SwaraWarta.co.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sering kali mendominasi berita utama dunia.
Banyak orang bertanya-tanya, apa penyebab perang Iran dan Amerika yang seolah tidak pernah padam?
Hubungan kedua negara ini sebenarnya adalah jalinan sejarah yang rumit, mulai dari persahabatan di masa lalu hingga menjadi musuh bebuyutan di panggung geopolitik.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menjadi akar penyebab konflik tersebut:
Luka Sejarah: Revolusi Islam 1979
Titik balik paling krusial adalah Revolusi Islam Iran tahun 1979. Sebelum tahun tersebut, Iran di bawah kepemimpinan Shah Reza Pahlavi adalah sekutu terdekat AS di Timur Tengah.
Namun, revolusi yang dipimpin oleh Ayatollah Khomeini menggulingkan Shah dan mengubah Iran menjadi Republik Islam. Insiden penyanderaan di Kedutaan Besar AS di Teheran selama 444 hari menjadi luka mendalam yang menandai berakhirnya hubungan diplomatik kedua negara.
Ambisi Nuklir Iran
Salah satu pemicu ketegangan paling modern adalah program nuklir Iran. Amerika Serikat dan sekutunya khawatir bahwa Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir yang dapat mengancam stabilitas global, khususnya keamanan Israel.
Meskipun Iran berulang kali menyatakan bahwa program tersebut untuk tujuan damai (energi dan medis), AS tetap memberlakukan sanksi ekonomi yang berat untuk menekan Teheran.
Perebutan Pengaruh di Timur Tengah (Geopolitik)
Iran dan Amerika Serikat memiliki visi yang bertolak belakang mengenai wajah Timur Tengah. Iran ingin mengusir pengaruh militer AS dari kawasan tersebut, sementara AS berkepentingan menjaga aliran minyak dan melindungi sekutu strategisnya seperti Arab Saudi dan Israel. Dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok seperti Hizbullah dan Hamas sering kali dibalas dengan operasi militer atau sanksi oleh pihak Washington.
Pembunuhan Tokoh Kunci
Eskalasi sempat mencapai puncaknya pada awal 2020 ketika AS melakukan serangan udara yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan elit Quds Iran. Langkah ini hampir memicu perang terbuka secara besar-besaran, karena Soleimani dianggap sebagai pahlawan nasional di Iran.
Jadi, apa penyebab perang Iran dan Amerika? Jawabannya bukanlah faktor tunggal, melainkan kombinasi dari dendam sejarah, ketakutan akan perlombaan senjata nuklir, serta benturan kepentingan ideologi di wilayah Timur Tengah. Selama kedua negara belum menemukan titik temu dalam negosiasi diplomatik, ketegangan ini diprediksi akan terus berlanjut.

















