Siapa Saja yang Berhak Menerima BSU 2025? Ini Syarat Terbaru Lengkapnya!

- Redaksi

Saturday, 22 November 2025 - 15:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara Cek NIK KTP untuk Klaim Bantuan 7 Juta

Cara Cek NIK KTP untuk Klaim Bantuan 7 Juta

SwaraWarta.co.id – Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kembali hadir sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pekerja dengan gaji rendah.

Bantuan tunai ini bertujuan untuk menjaga daya beli dan meringankan beban ekonomi pekerja di tengah tantangan kondisi perekonomian.

Agar tepat sasaran, pemerintah menetapkan kriteria penerima yang harus dipenuhi. Simak syarat lengkap dan terbaru siapa saja yang berhak menerima BSU 2025.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Syarat dan Kriteria Penerima BSU 2025

Berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2025, berikut adalah kriteria yang harus dipenuhi oleh pekerja untuk dapat menerima BSU:

  • Warga Negara Indonesia (WNI): Dibuktikan dengan memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang aktif dan valid.
  • Peserta Aktif BPJS Ketenagakerjaan: Pekerja harus terdaftar sebagai peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam kategori Pekerja Penerima Upah (PU), hingga 30 April 2025. Status aktif ini menjadi filter utama dalam seleksi data penerima.
  • Batas Gaji Maksimal: Pekerja menerima gaji atau upah paling banyak Rp3.500.000 (tiga juta lima ratus ribu rupiah) per bulan. Namun, bagi pekerja di wilayah yang Upah Minimum Provinsi/Kabupaten (UMP/UMK)-nya di atas Rp 3,5 juta, batas gaji mengikuti besaran UMP/UMK setempat. Artinya, jika UMK di kota Anda Rp 4,2 juta, pekerja dengan gaji Rp 4 juta masih berpotensi menerima BSU.
Baca Juga :  Cara Membuat Gelang dari Benang Jahit dengan Mudah dan Cepat

Kelompok yang Tidak Berhak dan Pengecualian

Selain memenuhi syarat di atas, terdapat beberapa pengecualian yang menyebabkan seorang pekerja tidak dapat menerima BSU:

  • Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, atau anggota Polri.
  • Tidak Sedang Menerima Bantuan Sosial Lain: BSU diprioritaskan bagi pekerja yang tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Prakerja (saat aktif menerima insentif), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada periode yang sama.
  • Memiliki Rekening Bank Penyalur: Penerima harus memiliki rekening aktif di bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau Bank Syariah Indonesia. Jika tidak memilikinya, dana dapat disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

Cara Mengecek Status Penerima BSU

Untuk memastikan apakah Anda termasuk dalam daftar penerima, Anda dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui kanal resmi berikut:

  • Website Resmi Kemnaker: Kunjungi bsu.kemnaker.go.id dan login dengan akun Anda untuk mengecek status.
  • Website BPJS Ketenagakerjaan: Akses bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id dan masukkan data diri (NIK, nama lengkap, tanggal lahir) untuk verifikasi.
  • Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO): Cek pada menu “Bantuan Subsidi Upah (BSU)” di aplikasi JMO.
Baca Juga :  Anak Owner yang Aniaya Pegawai Toko Roti Berhasil Diamankan Kepolisian

Tabel Cara Cek Status BSU 2025

MetodeAlamatData yang Diperlukan
Website Kemnakerbsu.kemnaker.go.idAkun terdaftar & NIK
Website BPJS Ketenagakerjaanbsu.bpjsketenagakerjaan.go.idNIK, Nama Lengkap, Tanggal Lahir
Aplikasi JMOJamsostek MobileAkun BPJS Ketenagakerjaan

Yang Perlu Diperhatikan

Penting untuk diketahui bahwa BSU 2025 telah dicairkan satu kali untuk periode Juni-Juli 2025 dan tidak ada pencairan tahap lanjutan di akhir tahun. Informasi mengenai pencairan tambahan yang beredar di media sosial adalah tidak benar.

Dengan memahami kriteria dan syarat di atas, Anda dapat memverifikasi kelayakan diri sendiri atau orang lain sebagai penerima BSU 2025. Pastikan data Anda di BPJS Ketenagakerjaan selalu valid dan terupdate agar proses verifikasi berjalan lancar ketika program bantuan serupa diluncurkan di masa mendatang.

Berita Terkait

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump
Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 16:16 WIB

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 19:08 WIB

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Berita Terbaru

Kesehatan

Asam Lambung Naik? Ini Cara Mengatasi yang Ampuh dan Alami

Friday, 9 Jan 2026 - 15:35 WIB