Berita

Pemerintah Berencana Ekspor Beras, Guru Besar IPB Beri Peringatan

SwaraWarta.co.id – Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengimbau pemerintah untuk tidak mengekspor beras ke Malaysia tahun ini.

a menyebutkan bahwa ada sejumlah hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan ekspor.

Salah satu alasan utama adalah harga beras di pasar dunia yang sedang turun. Saat ini, harga beras premium dunia hanya sekitar Rp6.500 per kilogram. Padahal, biaya produksi beras premium di Indonesia bisa mencapai Rp14.000 per kilogram.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika pemerintah menjual beras premium ke Malaysia dengan harga mengikuti harga beras dunia atau sedikit lebih tinggi, rugi. Jadi hitungan gimana kalau mau ekspor beras sekarang,” katanya

Selain itu, ia memperingatkan bahwa produksi beras nasional dari bulan Juli hingga Desember kemungkinan akan kurang dari kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Konsumsi beras nasional sendiri mencapai sekitar 2,5 juta ton setiap bulan.

Dwi menambahkan, Indonesia sebenarnya sudah pernah mengekspor beras ke negara lain, seperti Korea Selatan, tapi hanya untuk jenis beras khusus dan beras organik. Jumlah ekspornya pun kecil, hanya sekitar 500 ton.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya lebih fokus mendukung petani beras khusus dan organik agar bisa meningkatkan produksi dan ekspor jenis beras tersebut, yang memiliki nilai lebih tinggi.

Namun, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan hal yang berbeda. BPS memprediksi bahwa produksi beras di paruh kedua tahun 2025 akan meningkat sekitar 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini, stok cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 3,5 juta ton dan diperkirakan akan naik menjadi 4 juta ton. Melihat data tersebut, pemerintah mulai mempertimbangkan untuk mengekspor beras ke Malaysia.

 

Presiden Prabowo Subianto pun telah memberikan lampu hijau untuk rencana ekspor tersebut.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyebut bahwa Malaysia membutuhkan sekitar 2.000 ton beras setiap bulan dari Indonesia. Namun, keputusan akhir masih dalam proses pembahasan.

Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, juga membenarkan bahwa pemerintah Malaysia memang sudah meminta pasokan beras dari Indonesia.

Dengan potensi produksi yang dinilai akan meningkat, ekspor beras ke Malaysia kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Berpikir Komputasional? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mari jelaskan apa yang dimaksud dengan berpikir komputasional agar kamu bisa memecahkan berbagai…

10 hours ago

MR DIY Buka Jam Berapa? Ini Jadwal Operasional Terbarunya

SwaraWarta.co.id – MR DIY buka jam berapa? Bagi Anda yang berencana berbelanja kebutuhan rumah tangga,…

10 hours ago

Mengapa Kita Harus Menghargai Perbedaan yang Dimiliki Setiap Manusia? Simak Begini Penjelasannya!

SwaraWarta.co.id - Pernah bayangkan dunia tanpa warna? Pasti terasa membosankan dan hampa. Begitu juga kehidupan…

10 hours ago

Cara Bayar PBB Online Lewat Berbagai Platform: Panduan Lengkap dan Mudah

SwaraWarta.co.id - Mencari cara bayar PBB online yang praktis dan bebas antre kini makin mudah…

11 hours ago

5 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Membandel Agar Kulit Kembali Mulus

SwaraWarta.co.id - Cara menghilangkan bekas jerawat sering kali jadi tantangan tersendiri setelah masalah jerawat utama…

12 hours ago

Apakah GTA 6 Sudah Rilis? Ini Jawaban dan Tanggal Resminya

SwaraWarta.co.id - Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh para gamer di seluruh dunia saat ini…

1 day ago