Polda Kalsel Gerebek Tempat Pembuangan Limbah Medis Ilegal di Kabupaten Banjar, Ini Bahayanya Bagi Lingkungan dan Warga

- Redaksi

Tuesday, 31 December 2024 - 03:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar : Beritasatu

Gambar : Beritasatu

Swarawarta.co.id – Polda Kalimantan Selatan berhasil mengungkap praktik ilegal pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Kabupaten Banjar.

Penggerebekan ini dilakukan oleh tim Ditreskrimsus Polda Kalsel di sebuah lahan kosong di Jalan Tatah Cina, Kecamatan Kertak Hanyar, pada Senin (18/11/2024). Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Winarto, yang turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi kepolisian.

Temuan limbah medis ini memicu kekhawatiran terkait dampak lingkungan dan kesehatan warga sekitar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lokasi yang menjadi sasaran penggerebekan berada di kawasan permukiman padat penduduk. Lahan tersebut terlihat sudah ditutup dengan tanah merah, namun di bawah permukaannya ditemukan sejumlah besar limbah medis.

Tim penyelidik menemukan limbah berupa alat suntik bekas, botol infus, dan bekas bungkusan obat yang sebagian di antaranya telah dibakar. Tidak jauh dari lokasi, sebuah rumah kosong juga digunakan sebagai tempat penyimpanan limbah tersebut.

Kapolda Kalsel menyampaikan bahwa informasi awal mengenai keberadaan limbah ini berasal dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ditemukan 322 kotak limbah medis, dengan 162 kotak berada di dalam rumah, sementara sisanya tersebar di lahan kosong.

Baca Juga :  5 Alasan Mengapa Seseorang Butuh Validasi?

Penyelidikan di lokasi menemukan keterlibatan sejumlah pihak. Penjaga gudang yang berinisial FZ, mengakui limbah medis ini diangkut menggunakan mobil boks dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ia juga menjelaskan bahwa limbah tersebut ditimbun sesuai instruksi dari pihak tertentu.

Selain FZ, polisi mengamankan dua orang lain, yaitu J, sopir pengangkut limbah, dan YR, pemilik lahan yang digunakan untuk penimbunan. Pelaku utama dalam kasus ini adalah RR, seorang karyawan PT HG, yang diduga menjadi otak di balik aktivitas pembuangan limbah medis ini.

Barang bukti berupa ratusan kotak limbah, sebuah mobil boks, dan peralatan penimbunan turut diamankan oleh pihak berwajib. Selain itu, dokumen kendaraan dan alat bantu seperti sekop dan timbangan besi juga disita untuk keperluan penyidikan.

Baca Juga :  Meriahnya Perayaan HUT Ke-78 RI dengan Bakal Calon Presiden Anies Baswedan

Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa tindakan ini melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaku utama terancam hukuman berdasarkan Pasal 104 dan/atau Pasal 98 ayat (1) yang mencakup pembuangan limbah tanpa izin serta tindakan yang merusak lingkungan.

Kapolda menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan aktivitas serupa. Laporan tersebut sangat membantu pihak berwenang dalam mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut dan melindungi kualitas hidup bersama.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan limbah medis yang aman dan sesuai prosedur. Polda Kalsel berkomitmen untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan lingkungan demi memastikan keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Pihak kepolisian juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan lebih luas yang terlibat dalam kasus ini.

Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak segan melaporkan kegiatan mencurigakan terkait pengelolaan limbah medis.

Perlu diketahui, menurut pafigorontaloutarakab.org, limbah medis yang dibuang sembarangan dapat menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia.

Baca Juga :  Polres Cimahi Musnahkan 11.321 Botol Miras Hasil Operasi KRYD, Ini Bahayanya Miras Bagi Kesehatan

Limbah seperti jarum suntik bekas, botol infus, dan obat-obatan kadaluarsa dapat menjadi sumber infeksi jika bersentuhan langsung dengan kulit atau terhirup.

Risiko penyebaran penyakit menular, seperti hepatitis dan HIV, meningkat ketika limbah ini tidak dikelola dengan baik.

Selain dampak kesehatan, dilansir dari pafihalmaherautarakab.org, limbah medis juga merusak lingkungan secara signifikan.

Selain itu menurut pafihulusungaitengahkab.org, zat kimia berbahaya yang terkandung dalam limbah B3 dapat meresap ke dalam tanah dan mencemari sumber air tanah.

Akibatnya, air yang tercemar menjadi tidak layak konsumsi dan mengancam keberlangsungan ekosistem di sekitarnya.

Pembakaran limbah medis tanpa prosedur yang benar menghasilkan polusi udara yang berbahaya.

Asap dari pembakaran tersebut mengandung dioksin dan furan, senyawa kimia beracun yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kanker, dan berbagai penyakit kronis.

Oleh karena itu, pengelolaan limbah medis harus dilakukan dengan prosedur yang aman dan sesuai standar.

Berita Terkait

Penyebab Hutan Kalimantan Terbakar: Mengapa Paru-Paru Dunia Terus Membara?
Apakah 25 Agustus 2026 Libur? Berikut Jadwal Resminya!
Cara Cek Desil Berapa Lewat HP: Panduan Lengkap Pakai NIK KTP
CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!
Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti
Kenapa Aceh Ingin Merdeka? Ini Alasan Sejarah dan Faktor di Baliknya!
Apakah Ada Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Fakta Sebenarnya!
24 Agustus 2026 Apakah Cuti Bersama? Ini Jawaban Resmi dari Pemerintah

Berita Terkait

Friday, 21 August 2026 - 10:25 WIB

Penyebab Hutan Kalimantan Terbakar: Mengapa Paru-Paru Dunia Terus Membara?

Friday, 21 August 2026 - 10:12 WIB

Apakah 25 Agustus 2026 Libur? Berikut Jadwal Resminya!

Thursday, 20 August 2026 - 10:01 WIB

Cara Cek Desil Berapa Lewat HP: Panduan Lengkap Pakai NIK KTP

Wednesday, 19 August 2026 - 17:30 WIB

CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!

Wednesday, 19 August 2026 - 11:11 WIB

Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti

Berita Terbaru

Apakah 25 Agustus 2026 Libur

Berita

Apakah 25 Agustus 2026 Libur? Berikut Jadwal Resminya!

Friday, 21 Aug 2026 - 10:12 WIB