SwaraWarta.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil sikap tegas terhadap keberadaan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di wilayahnya.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyatakan dengan jelas bahwa tidak ada tempat bagi ormas yang dinilai berpotensi mengganggu ketenteraman dan stabilitas keamanan di Bumi Khatulistiwa.
Pernyataan tegas ini disampaikan Krisantus saat membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) ke-39 tahun di Rumah Radakng, Pontianak. Dalam sambutannya, ia menyoroti maraknya aksi premanisme yang berkedok organisasi kemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada tempat bagi ormas atau kelompok manapun yang berpotensi mengganggu ketenteraman di Kalimantan Barat. Saya tegaskan, GRIB tidak diterima di Kalbar,” ujar Krisantus dengan tegas.
Instruksi Tegas kepada Kesbangpol
Tak hanya pernyataan lisan, Wagub Kalbar juga telah menginstruksikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalbar untuk tidak memberikan ruang gerak sedikit pun kepada ormas GRIB. Instruksi tersebut mencakup penolakan terhadap permohonan audiensi maupun bentuk komunikasi resmi lainnya.
Alasan di balik sikap tegas ini cukup jelas. Krisantus menilai keberadaan GRIB Jaya telah menimbulkan keributan dan keresahan di berbagai tempat.
“Saya lihat keberadaan mereka sudah menimbulkan keributan di sejumlah tempat. Sudah cukup. Mereka bikin ribut di mana-mana,” tegasnya.
Sinergi TNI dan Polri Jaga Keamanan
Wakil Gubernur Kalbar juga mengajak aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas dan ketertiban daerah.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
“Mari kita berkolaborasi menghadirkan rasa aman di Kalimantan Barat. Keamanan adalah fondasi utama pembangunan. Tanpa ketenteraman, tidak ada aktivitas yang bisa berjalan produktif,” ujar Krisantus.
Pemprov Perketat Pengawasan Ormas
Sebagai bagian dari komitmen menjaga stabilitas daerah, Pemprov Kalbar juga akan memperketat pendataan dan pengawasan terhadap seluruh organisasi kemasyarakatan di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi konflik horizontal maupun gangguan kerukunan antarkelompok masyarakat.
Keberagaman, menurut Krisantus, adalah kekuatan Kalimantan Barat. Karena itu, pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk gerakan yang merusak harmoni sosial.
Latar Belakang GRIB Jaya
GRIB Jaya adalah organisasi massa yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal. Ormas ini kerap dikaitkan dengan berbagai aktivitas kontroversial, termasuk aksi demonstrasi dan politik, serta beberapa peristiwa yang melibatkan tindakan kekerasan. Penolakan terhadap GRIB sendiri bukan hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat Kalbar yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalimantan Barat.
Dengan sikap tegas ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketenteraman di Bumi Khatulistiwa, serta memastikan tidak ada ruang bagi ormas yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial kemasyarakatan.

















