Keutamaan Puasa Syawal
SwaraWarta.co.id – Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan Ramadan, umat Muslim disambut dengan bulan Syawal yang penuh kemenangan.
Namun, ibadah tidak berhenti begitu saja setelah Idulfitri. Salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan adalah menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal.
Banyak orang berbondong-bondong mengejar amalan ini karena keutamaan puasa Syawal yang luar biasa besar di sisi Allah SWT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal bukan sekadar tradisi, melainkan bentuk ketaatan yang memiliki landasan dalil yang kuat. Mengapa ibadah ini begitu istimewa? Hal ini dikarenakan puasa Syawal menjadi pembuktian bahwa konsistensi ibadah kita tidak luntur meski Ramadan telah berlalu.
Inilah keutamaan yang paling masyhur. Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seolah-olah telah berpuasa sepanjang tahun. Secara matematis, satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat; 30 hari Ramadan ditambah 6 hari Syawal (36 hari) dikali sepuluh sama dengan 360 hari—jumlah hari dalam satu tahun hijriah.
Sama halnya dengan salat sunah rawatib yang menambal kekurangan dalam salat fardu, puasa Syawal berfungsi menutup kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi selama puasa Ramadan. Tidak ada manusia yang luput dari khilaf, dan puasa sunah ini hadir sebagai penyempurna pahala kita.
Salah satu ciri diterimanya amal ibadah seseorang oleh Allah SWT adalah orang tersebut dimudahkan untuk melakukan kebaikan setelahnya. Dengan menjalankan puasa Syawal, itu menjadi sinyal positif bahwa ibadah Ramadan kita membuahkan ketakwaan yang berkelanjutan, bukan sekadar musiman.
Puasa ini bisa dilakukan mulai tanggal 2 Syawal (setelah hari raya Idulfitri). Anda boleh melakukannya secara berturut-turut selama enam hari atau dilakukan secara terpisah (selang-seling) selama masih berada di bulan Syawal. Niatnya pun cukup sederhana, yakni niat menjalankan puasa sunah Syawal karena Allah SWT.
Bagi Anda yang masih memiliki utang puasa Ramadan (qadha), para ulama menyarankan untuk melunasi utang tersebut terlebih dahulu sebelum mengejar keutamaan puasa sunah ini agar kewajiban utama terpenuhi.
SwaraWarta.co.id - Jelaskan pengertian dan ruang lingkup filsafat ketuhanan serta perbedaannya dengan pendekatan teologis-dogmatis. bagaimana…
SwaraWarta.co.id – Ada beberapa cara download FF Beta di Google Play? Bagi para pemain setia…
SwaraWarta.co.id - Apa dukungan yang anda butuhkan untuk melakukan upaya tindak lanjut keteraturan suasana kelas?…
SwaraWarta.co.id - Seringkali saat ingin menikmati musik favorit, kamu justru merasa kesal karena suara hanya…
SwaraWarta.co.id - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, baru saja menjadi buah bibir setelah mengalami insiden…
SwaraWarta.co.id – Apakah yang dimaksud dengan fungsi transaksional dalam bahasa menurut Gillian Brown dan George…