Kenapa Bayi Gumoh? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

- Redaksi

Monday, 8 June 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Bayi Gumoh?

Kenapa Bayi Gumoh?

SwaraWarta.co.id – Melihat si kecil tiba-tiba mengeluarkan kembali susu yang baru saja diminumnya pasti bikin kamu merasa khawatir.

Fenomena yang sering disebut sebagai spit-up ini memang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir.

Namun, sebagai orang tua, wajar banget kalau kamu langsung bertanya-tanya, kenapa bayi gumoh dan apakah hal tersebut menandakan ada masalah kesehatan yang serius pada pencernaan si kecil?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tenang, mari kita bedah bersama apa saja faktor pemicunya dan kapan kamu harus mulai waspada.

Memahami Kenapa Bayi Gumoh setelah Menyusu

Pada dasarnya, gumoh adalah kondisi yang normal terjadi, terutama pada bayi yang berusia di bawah 4 hingga 6 bulan.

Penyebab utama kenapa bayi gumoh adalah karena sistem pencernaan mereka yang masih dalam tahap perkembangan.

  1. Lambung Bayi Masih Sangat Kecil
Baca Juga :  Meski Ada Efisiensi, BPJS Kesehatan Tetap Berjalan Normal

Bayangkan lambung bayi baru lahir itu hanya sebesar biji kemiri, lalu tumbuh sebesar bola pingpong di minggu-minggu pertama. Karena kapasitasnya yang sangat terbatas, lambung si kecil akan cepat penuh jika menerima aliran susu yang terlalu banyak atau terlalu cepat.

  1. Katup Lambung Belum Sempurna

Antara kerongkongan dan lambung terdapat sebuah katup pembatas yang berfungsi menahan makanan agar tidak naik kembali. Nah, pada bayi, katup ini masih longgar dan belum bisa menutup dengan sempurna. Akibatnya, saat lambung penuh atau saat bayi bergerak aktif, susu bisa dengan mudah mengalir kembali ke atas.

  1. Udara yang Ikut Tertelan

Saat menyusu langsung (DBF) maupun menggunakan botol dot, ada kalanya udara ikut tertelan ke dalam perut si kecil. Udara yang terjebak di dalam lambung ini akan mendorong susu ke atas saat bayi mencoba mengeluarkannya dalam bentuk sendawa.

Baca Juga :  4+ Minuman untuk Menurunkan Berat Badan

Cara Mudah Mengatasi Gumoh pada Si Kecil

Setelah tahu alasan kenapa bayi gumoh, kamu tidak perlu terlalu stres. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi frekuensi gumoh pada bayi:

  • Sendawakan Bayi Setelah Menyusu: Ini adalah langkah paling ampuh. Gendong bayi dalam posisi tegak dengan dadanya menempel di pundakmu, lalu tepuk punggungnya dengan lembut sampai ia bersendawa.
  • Pertahankan Posisi Tegak: Setelah menyusu, usahakan agar posisi tubuh bayi tetap tegak atau semi-tegak selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Jangan langsung menidurkannya secara telentang.
  • Beri Susu Sedikit tapi Sering: Daripada memberikan susu dalam jumlah banyak sekaligus yang bikin lambungnya kaget, lebih baik susui si kecil dengan porsi kecil namun dengan frekuensi yang lebih sering.
  • Cek Ukuran Dot: Jika kamu memberikan susu formula atau ASIP lewat botol, pastikan lubang dotnya tidak terlalu besar agar aliran susunya tidak membuat bayi tersedak dan menelan banyak udara.
Baca Juga :  Kenapa Antibiotik Harus Dihabiskan? Begini Penjelasannya!

Kapan Kamu Harus Mulai Waspada?

Meskipun normal, kamu harus bisa membedakan antara gumoh biasa dengan muntah yang berbahaya. Segera hubungi dokter jika gumoh si kecil disertai dengan gejala seperti:

  1. Cairan yang keluar berwarna hijau atau kekuningan.
  2. Bayi terlihat kesakitan, rewel berlebihan, atau menolak untuk menyusu.
  3. Berat badan bayi tidak kunjung naik atau justru mengalami penurunan.
  4. Cairan menyemprot dengan sangat kuat (muntah proyektil).

Selama si kecil tetap aktif, ceria, dan berat badannya naik sesuai grafik pertumbuhan, kamu tidak perlu cemas berlebihan. Nikmati setiap proses tumbuh kembangnya, ya!

 

Berita Terkait

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!
Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini
Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh
Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya
Mengenal Lebih Dekat Apa Itu GBD dan Mengapa Dunia Medis Menjadikannya Panduan Utama
Gula Darah Normal Berapa? Disimak Angka yang Perlu Kamu Ketahui!
Diclofenac Sodium Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terkait

Saturday, 18 July 2026 - 09:40 WIB

Sering Terbangun Tengah Malam? Ini 5 Cara Mengatasi Asam Lambung Naik pada Malam Hari Secara Alami yang Ampuh!

Monday, 13 July 2026 - 17:12 WIB

Katarak: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Mata Katarak Sejak Dini

Saturday, 11 July 2026 - 07:00 WIB

Bye Perut Begah! Ini Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami yang Super Ampuh

Monday, 6 July 2026 - 14:07 WIB

Telapak Kaki Dingin? Kenapa Ya? Yuk, Bongkar Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sunday, 5 July 2026 - 11:23 WIB

Acetylcysteine Obat Apa? Fungsi, Dosis, dan Efek Sampingnya

Berita Terbaru