Penyelidikan Mendalam Setelah Kecelakaan Pesawat Jeju Air yang Mematikan di Korea Selatan

- Redaksi

Thursday, 2 January 2025 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Dari berita internasional, pihak Kepolisian Korea Selatan melakukan penggeledahan di beberapa lokasi terkait kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi pada akhir Desember 2024.

Salah satu lokasi yang disisir adalah Bandara Internasional Muan yang terletak di Muan County, Jeollanam-do.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, penggeledahan juga dilakukan terhadap kantor maskapai Jeju Air serta badan penerbangan regional sebagai bagian dari penyelidikan lebih lanjut.

Operasi pencarian dan penyitaan ini dilakukan oleh Badan Kepolisian Provinsi Jeonnam pada Kamis, 2 Januari 2025.

Para pejabat menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya untuk mengungkap penyebab jatuhnya Pesawat Jeju Air Penerbangan 2216.

Baca Juga :  Warga Bali Menangkap Seorang Bule yang Akan Menculik 2 Anak

Pihak berwenang, termasuk pejabat dari Amerika Serikat, turut terlibat dalam penyelidikan ini untuk memverifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Penyelidikan semakin intensif setelah pada Rabu, 1 Januari 2025, pihak berwenang Korea Selatan berhasil mengamankan salah satu dari dua kotak hitam Boeing 737-800 yang terlibat dalam kecelakaan.

Kotak hitam ini, yang mengalami kerusakan signifikan akibat kecelakaan, akan dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis lebih lanjut.

Pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan petunjuk penting mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Selain itu, pihak berwenang Korsel juga meluncurkan pemeriksaan terhadap seluruh armada pesawat Boeing 737-800 yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan tidak ada masalah teknis yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan di masa depan.

Baca Juga :  Sejarah Hari Ibu di Indonesia: Perjuangan Perempuan dari Kongres Pertama hingga Peringatan Nasional

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap seluruh operasi maskapai penerbangan Jeju Air untuk mengevaluasi prosedur keselamatan yang diterapkan oleh perusahaan tersebut.

Sebelumnya, sebelum kecelakaan terjadi, pemeriksaan pra-penerbangan terhadap pesawat Jeju Air yang terlibat dalam insiden ini dilakukan beberapa jam sebelum keberangkatan.

CEO Jeju Air, Kim Yi-bae, dalam konferensi pers di Seoul, mengungkapkan bahwa pemeriksaan tersebut tidak menemukan adanya masalah teknis pada pesawat.

Meskipun demikian, penyelidikan terus berlanjut untuk mencari tahu mengapa roda pendaratan pesawat tidak turun saat pesawat melakukan pendaratan darurat.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024, saat pesawat Jeju Air yang sedang dalam perjalanan dari Bangkok hendak mendarat di Bandara Internasional Muan.

Baca Juga :  Ole Romeny Siap Debut di Timnas Indonesia, Ingin Merasakan Atmosfer Suporter Merah Putih

Saat mendarat, pesawat tersebut tergelincir ke dinding ujung landasan dan terbakar.

Insiden ini mengakibatkan 179 orang meninggal dunia, sementara dua awak pesawat berhasil selamat.

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap secara jelas penyebab utama dari kecelakaan tragis ini, serta memberikan gambaran lebih mendalam mengenai prosedur keselamatan yang harus diperbaiki di masa depan untuk mencegah kejadian serupa.***

Berita Terkait

Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak
BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!
BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur Baru untuk MBG
Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Berapa Jumlah Gaji 13 Pensiunan? Berikut ini Informasi Terbarunya!
Kenapa Indomaret Tutup Hari Ini? Ternyata Ini Akar Permasalahannya!
Alasan Prabowo Subianto Copot Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 18:00 WIB

Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak

Friday, 5 June 2026 - 09:59 WIB

BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!

Thursday, 4 June 2026 - 10:45 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Thursday, 4 June 2026 - 07:49 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Wednesday, 3 June 2026 - 11:24 WIB

Berapa Jumlah Gaji 13 Pensiunan? Berikut ini Informasi Terbarunya!

Berita Terbaru