Andalkan Lemparan Jauh Pratama Arhan, Timnas Indonesia Siap Hadapi Jepang di GBK

- Redaksi

Monday, 4 November 2024 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.idTimnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan besar melawan Jepang dalam pertandingan kelima Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 15 November 2024.

Dalam laga penting timnas ini, pelatih Shin Tae-yong diharapkan dapat memanfaatkan keahlian Pratama Arhan dalam melempar bola dari sisi lapangan sebagai salah satu cara untuk mengatasi kebuntuan dalam mencetak gol.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang kariernya, Arhan dikenal memiliki keunggulan dalam melakukan lemparan ke dalam yang jauh dan akurat.

Teknik lemparan ini telah terbukti efektif dalam beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk ketika Indonesia melawan Jepang pada awal tahun di babak grup Piala Asia.

Meskipun Indonesia kalah 1-3 dalam laga tersebut, satu-satunya gol Garuda tercipta dari peluang yang dibangun melalui lemparan jauh Arhan.

Baca Juga :  Tachimasu Artinya Apa? Ini Contoh Penggunaanya!

Bola lemparan yang langsung masuk ke kotak penalti menciptakan situasi kemelut, dan Sandy Walsh sukses mengonversi peluang itu menjadi gol.

Efek dari lemparan ini sangat diingat oleh pemain Jepang, salah satunya Takumi Minamino, yang mengakui bahwa lemparan jauh Arhan melebihi ekspektasinya.

“Kami benar-benar terkejut dengan jarak lemparan Arhan. Bola itu melayang jauh lebih jauh dari yang saya perkirakan,” ungkap Minamino dalam sebuah wawancara yang dikutip dari media Jepang, Hoshi.

Tidak hanya Jepang, China juga menjadi “korban” lemparan jauh Arhan dalam laga Grup C Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung pada 15 Oktober lalu di Qingdao Youth Football Stadium.

Meskipun pada akhirnya Indonesia harus mengakui keunggulan China dengan skor 1-2, gol semata wayang Indonesia pada menit ke-86 juga berawal dari lemparan jauh Arhan.

Baca Juga :  ASN di Trenggalek Ditangkap Polisi Usai Terlibat Judi Online

Saat itu, bola yang dilemparkan Arhan menciptakan situasi kemelut di depan gawang China, hingga akhirnya Thom Haye berhasil memanfaatkannya menjadi gol.

Kekuatan lemparan Arhan menjadi salah satu senjata yang akan dipertimbangkan oleh pelatih Shin Tae-yong.

Namun, bukan berarti Arhan akan turun sejak awal dalam laga melawan Jepang di GBK.

Shin Tae-yong kemungkinan akan tetap mempertahankan pola permainan dengan lebih mengandalkan pemain-pemain dari klub luar negeri yang sudah terbukti dapat diandalkan, seperti Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, atau Shayne Pattynama.

Namun, Arhan tetap menjadi opsi penting di bangku cadangan, terutama bila tim kesulitan mencetak gol di babak kedua.

Kemungkinan, Arhan akan diturunkan sebagai pemain pengganti di sekitar 10 menit terakhir waktu normal, mengingat perannya yang krusial dalam menciptakan peluang dari lemparan jauh.

Sebagai bek yang bermain di klub Korea Selatan, Suwon FC, Pratama Arhan sudah menunjukkan performa yang konsisten dan efektif saat bermain sebagai pemain pengganti dalam pertandingan sebelumnya melawan China.

Baca Juga :  Julen Lopetegui Resmi Jadi Pelatih Baru Timnas Qatar, Siap Hadapi Kualifikasi Piala Dunia

Oleh karena itu, Shin Tae-yong tampaknya akan tetap mempertahankan strategi ini untuk menghadapi Jepang.

Lemparan jauh Arhan bisa menjadi senjata tak terduga yang mampu mengganggu pertahanan Jepang, sehingga membuka peluang untuk mencetak gol di detik-detik akhir pertandingan.

Pertandingan melawan Jepang ini tentu bukan laga yang mudah bagi Timnas Indonesia.

Namun, dukungan penuh dari suporter yang memadati Stadion Utama GBK diyakini akan menjadi motivasi ekstra bagi para pemain.

Dengan strategi yang cermat dan pemanfaatan keterampilan unik dari Pratama Arhan, Tim Garuda diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit terhadap Jepang dan membuka peluang lebih besar untuk melaju ke babak berikutnya.***

Berita Terkait

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap
Berapa Jumlah Fakultas dan Prodi di UBP Karawang? Simak Selengkapnya!

Berita Terkait

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Monday, 7 September 2026 - 09:20 WIB

Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow

Berita Terbaru