Mengapa Demokrasi Kerakyatan Merupakan Demokrasi yang Cocok Bagi Indonesia? Mari Kita Bahas!

- Redaksi

Tuesday, 7 October 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengapa Demokrasi Kerakyatan Merupakan Demokrasi yang Cocok Bagi Indonesia

Mengapa Demokrasi Kerakyatan Merupakan Demokrasi yang Cocok Bagi Indonesia

SwaraWarta.co.id – Mengapa demokrasi kerakyatan merupakan demokrasi yang cocok bagi Indonesia? Seperti yang diketahui Indonesia, dengan keragaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang luar biasa, membutuhkan sistem pemerintahan yang mampu merangkul dan mengakomodasi kompleksitas ini.

Jawabannya terletak pada konsep Demokrasi Kerakyatan, sebuah model yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur bangsa dan paling sesuai dengan konteks sejarah, sosiologis, dan filosofis Indonesia.

Landasan Filosofis: Musyawarah dan Mufakat

Demokrasi Kerakyatan di Indonesia tidak sekadar mengadopsi model liberal Barat yang mengutamakan individualisme dan voting mayoritas semata. Intinya terletak pada sila keempat Pancasila: “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”

Prinsip utama sistem ini adalah musyawarah untuk mencapai mufakat. Ini mencerminkan budaya komunal masyarakat Indonesia yang menghargai keharmonisan, gotong royong, dan pengambilan keputusan secara kolektif.

Dalam konteks ini, suara minoritas tetap dihargai dan diupayakan untuk diakomodasi, menghindari tirani mayoritas yang bisa memecah belah bangsa yang majemuk.

Ciri Khas dan Keunggulan Demokrasi Kerakyatan

Model ini memiliki beberapa keunggulan signifikan yang menjadikannya pilihan ideal:

  1. Keterlibatan Langsung Rakyat

Demokrasi Kerakyatan memastikan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Ini termanifestasi melalui lembaga perwakilan (DPR/DPD) dan mekanisme pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil). Keterlibatan ini memastikan legitimasi pemerintahan.

  1. Mengutamakan Kepentingan Bersama
Baca Juga :  Doa Agar Diberi Kemudahan dalam Segala Urusan: Menyandarkan Segala Kesulitan kepada Allah

Berbeda dengan fokus individualistis, Demokrasi Kerakyatan menekankan pada kepentingan seluruh rakyat dan bangsa, bukan hanya segelintir kelompok atau golongan. Keputusan politik harus didasarkan pada hikmat kebijaksanaan yang mempertimbangkan dampak luas bagi keadilan sosial.

  1. Kontrol Sosial dan Akuntabilitas

Sistem ini mendorong kontrol sosial dari rakyat terhadap jalannya pemerintahan. Akuntabilitas publik menjadi kunci, di mana pemimpin dan lembaga negara harus bertanggung jawab atas setiap kebijakan yang dibuat. Hal ini esensial untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi.

Mengapa Model Lain Kurang Tepat?

Model demokrasi lain yang terlalu condong ke liberalisme ekstrem dapat memperkuat polaritas dan individualisme yang berpotensi merusak sendi persatuan Indonesia. Keputusan berdasarkan suara terbanyak tanpa proses musyawarah dapat mengabaikan hak-hak dan kepentingan daerah atau kelompok minoritas yang vital bagi keutuhan NKRI.

Baca Juga :  Melewati Tiga Fase, Berikut Daur Hidup Ular yang Patut Diketahui

Demokrasi Kerakyatan adalah jembatan yang secara harmonis menggabungkan prinsip kedaulatan rakyat universal dengan kearifan lokal Indonesia, menjadikannya sistem yang paling cocok dan berkelanjutan untuk masa depan bangsa.

 

Berita Terkait

Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4
Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H
Mengenal Pavane: Arti, Sejarah, dan Pesona Tarian Klasik yang Megah
KJP Plus Bulan Maret 2026 Kapan Cair Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cara Cek Terbaru
Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!
JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Berita Terkait

Tuesday, 24 February 2026 - 06:32 WIB

Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4

Sunday, 22 February 2026 - 17:20 WIB

Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H

Sunday, 22 February 2026 - 17:12 WIB

Mengenal Pavane: Arti, Sejarah, dan Pesona Tarian Klasik yang Megah

Sunday, 22 February 2026 - 17:09 WIB

KJP Plus Bulan Maret 2026 Kapan Cair Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cara Cek Terbaru

Saturday, 21 February 2026 - 14:51 WIB

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

Berita Terbaru