SwaraWarta.co.id – Tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan berdasarkan temuan survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Berdasarkan riset yang digelar pada 5–19 Juli 2026, kepuasan masyarakat berada di angka 51,1 persen.
Angka ini merosot tajam sebesar 30,1 persen dibandingkan periode November 2025 yang sempat menyentuh 81,2 persen. Sebaliknya, kelompok masyarakat yang menyatakan kurang puas hingga tidak puas melonjak drastis dari 16 persen menjadi 46,9 persen.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor Utama Penyebab Penurunan Kepuasan Publik
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa penurunan kepuasan terhadap kepemimpinan nasional tidak terjadi secara kebetulan. Tren negatif ini berbanding lurus dengan memburuknya persepsi masyarakat pada tiga aspek utama: ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Berikut rincian indikator utama yang memicu sorotan publik:
- Kondisi Ekonomi Nasional: Hanya 15,7 persen responden yang menilai kondisi ekonomi dalam keadaan baik. Sementara itu, 49,4 persen menilai ekonomi buruk akibat melemahnya daya beli konsumen dan dinamika pasar.
- Kondisi Politik: Sebanyak 42,8 persen masyarakat menilai situasi politik memburuk, sementara yang menilai baik hanya tersisa 13,5 persen. Respon publik terpengaruh oleh isu-isu kebebasan sipil serta dinamika kebebasan berekspresi.
- Penegakan Hukum: Responden yang menganggap kondisi hukum buruk mencapai 37,6 persen, berbanding 26,4 persen yang memberikan penilaian positif.
Rincian Distribusi Suara Responden
Survei yang melibatkan 749 responden dengan margin of error sebesar ±3,7 persen ini memetakan persepsi publik ke dalam beberapa kategori:
| Kategori Penilaian | Persentase |
| Sangat Puas | 4,8% |
| Cukup Puas | 46,3% |
| Kurang Puas | 35,0% |
| Tidak Puas Sama Sekali | 11,9% |
| Tidak Tahu / Tidak Menjawab | 2,1% |
Alarm Penting bagi Pemerintah
Penurunan drastis dalam kurun waktu sembilan bulan ini menjadi alarm kritis bagi jajaran kabinet pemerintahan. Publik menantikan langkah riil dan respons cepat pemerintah dalam menstabilkan perekonomian, menguatkan kepastian hukum, serta menjaga iklim politik tetap kondusif agar kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih.
Untuk gambaran lebih detail mengenai faktor-faktor pemicu pergeseran persepsi publik ini, Anda dapat menyaksikan tanyangan Survei SMRC: Kepuasan Publik ke Prabowo Turun Jadi 51,1%, Apa Penyebabnya?.
Video tersebut relevan karena menyajikan laporan visual mendalam dari media nasional mengenai rincian temuan survei SMRC beserta analisis dampaknya terhadap dinamika politik nasional.

















