Pendidikan

Bagaimana Jalannya Sidang BPUPKI dalam Menentukan Rumusan Dasar Negara Jelaskan dengan Alasan?

SwaraWarta.co.id – Bagaimana jalannya sidang BPUPKI dalam menentukan rumusan dasar negara jelaskan dengan alasan? Agenda utamanya adalah membahas dasar negara.

Para tokoh nasionalis diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan mereka. Perdebatan ini sangat mendalam, mencerminkan keragaman pemikiran para pendiri bangsa.

  • Mohammad Yamin mengusulkan lima dasar: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat.
  • Soepomo mengajukan gagasan “Negara Integralistik,” yang menekankan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan individu.
  • Soekarno menyampaikan pidato legendarisnya pada 1 Juni 1945. Beliau memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara, yang terdiri dari lima sila: Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan. Pidato ini disambut antusias dan tanggal 1 Juni kemudian ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Alasan di Balik Penentuan Dasar Negara

Penentuan dasar negara melalui sidang BPUPKI bukanlah proses yang mudah, tetapi didasarkan pada alasan kuat:

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Konsensus dan Kompromi: Perbedaan pandangan antara kelompok nasionalis sekuler dan kelompok Islam memerlukan kompromi. Para anggota BPUPKI menyadari bahwa untuk mencapai kemerdekaan yang utuh, persatuan harus diutamakan. Oleh karena itu, rumusan dasar negara harus dapat diterima oleh semua pihak.
  2. Filosofi Bhinneka Tunggal Ika: Gagasan Soekarno tentang Pancasila dianggap paling representatif karena mencerminkan realitas sosiologis dan filosofis bangsa Indonesia yang pluralistik. Pancasila menyatukan berbagai agama, suku, dan budaya di bawah satu payung ideologi.
  3. Keseimbangan antara Teokrasi dan Sekularisme: Pancasila berhasil menjembatani perbedaan antara negara berdasarkan agama (teokrasi) dan negara sekuler. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi dasar moral dan spiritual, sementara sila-sila lainnya menjadi pilar kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

Panitia Sembilan dan Piagam Jakarta

Karena perdebatan yang alot, dibentuklah Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945 untuk merumuskan ulang gagasan-gagasan tersebut. Hasilnya adalah Piagam Jakarta, yang pada awalnya mencantumkan “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.

Namun, poin ini kemudian diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” pada 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Perubahan ini dilakukan untuk menjaga persatuan nasional, khususnya setelah mendapat masukan dari perwakilan Indonesia bagian timur yang mayoritas non-muslim. Dengan demikian, Pancasila yang kita kenal sekarang menjadi rumusan final yang disepakati sebagai dasar negara.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Bagaimana Jika Sekitarmu Ada Seseorang yang Secara Tidak Sadar Memiliki Kecenderungan NPD?

SwaraWarta.co.id - Menjalin hubungan sosial, baik di kantor maupun dalam lingkaran pertemanan, terkadang membawa kita…

14 hours ago

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

SwaraWarta.co.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen penting yang sering menjadi syarat utama…

14 hours ago

Cara Mendapatkan CIF Pegadaian untuk Transaksi Digital dengan Mudah

SwaraWarta.co.id - Di era transformasi digital, PT Pegadaian (Persero) terus berinovasi untuk memberikan kemudahan bagi…

20 hours ago

4 Cara Mendapatkan Avatar Gratis di Roblox: Tampil Keren Tanpa Robux!

SwaraWarta.co.id - Siapa bilang tampil gaya di Roblox harus selalu punya banyak Robux? Bagi banyak…

21 hours ago

3 Cara Mendapatkan Akun SIMPKB untuk Guru dan Tenaga Kependidikan

SwaraWarta.co.id - Bagi Bapak dan Ibu Guru di seluruh Indonesia, memiliki akun SIMPKB (Sistem Informasi…

22 hours ago

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Peran bidan sangat vital dalam sistem kesehatan nasional, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.…

1 day ago