Berita

Hotel Sultan Milik Siapa? Kisah Panjang Perebutan Aset Negara!

SwaraWarta.co.id – Pertanyaan “Hotel Sultan milik siapa?” menjadi perbincangan hangat di tengah publik menyusul eksekusi pengosongan lahan hotel bintang lima di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 18 Juni 2026 lalu. Untuk menjawabnya, kita perlu menelusuri sejarah panjang kepemilikan properti ikonik ini.

Awal Mula: Dibangun di Atas Lahan Negara

Tanah eks Hotel Sultan merupakan aset negara yang dibebaskan pemerintah sekitar tahun 1959 dalam rangka penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta.

Lahan tersebut dikelola negara melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 1/Gelora di bawah Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK). Hotel yang awalnya bernama Hotel Hilton ini kemudian dibangun dan dikelola oleh pihak swasta

Pengelolaan oleh Keluarga Sutowo

Selama beberapa dekade, Hotel Sultan dikelola oleh PT Indobuildco, perusahaan milik keluarga konglomerat Sutowo.

Pendiri perusahaan ini adalah Ibnu Sutowo, mantan Direktur Utama Pertamina era Orde Baru yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Setelah Ibnu Sutowo, kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya, Pontjo Sutowo, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Indobuildco.

Pontjo Sutowo lahir di Palembang pada 17 Agustus 1950 dan memulai karier bisnisnya dengan mendirikan perusahaan galangan kapal PT Adiguna Shipyard pada 1970. Pada awal 1980-an, ia mengambil alih pengelolaan Hotel Sultan dan menjadi sosok utama di balik operasional hotel mewah tersebut.

Sengketa Hukum dan Status Terkini

Polemik kepemilikan bermula ketika Hak Guna Bangunan (HGB) yang dipegang PT Indobuildco dinyatakan telah habis masa berlakunya sejak 2023. Pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara dan PPKGBK mengajukan permohonan eksekusi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada November 2025, pengadilan memutuskan bahwa negara (melalui HPL Nomor 1/Gelora) adalah pemilik sah lahan tersebut.

Setelah melalui proses hukum yang berlangsung sekitar 26 tahun, eksekusi pengosongan lahan akhirnya dilakukan. Kini, Hotel Sultan resmi menjadi milik negara.

Rencananya, aset ini akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Injourney atau The Meru, dan dikembangkan menjadi ikon baru Indonesia dengan konsep sport tourism berstandar internasional.

Jadi, jawaban dari pertanyaan “Hotel Sultan milik siapa?” adalah: kini resmi menjadi milik negara Indonesia, setelah sebelumnya selama puluhan tahun dikelola oleh keluarga Sutowo melalui PT Indobuildco. Proses ini menjadi pengingat pentingnya kepastian hukum dalam pengelolaan aset negara untuk kemakmuran rakyat.

 

Mulyadi

"Seorang penulis profesional yang melintang hampir 3 tahun lebih di berbagai macam media ternama di Indonesia seperti, Promedia, IDN Times, Pikiran Rakyat, Duniamasa.com, Suara Kreatif, dan SwaraWarta."

Recent Posts

Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai? Ini Jadwal Lengkapnya

SwaraWarta.co.id – Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai? Turnamen sepak bola anyar bergengsi di kawasan…

41 minutes ago

Kenapa WA Sering Terblokir? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya

SwaraWarta.co.id - Pernahkah kamu tiba-tiba tidak bisa masuk ke akun WhatsApp dan melihat pesan peringatan…

1 hour ago

Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2026, Mimpi Semifinal Buyar

SwaraWarta.co.id - Timnas Indonesia harus menelan pil pahit, untuk mengakhiri perjuangannya di Piala AFF 2026 lebih cepat dari…

1 hour ago

Resep Rempeyek Kacang Tanah Renyah dan Tahan Lama untuk Camilan Sehari-hari

SwaraWarta.co.id - Resep rempeyek kacang tanah renyah selalu jadi buruan utama pecinta camilan tradisional di…

2 hours ago

4 Cara Menghasilkan Uang dari HP dengan Mudah dan Terbukti Membayar

SwaraWarta.co.id - Cara menghasilkan uang dari HP kini bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas sehari-perhatian…

20 hours ago

Kenapa Wifi Tidak Bisa Tersambung? Ini 6 Penyebab Utama dan Cara Cepat Mengatasinya!

SwaraWarta.co.id - Pernah mengalami momen menyebalkan saat sedang asyik browsing atau menonton film, tiba-tiba koneksi…

24 hours ago