SwaraWarta.co.id – Dalam menjaga ibadah sehari-hari, kesucian diri melalui wudhu adalah syarat utama sebelum melaksanakan salat.
Namun, sering kali muncul pertanyaan yang sering di kalangan umat Muslim: apakah tidur membatalkan wudhu?
Pertanyaan ini sangat relevan, terutama bagi mereka yang sering merasa mengantuk saat menunggu waktu salat atau setelah mengikuti kajian.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara umum, tidur memang termasuk salah satu hal yang dapat membatalkan wudhu. Namun, para ulama memberikan rincian lebih dalam karena tidak semua jenis tidur memiliki efek hukum yang sama.
Tidur yang Membatalkan Wudhu
Tidur yang membatalkan wudhu adalah tidur yang nyenyak atau berat, di mana seseorang kehilangan kesadaran sepenuhnya terhadap keadaan di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena saat seseorang tidur lelap, otot-otot tubuh menjadi rileks, sehingga ia tidak bisa mengontrol apakah ada hadas (seperti buang angin) yang keluar dari tubuhnya.
Kondisi tidur yang membatalkan wudhu biasanya terjadi jika seseorang tidur dalam posisi berbaring, menyamping, atau telungkup.
Tidur yang Tidak Membatalkan Wudhu
Ada pengecualian penting dalam hal ini. Tidur tidak membatalkan wudhu apabila dilakukan dalam posisi duduk yang mantap di atas lantai atau kursi.
Maksud dari “duduk yang mantap” adalah posisi pantat menempel erat pada tempat duduk sehingga kecil kemungkinan keluarnya angin tanpa disadari. Jika seseorang hanya mengantuk ringan (turu-turu ayam) atau tertidur sejenak dalam posisi duduk tegak tanpa berubah posisinya, maka wudhunya dianggap masih sah.
Panduan Praktis untuk Anda
Untuk memastikan ibadah Anda tetap terjaga, berikut adalah beberapa poin yang bisa dijadikan acuan:
- Perhatikan Posisi: Jika Anda tertidur sambil duduk di masjid saat menunggu azan dan posisi duduk Anda tidak berubah, Anda bisa langsung salat.
- Tingkat Kesadaran: Jika Anda masih bisa mendengar suara di sekitar meskipun mata terpejam, itu dikategorikan sebagai kantuk, bukan tidur lelap.
- Ragu-ragu: Dalam kaidah fikih, jika Anda ragu apakah Anda tertidur lelap atau hanya sekejap, lebih baik (ahsan) untuk mengambil wudhu kembali demi ketenangan hati.
Jawaban atas pertanyaan apakah tidur membatalkan wudhu sangat bergantung pada posisi dan kualitas tidur Anda. Tidur lelap dengan posisi berbaring jelas membatalkan, sementara kantuk dalam posisi duduk yang stabil tidaklah membatalkan.
Menjaga kesucian adalah bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan memahami aturan ini, kita bisa menjalankan ibadah dengan lebih yakin dan khusyuk.

















