebut diberikan tanpa adanya keberkahan atau petunjuk dari Allah.

Ciri-ciri Istidraj

Salah satu tanda utama dari istidraj adalah ketika seseorang terus menerima nikmat duniawi meskipun ia terus-menerus melakukan dosa dan maksiat.

Mereka merasa aman dan bahkan lebih percaya diri untuk melanjutkan perbuatan buruk tersebut karena merasa seolah-olah Allah tidak menghukum mereka.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membuka semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An’am: 44).

Baca Juga :  BAGAIMANA Teknik Pengambilan Keputusan Kelompok Yang Efektif Dapat Diterapkan Dalam Suatu Organisasi Untuk Memastikan Hasil Yang Optimal

Bahaya Istidraj

Bahaya utama dari istidraj adalah ilusi kebahagiaan dan keberhasilan yang menyesatkan. Orang yang terkena istidraj mungkin merasa aman dari hukuman Allah dan terus melakukan maksiat tanpa sadar bahwa nikmat yang mereka terima hanyalah sebuah jebakan.

Pada akhirnya, ketika mereka merasa paling aman, hukuman Allah dapat datang secara tiba-tiba.

Istidraj juga bisa membuat seseorang menjadi sombong dan merasa tidak membutuhkan Allah dalam hidupnya. Hal ini dapat membuat hati seseorang semakin keras dan jauh dari kebenaran.

Sehungga, Istidraj adalah fenomena yang menakutkan karena tampak sebagai berkah, tetapi sebenarnya adalah bentuk peringatan dari Allah. Sebagai umat Muslim, penting untuk selalu introspeksi diri dan memastikan bahwa nikmat yang kita terima diiringi dengan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah. Jangan sampai terlena dengan kenikmatan duniawi yang justru menyesatkan kita dari jalan yang benar.

Baca Juga :  Apa yang Terjadi Jika Kita Lebih Banyak Membeli Barang dari Luar Negeri?

 

Berita Terkait

Bagaimana Tindakan Anda Jika Ketika Menghadapi Kesulitan dalam Menjalankan Cita-cita atau Keinginan Ada?
Jelaskan Pentingnya Bermazhab dalam Fiqih? Berikut ini Pembahasannya!
Gelar Sarjana Bukan Lagi Tiket Emas: Mengapa Perusahaan Mulai Meninggalkan Syarat Ijazah!
Bagaimana Hubungan Antara Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Berakal dan Bermoral dengan Martabat Serta Tanggung Jawab yang Dimilikinya?
TEMBOK PEMBAWA SENGKETA Rahmat Hidayat Adalah Seorang Pegawai Swasta Yang Tinggal Bersama Keluarganya Di Sebuah Rumah Sederhana Di Kota Makassar
ADOPSI Mobil Listrik Di Indonesia Disebut Lebih Lambat Dari Global Lembaga Riset Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia Merilis Indonesia Electric
PT MINERAL NUSANTARA Memperoleh Sebidang Tanah Pertambangan Tembaga Dengan Biaya Perolehan Sebesar Rp4.000.000.000 Yang Diperkirakan Memiliki
ANDA Ditawari Dua Pilihan: Menerima Rp10 Juta Sekarang Atau Rp12 Juta Dua Tahun Lagi, Jika Tingkat Diskonto Yang Anda Gunakan Adalah 10% Per Tahun

Berita Terkait

Sunday, 26 April 2026 - 10:38 WIB

Bagaimana Tindakan Anda Jika Ketika Menghadapi Kesulitan dalam Menjalankan Cita-cita atau Keinginan Ada?

Sunday, 26 April 2026 - 10:22 WIB

Jelaskan Pentingnya Bermazhab dalam Fiqih? Berikut ini Pembahasannya!

Sunday, 26 April 2026 - 06:35 WIB

Gelar Sarjana Bukan Lagi Tiket Emas: Mengapa Perusahaan Mulai Meninggalkan Syarat Ijazah!

Saturday, 25 April 2026 - 16:17 WIB

Bagaimana Hubungan Antara Hakikat Manusia Sebagai Makhluk Berakal dan Bermoral dengan Martabat Serta Tanggung Jawab yang Dimilikinya?

Saturday, 25 April 2026 - 09:53 WIB

TEMBOK PEMBAWA SENGKETA Rahmat Hidayat Adalah Seorang Pegawai Swasta Yang Tinggal Bersama Keluarganya Di Sebuah Rumah Sederhana Di Kota Makassar

Berita Terbaru