Doa Iftitah Muhammadiyah
SwaraWarta.co.id – Doa iftitah Muhammadiyah merupakan salah satu bacaan penting yang dilafalkan setelah takbiratul ihram dalam shalat.
Bagi warga Muhammadiyah maupun umat Islam pada umumnya, membaca doa pembuka ini menjadi momen awal untuk membangun kekhusyukan sebelum melafalkan surat Al-Fatihah.
Mari kita bedah secara lengkap mulai dari lafal, arti, hingga keutamaan yang ada di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tuntunan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, bacaan doa iftitah yang umum digunakan adalah riwayat sahih dari HR. Bukhari dan Muslim.
Lafal ini berfokus pada permohonan pembersihan dosa dan kesalahan kepada Allah SWT.
Berikut adalah bacaan doa iftitah yang biasa diamalkan:
Teks Arab: اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
Teks Latin: Allahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqat tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khathaayaaya bil maai wats tsalji wal barad.
Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air es.”
Kalau kamu perhatikan dengan cermat, setiap bait dalam doa ini punya pengandaian yang luar biasa indah. Ada tiga poin utama yang bisa kamu resapi saat membacanya di awal shalat.
Ibarat jarak antara timur dan barat yang tidak pernah bertemu, kamu meminta agar Allah menjauhkan dirimu dari perbuatan dosa yang telah lalu maupun yang akan datang.
Ibarat kain putih yang sangat mudah terlihat jika terkena noda, dosa juga bisa mengotori hati. Melalui doa ini, kamu memohon agar hati kembali bersih suci tanpa bekas noda sedikit pun.
Penggunaan ungkapan “air, salju, dan air es” menjadi lambang kepasrahan dan penyejuk jiwa. Kesalahan yang panas akibat hawa nafsu dibasuh hingga dingin dan bersih kembali.
Meskipun hukum membaca doa iftitah adalah sunnah, menghadirkannya dalam setiap shalat punya dampak besar bagi kualitas ibadah kamu.
Meningkatkan Kekhusyukan: Membaca dan memahami artinya membantu pikiran kamu fokus sepenuhnya kepada Sang Pencipta sejak rakaat pertama.
Meneladani Nabi Muhammad SAW: Mengamalkan bacaan ini berarti kamu berusaha menjalankan shalat persis seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Sarana Introspeksi Diri: Sebelum meminta hal-hal duniawi dalam doa lainnya, kamu diajak untuk menyadari kekurangan dan memohon ampunan terlebih dahulu.
Mengamalkan bacaan yang sesuai dengan tuntunan rasul akan membuat ibadah terasa lebih mantap dan berkesan di hati.
SwaraWarta.co.id - Kenapa upacara tidak di IKN? Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
SwaraWarta.co.id - Penyebab HP tiba-tiba mati dan cara mengatasinya sering kali jadi informasi yang paling…
SwaraWarta.co.id - Apakah Rhoma Irama meninggal dunia atau kabar yang beredar di media sosial cuma…
SwaraWarta.co.id - Cara membuat surat izin sekolah dan kasih contohnya sering kali menjadi pencarian utama…
SwaraWarta.co.id - Mencari cara nonton ufc gratis sering kali bikin pusing karena banyaknya situs streaming…
SwaraWarta.co.id – Batas sholat subuh jam berapa? Mencari tahu batas sholat subuh jam berapa sering…