SwaraWarta.co.id – Apa perkembangan terbaru terkait klaim iran yang menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln? Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan klaim mengejutkan.
Teheran menyatakan telah berhasil melancarkan serangan rudal dan drone ke kapal induk kebanggaan Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Lalu, apa perkembangan terbaru dari situasi ini?
Perkembangan terbaru mengonfirmasi bahwa perang pernyataan antara Iran dan Amerika Serikat semakin sengit.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada 13 Maret 2026, media Iran melaporkan bahwa operasi presisi yang melibatkan rudal dan drone canggih telah menghantam kapal induk tersebut di Laut Oman, sekitar 340 kilometer dari perbatasan maritim Iran.
Klaim ini bahkan menyebut bahwa kapal perang AS terpaksa mundur dengan kecepatan tinggi setelah serangan, sebuah narasi yang digembar-gemborkan sebagai “kekalahan bersejarah” bagi militer AS.
Juru bicara senior angkatan bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa USS Abraham Lincoln telah “dinonaktifkan secara operasional.” Pernyataan ini tentu langsung memicu reaksi keras dan bantahan cepat dari pihak Amerika Serikat.
Bantahan AS dan Insiden di Laut
Di sisi lain, Washington dengan tegas membantah klaim tersebut. Komando Pusat AS (CENTCOM) segera merilis pernyataan dan bukti visual bahwa kapal induk mereka tetap beroperasi penuh. Mereka menegaskan bahwa USS Abraham Lincoln terus mendukung “Operasi Epic Fury” dan memproyeksikan kekuatan dari laut.
Menurut laporan CBS News yang dikutip media Indonesia, memang terjadi insiden antara kapal Iran dan kapal perang AS.
Sebuah kapal Iran dilaporkan berlayar terlalu dekat dengan kelompok tempur kapal induk, sehingga kapal perusak AS melepaskan tembakan meriam. Namun, sumber tersebut menyebutkan bahwa tembakan itu meleset dan tidak jelas apakah itu dimaksudkan sebagai tembakan peringatan. Poin pentingnya, tidak ada konfirmasi bahwa rudal Iran berhasil mencapai sasarannya.
Kronologi Eskalasi Klaim
Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya Iran membuat klaim serupa. Beberapa hari sebelumnya, pada awal Maret 2026, IRGC juga mengklaim bahwa drone mereka berhasil menghantam kapal induk yang sama, memaksanya mundur hingga 1.000 kilometer.
Bahkan sebelumnya, pada akhir Februari, Iran mengklaim telah menembakkan empat rudal balistik ke kapal tersebut.
Setiap kali, Pentagon dan CENTCOM selalu membantah, dengan menyatakan bahwa rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati kapal. Kontradiksi ini menunjukkan bahwa konflik saat ini tidak hanya terjadi di medan perang fisik, tetapi juga di ranah propaganda.
Hingga saat ini, belum ada bukti independen yang mengonfirmasi klaim Iran bahwa USS Abraham Lincoln berhasil dihantam. Amerika Serikat konsisten dengan bantahannya dan menunjukkan kapal induk tersebut masih beroperasi. Yang jelas, ketegangan di Teluk masih sangat tinggi, dan perkembangan terbaru hanyalah babak terbaru dari perang urat syaraf antara kedua negara di tengah konflik bersenjata yang lebih luas di kawasan.

















