Penjualan Ritel Mei 2025 Diperkirakan Turun Tipis, Tapi Masih Tumbuh Dibanding Tahun Lalu

- Redaksi

Saturday, 14 June 2025 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan Ritel (Dok. Ist)

Penjualan Ritel (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Mei 2025 mencapai angka 234,0.

Meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan April 2025 yang mencatat angka 235,5, secara tahunan penjualan ritel tetap tumbuh sebesar 2,6 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya.

Dalam laporan Survei Penjualan Eceran yang dirilis pada Jumat, 13 Juni 2025, BI menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan ritel bulan Mei terutama didukung oleh kelompok barang budaya dan rekreasi, makanan, minuman, tembakau, serta subkelompok sandang atau pakaian.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara bulanan, penjualan pada Mei diprediksi mengalami kontraksi sebesar 0,6 persen. Meski demikian, angka ini menunjukkan perbaikan karena penurunan penjualan di bulan April jauh lebih dalam, yaitu mencapai 5,1 persen.

Baca Juga :  Jelang Pemberlakuan PPN, DJP Ungkap Hal Ini

Beberapa kelompok barang seperti perlengkapan rumah tangga dan barang budaya serta rekreasi justru mencatatkan peningkatan penjualan, yang dipicu oleh meningkatnya permintaan selama libur Hari Waisak dan Kenaikan Isa Almasih.

Sementara itu, pada bulan April 2025, IPR tercatat sebesar 235,5. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan April 2024 yang mencapai 236,3.

Pada bulan tersebut, kelompok barang yang menyumbang penjualan terbesar adalah suku cadang dan aksesori kendaraan, bahan bakar kendaraan bermotor, serta barang budaya dan rekreasi.

Namun, secara bulanan, penjualan pada April mengalami kontraksi cukup tajam, yaitu sebesar 5,1 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya permintaan masyarakat setelah masa Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga :  Menjelajahi Steam Controller, Mengubah Paradigma dunia Gaming PC

Dari sisi harga, Bank Indonesia mencatat bahwa tekanan inflasi diperkirakan menurun dalam beberapa bulan ke depan. Ini terlihat dari penurunan Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk bulan Juli dan Oktober 2025.

IEH Juli tercatat sebesar 141,9 dan IEH Oktober sebesar 144,5, menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya yang masing-masing sebesar 146,4 dan 153,1.

Penurunan indeks ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha memperkirakan tekanan kenaikan harga akan lebih ringan dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Kenapa Harga Sawit Turun Drastis Belakangan Ini? Ternyata Faktor Utamanya Ini!
Kenapa Rupiah Melemah Terus? Ini 3 Penyebab Utama yang Wajib Kamu Tahu!
4 Cara Cek Emas Asli atau Palsu Agar Tidak Tertipu, Pahami Panduan Berikut Ini!
Apa Itu UMA dalam Saham? Bukan Sanksi, tapi Peringatan Dini dari BEI
Cara Daftar KUR BRI Online 2026: Solusi Modal Usaha Cepat Tanpa Ribet Antre!
Cara Mengelola Keuangan dengan Gaji UMR Agar Tetap Bisa Menabung dan Investasi
Investasi Saham vs Reksa Dana untuk Pemula: Mana yang Lebih Cuan di 2026?
7 Jenis Sembako Termurah yang Wajib Dibeli, Nomor 3 Paling Dicari Saat Harga Naik!

Berita Terkait

Friday, 22 May 2026 - 10:19 WIB

Kenapa Harga Sawit Turun Drastis Belakangan Ini? Ternyata Faktor Utamanya Ini!

Monday, 18 May 2026 - 10:29 WIB

Kenapa Rupiah Melemah Terus? Ini 3 Penyebab Utama yang Wajib Kamu Tahu!

Friday, 17 April 2026 - 12:07 WIB

4 Cara Cek Emas Asli atau Palsu Agar Tidak Tertipu, Pahami Panduan Berikut Ini!

Friday, 17 April 2026 - 09:40 WIB

Apa Itu UMA dalam Saham? Bukan Sanksi, tapi Peringatan Dini dari BEI

Sunday, 5 April 2026 - 15:43 WIB

Cara Daftar KUR BRI Online 2026: Solusi Modal Usaha Cepat Tanpa Ribet Antre!

Berita Terbaru