Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan” hingga “Sinagoga Yerussolo”

- Redaksi

Friday, 20 February 2026 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan

Rumah Jokowi di Google Maps Berganti Nama: dari “Tembok Ratapan

Beberapa waktu terakhir, rumah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) yang berlokasi di Jalan Kutai Utara No. 1, Kelurahan Sumber, Banjarsari, Kota Solo, mendadak viral di berbagai media sosial setelah namanya di Google Maps berubah menjadi “Tembok Ratapan Solo” dan berbagai sebutan unik lainnya. Fenomena ini menarik perhatian netizen dan memicu beragam reaksi dari banyak pihak.

Bagaimana Awal Munculnya Nama “Tembok Ratapan Solo”?

Perubahan nama pada lokasi rumah Jokowi di Google Maps pertama kali terlihat sekitar Sabtu, 15 Februari 2026, ketika beberapa pengguna menandai titik koordinat tersebut bukan sebagai alamat rumah, tetapi dengan label “Tembok Ratapan Solo”. Langkah ini diduga berasal dari kontribusi netizen yang memanfaatkan fitur pengubahan nama di layanan peta digital.

Istilah “Tembok Ratapan” sendiri sebenarnya merujuk pada situs bersejarah di Yerusalem, tempat umat Yahudi berdoa dan meratapi kehancuran Bait Suci. Karena itulah munculnya nama tersebut pada rumah Jokowi jadi bahan pembicaraan di dunia maya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reaksi dan Perilaku Netizen di Lokasi

Setelah munculnya label “Tembok Ratapan Solo”, banyak netizen, khususnya generasi muda, datang langsung ke depan rumah Jokowi hanya untuk melihat atau membuat konten. Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan pengunjung yang berdiri di depan pagar dan seolah-olah meratap atau menempelkan tangan ke pagar tersebut sebagai aksi dramatis atau parodi.

Baca Juga :  Thailand dan Kamboja Memanas: Ketegangan Perbatasan Memicu Saling Serang!

Akun-akun media sosial seperti @indopium mengunggah konten tersebut dan menyebut lokasi itu sebagai salah satu tempat “paling hype” untuk dikunjungi oleh anak muda. Aksi ini kemudian menyebar luas ke platform seperti TikTok, Instagram, dan X, sehingga semakin banyak orang yang datang.

Beragam Versi Nama yang Muncul di Google Maps

Sementara upaya moderasi dari Google telah mencoba menghapus perubahan nama secara otomatis dan manual, masih ada beberapa label baru yang sempat muncul atau tertinggal di sistem, seperti:

  • Sinagoga Yerussolo

  • Temple of Solowi

  • Baitallah Solomo

  • Tembok yang dijanjikan 3000 tahun yang lalu

Label-label tersebut menunjukkan kreativitas (atau keisengan) netizen dalam memberi nama lokasi, meskipun tidak menggambarkan fungsi sebenarnya dari tempat itu.

Respons dari Keluarga dan Petugas Sekitar

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengatakan bahwa fenomena ini tidak dianggap serius atau sebagai ancaman. Ia menyampaikan bahwa pihak keluarga tidak merasa tersinggung. Menurutnya, fenomena semacam ini hanya menunjukkan sisi unik dari dinamika zaman digital dan netizen yang kreatif.

Baca Juga :  SMKN 1 Jenangan Ponorogo Terbakar, Kerugian Diperkirakan 300 Juta Rupiah

Namun, Syarif juga mengingatkan masyarakat untuk tidak meniru aksi-aksi dramatik di depan rumah karena lokasi tersebut merupakan hunian pribadi, bukan tempat publik atau objek wisata.

Tanggapan Politik dan Pendapat Publik

Fenomena “Tembok Ratapan Solo” memperoleh berbagai respons, termasuk dari politisi. Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Aria Bima, menyatakan bahwa ekspresi di media sosial sebaiknya tetap berhati-hati dan tak menjadi alat untuk menyeret figur publik menjadi bahan hujatan tanpa mengetahui motifnya secara jelas.

Selain itu, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, juga menyampaikan bahwa masyarakat perlu menelaah siapa yang bertanggung jawab memberi nama tersebut dan mengingatkan agar fenomena itu tidak dikaitkan dengan nilai agama atau dijadikan pembelokan terhadap sosok Jokowi.

Aktivitas Sosial lain di Rumah Jokowi

Selain label satir di Google Maps, video lain yang juga sempat viral adalah aksi warga yang melakukan tahlilan di depan rumah Jokowi. Dalam video, terlihat warga melafalkan doa dan bacaan tauhid sambil berkumpul di jalanan dekat kediaman. Ajudan Jokowi membenarkan hal tersebut terjadi pada 18 Januari 2026, namun juga menjelaskan bahwa Jokowi tidak berada di rumah saat kegiatan itu berlangsung.

Apa Makna Fenomena Ini?

Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dan teknologi informasi dapat memperluas narasi publik, termasuk di dalamnya kontekstualisasi ulang ruang privat menjadi ruang publik atau simbolik. Menurut pengamat, hal semacam ini bisa dilihat sebagai bentuk ekspresi netizen yang bersifat satir, kritik sosial, atau sekadar keisengan digital tanpa dampak hukum langsung.

Baca Juga :  Sebelum Laporkan Isu Ijazah Palsu, Jokowi Sempat Berikan 2 Kali Somasi

Namun, risiko manipulasi informasi pada peta digital tetap menjadi perhatian, terutama bagi pengguna yang kurang memahami dengan baik literasi digital. Karena Google Maps bersifat user-generated content, informasi yang muncul terkadang bisa tidak akurat atau dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.

Kesimpulan

Perubahan nama rumah Jokowi di Google Maps menjadi “Tembok Ratapan Solo” dan variasinya merupakan fenomena viral yang berasal dari kontribusi netizen di platform peta digital. Aksi ini kemudian menarik perhatian publik, baik secara online maupun offline, dan memicu berbagai respons sosial, politik, dan budaya digital.

Fenomena ini memperlihatkan hubungan kuat antara teknologi, media sosial, dan cara orang mengekspresikan pendapat atau kritik di era digital. Terlepas dari kontennya yang satir atau kritik, yang terpenting bagi publik adalah memahami konteks dan sumber informasi secara kritis sebelum menelan semua narasi yang beredar.

Berita Terkait

IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya
Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran
Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!
BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!
VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!
Geger! Link Video Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Viral di TikTok, Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya!
Bikin Penasaran! Ini Cara Mengusulkan PIP di SIPINTAR Biar Pasti Cepat Cair!
Pemerintah Bagi-bagi HP Gratis, Bansos Bakal Langsung Cair ke Rekening!

Berita Terkait

Saturday, 17 October 2026 - 11:36 WIB

IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Saturday, 17 October 2026 - 08:12 WIB

Cara Daftar Perlinsos agar Data Kamu Tercatat dan Bantuan Tepat Sasaran

Friday, 16 October 2026 - 08:30 WIB

Citilink Terminal Berapa di Bandara Soekarno-Hatta? Ini Panduan Lengkap dan Terbaru!

Friday, 16 October 2026 - 07:50 WIB

BPNT Tahap 4 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal Rp600 Ribu, dan Cara Daftarnya!

Thursday, 15 October 2026 - 11:17 WIB

VIRAL! Link Video Diduga Mahasiswi Poltekkes Bandung Durasi 13 Menit Tersebar di Media Sosial, Ini Fakta Aslinya yang Bikin Netizen Penasaran!

Berita Terbaru