Hiu Tutul Muncul di Laut Lamongan, Tanda Ekosistem Masih Sehat

- Redaksi

Sunday, 13 April 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hiu tutul (Dok. Ist)

Hiu tutul (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Dua ekor hiu tutul terlihat muncul di perairan utara Lamongan, tepatnya di Desa Kemantren, Kecamatan Paciran.

Kemunculan hiu tutul ini terekam dalam sebuah video berdurasi 17 detik yang beredar di media sosial, dan menarik perhatian warga sekitar

Plt Kepala BPBD Lamongan, Joko Nursiyanto, menjelaskan bahwa kemunculan hiu tutul ini bukanlah hal yang perlu ditakuti atau disalahartikan. Justru, menurutnya, ini menjadi tanda bahwa ekosistem laut di sekitar Lamongan masih sehat dan bersih.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kemunculan Hiu Tutul ini menandakan bahwa pesisir Laut Jawa yang ada di Lamongan masih bersih, sehingga mereka mencari makan hingga ke perairan laut Lamongan,” kata Joko Nursiyanto kepada wartawan, Sabtu (12/4/2025).

Baca Juga :  Wujud Kepedulian, Kemensos Salurkan Bantuan ke Korban Banjir dan Longsor di Bima

Joko menjelaskan bahwa hiu tutul dikenal suka bermigrasi jauh mengikuti arus laut dan mencari plankton, makanan utamanya. Kemunculan mereka di pesisir bisa diartikan bahwa laut di sana masih mendukung kehidupan makhluk laut secara alami.

Ia juga mengingatkan bahwa hiu tutul adalah satwa yang dilindungi di Indonesia, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menangkap atau mengganggu hewan ini.

“Kami mengimbau warga untuk tidak mengganggu atau mencoba menangkap hiu tutul, mengingat perannya yang penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut serta statusnya sebagai satwa dilindungi,” ujarnya.

Dalam video yang beredar, terlihat dua hiu tutul berenang pelan di dekat dermaga. Sesekali mereka muncul ke permukaan air, menarik perhatian para nelayan dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Berita Terkait

Sosialisasi Penutupan Bina Desa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur: Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik Hadir sebagai Wujud Nyata SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak
Jadwal War Tiket Konser BTS Jakarta 2026 dan Tips Menangnya
Tanggal 15 Juni Apakah Cuti Bersama? Simak Informasi Terbarunya Disini!
Apakah Pertamax Disubsidi? Pahami Status dan Skema Harganya
Cara Menurunkan Desil DTKS Agar Berpeluang Mendapatkan KIP Kuliah dan Bansos
RESMI! Harga Pertamax Mengalami Kenaikan, Cek Rincian Tarif Terbarunya
VIRAL! Investor SPPG Geruduk Kantor BGN, Imbas Evaluasi Program MBG
Mungkinkah Penghentian Program Makan Bergizi Gratis Jadi Solusi Penguatan Rupiah? Mari Kita Bedah Secara Lengkap!

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 18:09 WIB

Sosialisasi Penutupan Bina Desa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur: Eco Paving Block Berbasis Limbah Plastik Hadir sebagai Wujud Nyata SDG 11 dan SDG 12 di Desa Segorotambak

Thursday, 11 June 2026 - 15:16 WIB

Jadwal War Tiket Konser BTS Jakarta 2026 dan Tips Menangnya

Thursday, 11 June 2026 - 10:05 WIB

Tanggal 15 Juni Apakah Cuti Bersama? Simak Informasi Terbarunya Disini!

Wednesday, 10 June 2026 - 09:48 WIB

Apakah Pertamax Disubsidi? Pahami Status dan Skema Harganya

Wednesday, 10 June 2026 - 09:37 WIB

Cara Menurunkan Desil DTKS Agar Berpeluang Mendapatkan KIP Kuliah dan Bansos

Berita Terbaru

Jadwal War Tiket Konser BTS Jakarta 2026

Berita

Jadwal War Tiket Konser BTS Jakarta 2026 dan Tips Menangnya

Thursday, 11 Jun 2026 - 15:16 WIB