Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK

- Redaksi

Tuesday, 11 August 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK

Perkembangan Terbaru Kasus Korupsi Pemalang dan Penyitaan CCTV oleh KPK

SwaraWarta.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut tuntas kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang nonaktif, Anom Widiyantoro.

Dalam perkembangan terbaru, tim penyidik KPK melakukan penggeledahan maraton di 15 lokasi di empat wilayah Jawa Tengah pada 5-8 Agustus 2026 serta menyita rekaman CCTV dari sebuah hotel di Magelang.

Geledah 15 Lokasi, Sita Dokumen Proyek dan Ponsel

Penggeledahan dilakukan di rumah-rumah pihak yang diduga terkait dengan perkara ini. Rinciannya, 10 rumah di Kabupaten Pemalang, 2 rumah di Tegal, 2 rumah di Pekalongan, dan 1 rumah di Semarang.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait proyek yang sedang dan akan dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang, serta barang bukti elektronik berupa ponsel dan file digital.

Baca Juga :  Kejagung: Sandra Dewi Akan Menjadi Saksi dalam Kasus Korupsi Pengelolaan Timah

Penyitaan CCTV Hotel di Magelang

Salah satu langkah yang menarik perhatian adalah penyitaan rekaman kamera pengawas (CCTV) dari sebuah hotel di Magelang, Jawa Tengah.

Langkah ini diambil untuk melacak jejak pertemuan rahasia antara tiga tersangka utama, yaitu Anom Widiyantoro (AWI), orang kepercayaannya Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA), dan Lilik Budi Suprianto (LBS) seorang pihak swasta yang merupakan ayah dari staf administrasi KPK. “Penyitaan dilakukan untuk kebutuhan pengecekan fakta pertemuan antara LBS dengan AWI dan GHA,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Seluruh barang bukti yang terkumpul baik dari 15 lokasi penggeledahan maupun rekaman CCTV akan dianalisis mendalam oleh penyidik untuk memperkuat alat bukti, memperkuat konstruksi perkara, serta mendalami peran setiap pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Kejagung Jemput Majelis Hakim Pemberi Vonis dalam Kasus Minyak Goreng

Dua Klaster Kasus

Kasus ini berawal dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) ke-18 yang dilakukan KPK pada 28 Juli 2026, di mana Anom menjadi salah satu dari 21 orang yang diamankan. KPK membagi perkara ini menjadi dua klaster.

  1. Klaster Pemerasan oleh Bupati: Anom Widiyantoro dan Gus Haris diduga memeras jajaran Pemerintah Kabupaten Pemalang dan pihak swasta dengan total uang yang dikumpulkan mencapai Rp1,98 miliar.
  2. Klaster Pemerasan terhadap Bupati: Oknum polisi yang bertugas di KPK, Setya Budi Dias, bersama ayahnya Lilik Budi Suprianto, diduga memeras Anom dengan permintaan Rp2 miliar untuk mengurus penyelesaian perkara di KPK.

Dengan penyitaan dokumen proyek dan rekaman CCTV ini, KPK menunjukkan keseriusannya dalam mengungkap seluruh jaringan korupsi yang melibatkan kepala daerah hingga oknum internal lembaga antirasuah. Masyarakat pun menanti hasil analisis barang bukti dan pengembangan perkara lebih lanjut.

Baca Juga :  Menara Komunikasi Militer Israel Digempur Hamas, Jalur Gaza Semakin Mencekam

 

Berita Terkait

Kangen Band Resmi Bubar, Ternyata ini Penyebabnya
Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 09:38 WIB

Kangen Band Resmi Bubar, Ternyata ini Penyebabnya

Friday, 11 September 2026 - 15:56 WIB

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Berita Terbaru

Kangen Band Resmi Bubar

Berita

Kangen Band Resmi Bubar, Ternyata ini Penyebabnya

Sunday, 13 Sep 2026 - 09:38 WIB