Workshop Survei ECDI: Upaya BKKBN Sultra Mewujudkan Generasi Emas 2045

- Redaksi

Friday, 23 August 2024 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop Survei ECDI (Dok. Ist)

Workshop Survei ECDI (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja mengadakan workshop untuk survei Early Childhood Development Index (ECDI).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung terciptanya Generasi Emas pada tahun 2045 di daerah Bumi Anoa, Sultra.

Baca Juga: Acara Tunangan Bocah 4 Tahun di Sampang Mendadak Viral, Ini Kata Dinkes Setempat

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Kerja Data dan Informasi BKKBN Sultra, Alief Imran Saputra, menjelaskan bahwa survei ECDI akan dilakukan di delapan kabupaten/kota, 16 kecamatan, dan 48 desa/kelurahan di Sultra.

“Survei ECDI dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus sampai dengan 22 September 2024 dengan Sasaran 10 Keluarga yang memiliki anak usia 24-59 bulan di setiap desa/kelurahan,” katanya

Baca Juga :  Pemerintah Dinilai Berhasil Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

ECDI adalah alat yang digunakan untuk mengukur perkembangan anak usia dini. Dengan melakukan pendataan ini, BKKBN ingin mengetahui seberapa baik perkembangan anak-anak tersebut dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan psikososial.

Hasil dari survei ECDI nantinya akan digunakan oleh para pemangku kebijakan untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam membangun generasi masa depan yang berkualitas.

Pada tahun 2024, Bappenas juga mempercayakan kepada BKKBN untuk mengukur indikator ECDI melalui Pemutakhiran PK-24, dengan sasaran 15.000 keluarga yang memiliki anak dalam rentang usia yang sama.

“Pada tahun 2024 Bappenas mempercayakan kepada BKKBN untuk mengukur indikator ECDI melalui Pemutakhiran PK-24. Dengan sasaran keluarga yang memiliki anak usia 24 hingga 59 bulan pada 15.000 keluarga yang terpilih sebagai sampel,” ujarnya

Baca Juga :  KKP: Garam Sabu Raijua Berkualitas Ekspor Meski Dikelola Tradisional

Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN, Lina Widyastuti, menambahkan bahwa Sultra mendapatkan pujian atas pengelolaan data, baik melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) maupun Pemutakhiran PK-24 yang berjalan dengan baik.

Saat ini, Pemutakhiran PK-24 di Sultra sudah mencapai 67 persen, dan diharapkan semua kabupaten/kota bisa segera mencapai target 100 persen.

Baca Juga: Pernikahan Dini di Jatim Menurun, PJ Gubernur Buka Suara

Kegiatan ini sangat penting karena data yang diperoleh akan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berita Terkait

6 Cara Melaporkan Bansos yang Tidak Tepat Sasaran dengan Mudah
Gaji Nunggak atau Kena PHK Sepihak? Ini Cara Melaporkan Perusahaan ke Disnaker yang Benar
PRJ 2026 Kapan? Catat Jadwal, dan Lokasi Terbarunya!
Kapan Pengumuman TKA SMP? Berikut Ini Jadwal Resminya!
Jadwal Puasa Arafah dan Manfaatnya: Raih Keutamaan di Bulan Dzulhijjah
Gak Pake Ribet! Begini Cara Cek Desil lewat Google untuk Dapat Bantuan Pemerintah
Kenapa Harga Sawit Turun Drastis Belakangan Ini? Ternyata Faktor Utamanya Ini!
Kapan Gaji 13 Cair Tahun 2026? Ini Jadwal Resmi, Penerima, dan Komponennya

Berita Terkait

Sunday, 24 May 2026 - 15:06 WIB

6 Cara Melaporkan Bansos yang Tidak Tepat Sasaran dengan Mudah

Sunday, 24 May 2026 - 12:26 WIB

Gaji Nunggak atau Kena PHK Sepihak? Ini Cara Melaporkan Perusahaan ke Disnaker yang Benar

Saturday, 23 May 2026 - 13:55 WIB

PRJ 2026 Kapan? Catat Jadwal, dan Lokasi Terbarunya!

Saturday, 23 May 2026 - 10:46 WIB

Kapan Pengumuman TKA SMP? Berikut Ini Jadwal Resminya!

Saturday, 23 May 2026 - 10:18 WIB

Jadwal Puasa Arafah dan Manfaatnya: Raih Keutamaan di Bulan Dzulhijjah

Berita Terbaru