IHSG Merah Membara Lagi? Ini 5 Penyebab IHSG Sering Anjlok yang Wajib Kamu Tahu!

- Redaksi

Thursday, 25 June 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab IHSG Sering Anjlok

Penyebab IHSG Sering Anjlok

SwaraWarta.co.id – Mengetahui penyebab IHSG sering anjlok adalah langkah awal yang sangat penting bagi kamu yang ingin menjadi investor cerdas dan tidak mudah panik.

Dunia saham memang penuh dengan kejutan. Hari ini hijau subur, besok bisa saja langsung terjun bebas. Fenomena naik turun ini sebenarnya hal yang lumrah, tapi kalau IHSG drop terlalu sering, pasti ada faktor kuat yang sedang menggerakkannya dari balik layar.

Daripada kamu terus-terusan cemas melihat portofolio yang memerah, yuk kita bongkar bersama-sama apa saja yang biasanya bikin indeks saham kebanggaan kita ini mendadak lesu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa Pasar Saham Indonesia Sering Mengalami Penurunan Tajam?

IHSG tidak bergerak di dalam ruang hampa. Sebagai cerminan dari kondisi perekonomian, indeks ini sangat sensitif terhadap berbagai perubahan, baik dari dalam negeri maupun dari kancah internasional. Ketika para raksasa ekonomi dunia batuk, pasar saham kita sering kali ikut bersin.

Selain faktor global, sentimen psikologis dari para pelaku pasar di dalam negeri juga memegang peranan yang luar biasa besar. Ketika kepanikan mulai melanda, aksi jual massal tidak dapat dihindari, dan hal inilah yang membuat angka indeks merosot dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Investasi Saham vs Reksa Dana untuk Pemula: Mana yang Lebih Cuan di 2026?

Faktor Utama Bikin Indeks Saham Kebanggaan Kita Terjun Bebas

Untuk memahami polanya dengan lebih jelas, mari kita bedah beberapa sub-pembahasan penting di bawah ini.

  1. Kebijakan Suku Bunga Bank Sentral AS (The Fed)

Ini dia salah satu musuh utama pasar saham negara berkembang. Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga mereka, para investor asing biasanya langsung mengambil langkah aman. Mereka cenderung menarik modalnya dari Indonesia (capital outflow) dan memindahkannya kembali ke AS karena dinilai lebih aman dan menawarkan imbal hasil yang menarik. Efek domino dari penarikan dana besar-besaran inilah yang langsung membuat IHSG lunglai.

  1. Geopolitik Global yang Memanas

Perang, konflik dagang, atau ketegangan politik antarnegara besar selalu sukses membuat pasar modal bergoyang. Ketika situasi dunia tidak menentu, harga komoditas seperti minyak bumi dan gas biasanya melonjak. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya inflasi tinggi yang bisa memperlambat ekonomi global. Investor yang takut akhirnya memilih untuk menjual saham mereka dan beralih ke aset yang lebih aman seperti emas.

  1. Kondisi Ekonomi Makro Dalam Negeri

IHSG juga sangat bergantung pada rapor ekonomi Indonesia sendiri. Jika data pertumbuhan ekonomi (PDB) kita di bawah ekspektasi, atau jika angka inflasi domestik tiba-tiba melonjak naik, kepercayaan investor akan goyah. Ditambah lagi, jika Bank Indonesia (BI) terpaksa menaikkan suku bunga acuan untuk menahan inflasi, daya beli masyarakat bisa menurun dan beban suku bunga perusahaan terbuka makin membengkak. Hal ini tentu membuat kinerja emiten kurang menarik di mata pasar.

  1. Aksi Profit Taking oleh Investor Besar

Jangan lupakan hukum dasar pasar: apa yang naik pasti akan turun. Ketika IHSG sudah menguat cukup tinggi dalam beberapa waktu, para bandar atau investor institusi besar akan mulai melakukan profit taking alias mencairkan keuntungan mereka. Ketika mereka menjual saham dalam jumlah masif sekadar untuk mengamankan cuan, otomatis grafik IHSG akan tertekan ke bawah.

  1. Sentimen Negatif dan Panic Selling

Poin terakhir ini erat kaitannya dengan psikologi pasar. Kabar burung, rumor regulasi baru, atau laporan keuangan emiten berbobot besar yang buruk bisa memicu kepanikan. Investor ritel yang belum berpengalaman sering kali langsung ikut-ikutan menjual sahamnya tanpa analisis yang matang karena takut rugi lebih dalam. Aksi panic selling massal inilah yang melipatgandakan kecepatan penurunan IHSG.

Baca Juga :  Isu Dipaksa Belajar Tidak Benar Pada Tragedi Pembunuhan di Lebak Bulus

Sekarang kamu sudah tahu, kan, bahwa penurunan indeks itu tidak terjadi tanpa alasan? Jadi, ketika melihat IHSG sedang loyo, jangan langsung patah semangat. Gunakan momen tersebut untuk menyusun ulang strategi investasimu dan berburu saham-saham bagus yang harganya sedang “diskon”.

 

Berita Terkait

Cara Cek Desil KK Online Terbaru untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kenapa Emas Naik Hari Ini? Ini Alasan Utama Lonjakan Harganya!
Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Cek Fakta 5 Agustus 2026
EasySkor Launches: One-Stop Credit Management from Assessment to Repair for Indonesian Users
KJP Plus Agustus 2026 Kapan Cair? Ini Informasi Terbaru dan Cara Cek Penerima
Mengapa Gubernur BI Mundur? Di Balik Pengunduran Diri Perry Warjiyo
Kapan Bansos Tahap 3 Cair? Ini Jadwal, Nominal, dan Cara Cek Penerima PKH & BPNT 2026
Apakah CPNS 2026 Sudah Dibuka? Ini Fakta Terbaru dari BKN dan KemenPANRB

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 15:31 WIB

Cara Cek Desil KK Online Terbaru untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Thursday, 6 August 2026 - 09:12 WIB

Kenapa Emas Naik Hari Ini? Ini Alasan Utama Lonjakan Harganya!

Wednesday, 5 August 2026 - 09:15 WIB

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Cek Fakta 5 Agustus 2026

Tuesday, 4 August 2026 - 18:24 WIB

EasySkor Launches: One-Stop Credit Management from Assessment to Repair for Indonesian Users

Tuesday, 4 August 2026 - 09:13 WIB

KJP Plus Agustus 2026 Kapan Cair? Ini Informasi Terbaru dan Cara Cek Penerima

Berita Terbaru

Ide Bisnis Digital untuk Pemula

Bisnis

7 Ide Bisnis Digital untuk Pemula yang Menjanjikan di 2026

Thursday, 6 Aug 2026 - 14:24 WIB

Cara Ganti Nama di Zoom

Teknologi

Cara Ganti Nama di Zoom Paling Mudah untuk HP dan Laptop

Thursday, 6 Aug 2026 - 09:06 WIB