SwaraWarta.co.id – Pemerintah resmi membuka Program Magang Nasional (PMN) 2026 dengan target peserta mencapai 150 ribu orang.
Program ini merupakan angkatan kedua dari inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menjembatani lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja.
Peningkatan Kuota Signifikan
Tahun ini pemerintah meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu pada 2025 menjadi 150 ribu pada 2026.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Program dilaksanakan dalam tiga batch, masing-masing 50 ribu peserta. Batch pertama secara resmi dibuka pada 11 Agustus 2026 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan.
Pendaftaran peserta gelombang pertama berlangsung 15–28 Juli 2026 melalui platform MagangHub di maganghub.kemnaker.go.id.
Perluasan Kesempatan
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya untuk lulusan S1, PMN 2026 membuka kesempatan bagi lulusan pendidikan profesi (termasuk perawat) serta penyandang disabilitas. Program ini juga menyasar lulusan Diploma dan Sarjana yang terdaftar di PDDikti.
Manfaat dan Gaji Menarik
Peserta magang selama enam bulan akan mendapatkan uang saku Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, menyesuaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota setempat.
Untuk peserta di Jakarta, gaji mencapai Rp5,7 juta per bulan. Selain itu, peserta mendapat pendampingan dari mentor dan pembekalan soft skill secara daring.
Peluang Kerja Tinggi
Hasil program 2025 menunjukkan 30–40 persen peserta langsung bekerja setelah magang. Hal ini membuktikan PMN menjadi jembatan nyata bagi lulusan memasuki dunia kerja.
Pendaftaran 100 persen gratis dan online. Masyarakat diimbau waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program ini. Persiapkan KTP, CV, transkrip nilai, dan ijazah sebelum mendaftar. Informasi lengkap dapat diakses melalui akun Instagram resmi @maganghub.kemnaker.

















