SwaraWarta.co.id – Kenapa bayi sering gumoh? Melihat si kecil mengeluarkan kembali susu yang baru saja diminum tentu membuat kamu merasa khawatir.
Fenomena ini sangat umum terjadi pada bayi baru lahir hingga usia beberapa bulan. Namun, pertanyaan besar yang sering muncul di benak orang tua adalah kenapa bayi sering gumoh dan apakah hal tersebut membahayakan pertumbuhannya?
Memahami mekanisme tubuh si kecil akan membantu kamu lebih tenang dalam memberikan perawatan terbaik.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengenal Penyebab Kenapa Bayi Sering Gumoh
Gumoh, atau dalam istilah medis disebut refluks, terjadi ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan. Ada beberapa alasan utama mengapa hal ini sangat sering terjadi pada fase awal kehidupan bayi:
- Katup Lambung Belum Sempurna: Bayi memiliki otot sirkular (sfingter) di bagian bawah kerongkongan yang berfungsi sebagai pintu masuk ke lambung. Pada bayi, katup ini belum kuat sepenuhnya, sehingga cairan mudah keluar kembali.
- Ukuran Lambung yang Kecil: Bayi memiliki kapasitas lambung yang sangat terbatas. Jika kamu memberikan susu terlalu banyak dalam satu waktu, lambung akan kelebihan beban.
- Posisi Tubuh: Bayi lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring telentang, yang memudahkan cairan mengalir balik ke atas akibat gravitasi.
Cara Membedakan Gumoh dan Muntah
Seringkali orang tua tertukar antara gumoh biasa dengan muntah. Gumoh biasanya mengalir begitu saja dari mulut tanpa disertai kontraksi otot perut yang kuat.
Si kecil pun umumnya tetap terlihat ceria dan tidak merasa kesakitan. Sebaliknya, muntah melibatkan dorongan kuat dari perut dan biasanya membuat bayi rewel atau tampak lemas.
Tips Ampuh Meminimalisir Gumoh pada Si Kecil
Setelah mengetahui alasan kenapa bayi sering gumoh, kamu bisa melakukan beberapa langkah praktis berikut untuk mengurangi frekuensinya:
- Pastikan Posisi Menyusu yang Benar
Pastikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya saat menyusu. Jika kamu menyusui dengan botol, pastikan dot terisi penuh dengan susu agar si kecil tidak banyak menelan udara. Udara yang terperangkap di lambung seringkali menjadi pemicu utama cairan terdorong keluar.
- Sendawakan Bayi Secara Rutin
Jangan menunggu sampai sesi menyusu selesai untuk menyendawakan bayi. Cobalah untuk menyendawakannya setiap kali ia berpindah payudara atau setelah meminum beberapa mililiter susu dari botol. Menepuk punggungnya dengan lembut akan membantu mengeluarkan gas tanpa membawa serta susunya.
- Hindari Tekanan pada Perut
Setelah menyusu, jangan langsung mengajak si kecil bermain secara aktif atau menekan bagian perutnya. Biarkan si kecil dalam posisi tegak (digendong tegak) selama kurang lebih 20 hingga 30 menit. Pastikan juga popok yang kamu pakaikan tidak terlalu ketat di bagian pinggang.
Kapan Kamu Harus Menghubungi Dokter?
Meskipun gumoh adalah hal yang normal, kamu tetap perlu waspada jika muncul tanda-tanda “lampu merah”. Segera konsultasikan ke dokter jika:
- Berat badan si kecil tidak kunjung naik.
- Cairan yang keluar berwarna hijau, kuning, atau disertai darah.
- Gumoh terjadi dengan sangat hebat (proyektil) hingga menyemprot jauh.
- Bayi menolak untuk menyusu secara terus-menerus.
Kesimpulannya, alasan kenapa bayi sering gumoh mayoritas disebabkan oleh sistem pencernaan yang masih dalam tahap perkembangan. Seiring bertambahnya usia, biasanya setelah melewati 6 bulan, frekuensi gumoh akan berkurang dengan sendirinya. Tetaplah sabar dan nikmati setiap momen pertumbuhan si kecil!

















