Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru

- Redaksi

Monday, 27 April 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG

SwaraWarta.co.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar duka dari Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Seorang balita berinisial MAB (2) dikabarkan meninggal dunia setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Informasi ini sontak memicu kekhawatiran publik yang masih hangat usai insiden keracunan massal sebelumnya. Namun, benarkah kematian tersebut murni disebabkan oleh makanan program MBG?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian & Gejala yang Dialami

Insiden bermula pada 14 April 2026. Saat itu, korban bersama 134 anak lainnya di Kecamatan Leles menerima paket MBG dari SPPG Sukasirna 02.

Menu yang disajikan adalah mi kecap, telur dadar, susu, dan buah. Namun, korban terakhir mengonsumsi MBG pada 14 April 2026, karena keesokan harinya (15 April) ia menolak makan. Dua hari setelahnya, tepatnya pada 16 April 2026 pagi, korban mulai menunjukkan gejala muntah-muntah dan diare.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Staff purchasing Roti O (PT. Sebastian Citra Indonesia) Penempatan Cianjur Tahun 2025 (Lamar Sekarang)

Kondisinya terus memburuk, hingga ia dilarikan ke Puskesmas Leles dan kemudian dirujuk ke RSUD Pagelaran pada 22 April 2026 sore.

Setelah menjalani perawatan intensif selama sekitar 12 jam di IGD, balita malang itu menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 24 April 2026.

Dokter mendiagnosis penyebab kematian adalah syok septik yang berkaitan dengan komplikasi gangguan pencernaan serta adanya riwayat diare sebelumnya.

Klarifikasi Resmi: BGN & Dinkes Masih Tunggu Hasil Lab

Meskipun dugaan publik mengarah pada keracunan MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) dengan tegas membantahnya.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa informasi kematian balita akibat program MBG adalah tidak benar.

Pihak BGN juga mengungkap bahwa dari total 2.174 penerima manfaat yang menerima menu serupa pada 14 April, tidak satu pun mengalami gangguan pencernaan, yang menjadi indikator bahwa makanan dalam kondisi aman dan layak konsumsi.

Baca Juga :  Penjual Pentol Keliling Tipu Warga Lamongan hingg Rp 167 Juta

BGN menduga gejala keracunan muncul setelah orang tua memberikan tambahan makanan berupa apel dan susu formula yang dibeli secara mandiri di luar program MBG.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Cianjur, Made Setiawan, juga menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kematian sebelum hasil uji laboratorium keluar, yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu pekan. Ayah korban, Sahjanudin (41), turut menegaskan bahwa anaknya meninggal murni karena sakit, bukan karena program MBG.

Pelajaran Penting: Bijak Menyikapi Informasi

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak mudah terpancing oleh berita viral yang belum tentu benar.

Di tengah simpang siur informasi, mari kita tunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang dan selalu berempati kepada keluarga yang sedang berduka.

Baca Juga :  Apa itu Rabu Wekasan? Tradisi Islam Jawa?

Program MBG yang bertujuan mencerdaskan generasi bangsa harus terus diawasi kualitasnya agar tujuan mulia ini tidak ternodai oleh kejadian serupa di masa depan.

 

Berita Terkait

Kapan Nilai TKA SD Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Ceknya
Purbaya Akui Belum Tahu Sumber Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Program Ambisius Ini Jadi Tanda Tanya
TPG April 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulan Ini
Apa Manfaat Utama PJP Bagi Lansia? Panduan Lengkap Menjaga Kualitas Hidup di Usia Senja
Kapan Hari Vespa Sedunia? Yuk Cari Tahu Disini!
Kapan Pembagian Dividen BBRI 2026? Simak Jadwal Cum Dividen hingga Tanggal Pembayarannya
Harga Minyak Goreng Naik, Tertinggi Tembus Rp60 Ribu per Liter
Cara Cek Desil Aceh 2026: Panduan Lengkap & Akurat Lewat Situs Resmi Pemerintah

Berita Terkait

Monday, 27 April 2026 - 18:28 WIB

Balita di Cianjur Meninggal Dunia Usai Diduga Menyantap MBG: Fakta, Kronologi, dan Klarifikasi Resmi Terbaru

Friday, 24 April 2026 - 09:07 WIB

Kapan Nilai TKA SD Keluar? Ini Jadwal Resmi dan Cara Ceknya

Friday, 24 April 2026 - 03:48 WIB

Purbaya Akui Belum Tahu Sumber Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Program Ambisius Ini Jadi Tanda Tanya

Thursday, 23 April 2026 - 11:19 WIB

TPG April 2026 Kapan Cair? Simak Jadwal Lengkap Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulan Ini

Wednesday, 22 April 2026 - 12:28 WIB

Apa Manfaat Utama PJP Bagi Lansia? Panduan Lengkap Menjaga Kualitas Hidup di Usia Senja

Berita Terbaru