Jagat media sosial kembali digemparkan oleh fenomena “viral mukena pink saat sholat” yang menjadi salah satu topik paling banyak dicari netizen di platform seperti TikTok dan mesin pencari.
Nyaris setiap hari, sejumlah akun di media sosial menuliskan istilah ini, bahkan tidak sedikit warganet yang mencoba memburu link video tanpa sensor (no sensor) yang mereka yakini sebagai versi lengkap rekaman tersebut.
Video yang awalnya beredar menampilkan cuplikan singkat seorang perempuan mengenakan mukena berwarna pink bermotif geometri saat sholat.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rekaman tersebut, bagian dada sang perempuan tertutup oleh sensor persegi putih yang memicu keingintahuan publik. Ketika unggahan itu viral, netizen langsung bereaksi dengan mencari versi video yang tidak disensor.
Perubahan pola pencarian di media sosial semakin memperlihatkan rasa penasaran masyarakat terhadap fenomena ini. Tidak lagi sekadar mencari “link video full”, kini istilah pencarian spesifik seperti “viral mukena pink saat sholat no sensor” marak dicantumkan di kolom pencarian TikTok serta mesin pencari lainnya.
Namun hingga berita ini diturunkan, pihak yang mengklaim memiliki video versi lengkap tanpa sensor belum membuktikan keberadaannya secara faktual. Banyak unggahan hanya memuat cuplikan pendek yang sama, sementara versi panjang tanpa sensor masih menjadi mitos di kalangan warganet.
Fenomena seperti ini menunjukkan bagaimana rasa penasaran publik dapat mendorong tren pencarian online dalam waktu singkat. Warganet pun diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi konten sensitif yang belum jelas sumbernya, karena tautan yang menjanjikan konten “no sensor” sering kali justru mengarah ke situs yang tidak aman atau berisiko terhadap keamanan data.

















