Ketegangan Iran dan Pakistan Berlanjut, Dunia Internasional Ikut Bereaksi

- Redaksi

Saturday, 20 January 2024 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran dan Pakistan Bersitegang-SwaraWarta.co.id (Sumber: IRNA English)

SwaraWarta.co.idPakistan saat ini menghadapi ketegangan tinggi dengan Iran setelah serangkaian serangan dan balasan militer.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perdana Menteri Anwaar-ul-Haq Kakar mengambil langkah cepat dengan mengadakan pertemuan keamanan darurat bersama para kepala militer dan intelijen.

Pada Selasa malam, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap sasaran yang disebut sebagai “teroris” di Pakistan, yang menyebabkan dua orang tewas.

Tanggapan cepat dari pihak Pakistan adalah menarik duta besarnya dari Iran dan melancarkan serangan terhadap sasaran militan di Iran pada hari Kamis, menewaskan sembilan orang.

Kondisi ini memaksa PM Pakistan untuk mempersingkat kunjungannya ke Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, menunjukkan seriusnya situasi di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Polisi Kembali Tangkap Pelaku Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Pati

Serangan militer yang jarang terjadi di wilayah perbatasan Balochistan semakin memicu ketegangan regional, yang sudah meningkat akibat konflik Israel-Hamas.

Reaksi internasional terhadap eskalasi konflik ini tidak tergolong ringan.

Amerika Serikat mengajukan permohonan agar kedua negara menahan diri, sementara China menawarkan diri sebagai penengah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, memberikan desakan keras untuk “menahan diri secara maksimal” dan menyelesaikan konflik melalui dialog dan kerja sama.

Guterres menegaskan pentingnya menghormati prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan menjaga hubungan tetangga yang baik.

Kondisi semakin rumit dengan pengumuman dari komandan pangkalan pertahanan udara IRGC Khatam al-Anbiya Iran. Iran bersiap untuk perang dengan meluncurkan latihan militer skala besar di tenggara Iran dekat perbatasan dengan Pakistan.

Baca Juga :  Hubungan Dekat Megawati dan Prabowo: Kirim Bunga hingga Minyak Urut

Latihan ini akan mencakup area dari Abadan hingga Chabahar, dengan total luas 600 kilometer persegi.

Brigadir Jenderal Qader Rahimzadeh mengungkapkan bahwa puluhan pesawat berawak dan tak berawak akan terlibat, sementara sistem pertahanan rudal akan diaktifkan untuk menanggapi sasaran udara yang masuk.

Dalam konteks ini, respons internasional semakin mendesak agar konflik diatasi dengan cara damai.

AS dan China, dua kekuatan besar di tingkat global, memberikan sinyal untuk menahan diri dan membuka jalur dialog.

Meskipun demikian, eskalasi latihan militer Iran menyiratkan bahwa situasinya masih sangat rentan terhadap peningkatan ketegangan.

Keberhasilan diplomasi internasional akan menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik ini tanpa melibatkan lebih banyak kekerasan.

Baca Juga :  Kontroversi Penggunaan Jet Pribadi Kaesang Pangarep: KPK Tidak Temukan Unsur Gratifikasi, IM57+ Institute Desak Penyelidikan Lanjut

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan pentingnya solusi damai melalui dialog, yang diilustrasikan dalam prinsip-prinsip kedaulatan, integritas wilayah, dan hubungan tetangga yang baik.

Terlebih lagi, kondisi di wilayah tersebut dapat memiliki dampak luas, terutama dengan AS dan China yang berusaha memainkan peran sebagai penengah.

Situasi ini memberikan gambaran tentang kompleksitas geopolitik di kawasan tersebut dan menyoroti pentingnya diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Meskipun ada desakan internasional untuk menahan diri, tantangan nyata adalah mencapai kesepakatan yang dapat memulihkan stabilitas dan menghindari lebih banyak konflik di masa depan.***

Berita Terkait

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”
Inilah 12 Orang Terkaya di Dunia di Tahun 2026
Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru
Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh
Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Berita Terkait

Friday, 30 January 2026 - 15:01 WIB

Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara Arab: “Jangan Bantu Amerika Serikat!”

Thursday, 29 January 2026 - 15:08 WIB

Cara Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026: Panduan Lengkap dan Link Terbaru

Tuesday, 27 January 2026 - 15:44 WIB

Ketegangan Iran-AS Memuncak: Angkatan Laut Republik Islam Siaga Tinggi Penuh

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Berita Terbaru