Kasus viral kembali mencuri perhatian publik setelah beredarnya video yang disebut sebagai “link video Dea Store Meulaboh” di media sosial seperti TikTok.
Rekaman itu memperlihatkan seorang perempuan berhijab digiring dan diarak oleh warga di Meulaboh, Aceh Barat, menarik jutaan penonton dan mengundang pencarian tautan rekaman penuh.
Dalam cuplikan video yang beredar luas, terlihat seorang perempuan dengan baju merah dan hijab hitam berjalan di tengah kerumunan warga yang soraki dan rekam momen tersebut menggunakan ponsel.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Narasi yang menyertai unggahan tersebut menyebutkan bahwa perempuan itu adalah seorang staf marketing HP dari toko Dea Store, yang diduga terlibat tindakan asusila dengan seorang CEO.
Menurut narasi yang berkembang di TikTok, sebelum perempuan itu diarak, warga setempat dikabarkan telah menggerebek sebuah ruko dengan rolling door tertutup, yang kemudian diidentifikasi memiliki papan nama bertuliskan “Shoppe Cell Meulaboh.” Beberapa menit setelah warga membuka pintu, perempuan tersebut keluar dan langsung dikelilingi massa.
Kasus ini memicu gelombang pencarian di platform seperti TikTok, di mana istilah “link video Dea Store Meulaboh” menjadi trending. Banyak akun yang mengklaim memiliki tautan menuju video lengkapnya dan membagikannya di bio atau kolom komentar mereka.
Namun, para pakar keamanan digital dan media sosial mengimbau masyarakat tidak mudah klik tautan yang tidak jelas asalnya, terutama ketika berkaitan dengan konten sensasional seperti ini karena berisiko mengarah ke situs berbahaya, phishing, atau malware.
Hingga saat berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi mengenai identitas perempuan maupun bukti autentik tentang link rekaman video penuh yang dimaksud.
Sementara isu ini terus menjadi perbincangan netizen di jagat maya, otoritas setempat di Aceh Barat diharapkan menindaklanjuti kejadian tersebut melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

















