UTUT Sebagai Mahasiswa UT Semester Tiga, Saat Ini Sedang Belajar Valuasi, Dia Mencoba Menerapkan Pada Usaha Peyek Ikan Wadernya

- Redaksi

Thursday, 15 May 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utut, mahasiswa Universitas Terbuka (UT) semester tiga, tengah mempelajari valuasi bisnis. Ia ingin menerapkan ilmunya pada usaha rumahannya: produksi peyek ikan wader.

Studi kasus ini menantang Utut untuk menghitung nilai wajar usahanya. Estimasi arus kas peyek ikan wadernya cukup menjanjikan, membuat perhitungan valuasi menjadi menarik untuk dikaji.

Analisis Valuasi Usaha Peyek Ikan Wader

Berikut analisis valuasi usaha peyek ikan wader milik Utut, yang akan diuraikan secara bertahap dan detail.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Estimasi Arus Kas

Proyeksi arus kas tahunan peyek ikan wader Utut dimulai dari Rp20.000.000. Angka ini diasumsikan tumbuh 20% per tahun selama lima tahun pertama, lalu melambat menjadi 5% per tahun setelahnya.

Pertumbuhan tinggi di awal mencerminkan potensi pasar yang besar dan strategi pengembangan usaha yang efektif. Namun, pertumbuhan yang melambat setelah lima tahun merupakan asumsi konservatif, memperhitungkan kemungkinan persaingan dan faktor-faktor eksternal lainnya.

Baca Juga :  PAK HARIYONO Akan Membelajarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.7 Menjelaskan Sistem Tata Surya Dan Karakteristik Anggota Tata Surya

Menghitung Arus Kas Lima Tahun Pertama

Berikut perhitungan arus kas tahunan selama periode pertumbuhan tinggi (20% per tahun):

  • Tahun 1: Rp20.000.000
  • Tahun 2: Rp24.000.000 (Rp20.000.000 x 1,20)
  • Tahun 3: Rp28.800.000 (Rp24.000.000 x 1,20)
  • Tahun 4: Rp34.560.000 (Rp28.800.000 x 1,20)
  • Tahun 5: Rp41.472.000 (Rp34.560.000 x 1,20)

Menghitung Nilai Terminal

Setelah lima tahun, pertumbuhan arus kas diasumsikan melambat menjadi 5% per tahun. Untuk memperkirakan nilai usaha jangka panjang (nilai terminal), kita gunakan metode perpetuity pertumbuhan:

Nilai Terminal = Arus Kas Tahun ke-5 x (1 + Tingkat Pertumbuhan) / (Tingkat Diskonto – Tingkat Pertumbuhan)

Dengan tingkat diskonto (biaya modal sendiri) sebesar 12%, perhitungannya adalah:

Nilai Terminal = Rp41.472.000 x (1 + 0,05) / (0,12 – 0,05) = Rp619.674.286 (dibulatkan)

Baca Juga :  BAGAIMANA Cara Anda Membangun Networking Skill Dan Komunikasi Untuk Keberlangsungan Bisinis Tersebut?

Menghitung Nilai Sekarang (Present Value)

Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai sekarang dari arus kas selama lima tahun pertama dan nilai terminal, dengan menggunakan tingkat diskonto 12%:

  • Tahun 1: Rp20.000.000 / (1 + 0,12)^1 = Rp17.857.143
  • Tahun 2: Rp24.000.000 / (1 + 0,12)^2 = Rp19.080.425
  • Tahun 3: Rp28.800.000 / (1 + 0,12)^3 = Rp20.107.342
  • Tahun 4: Rp34.560.000 / (1 + 0,12)^4 = Rp21.000.000
  • Tahun 5: Rp41.472.000 / (1 + 0,12)^5 = Rp23.000.000
  • Nilai Terminal: Rp619.674.286 / (1 + 0,12)^5 = Rp350.000.000 (dibulatkan)

Nilai Wajar Usaha Peyek Ikan Wader

Total nilai sekarang (present value) dari seluruh arus kas adalah penjumlahan dari nilai sekarang arus kas tahunan dan nilai terminal.

Total Nilai Sekarang = Rp17.857.143 + Rp19.080.425 + Rp20.107.342 + Rp21.000.000 + Rp23.000.000 + Rp350.000.000 = Rp451.044.910

Berdasarkan perhitungan ini, nilai wajar usaha peyek ikan wader Utut diestimasi sekitar Rp451.044.910.

Baca Juga :  CEK JAWABAN UAS THE Pengantar Statistika Sosial ISIP4215 Tahun 2025, Simak Pembahasan Lengkapnya

Kesimpulan dan Pertimbangan

Perlu diingat bahwa valuasi ini didasarkan pada asumsi-asumsi tertentu, terutama terkait pertumbuhan arus kas di masa mendatang. Fluktuasi harga bahan baku, perubahan selera konsumen, dan persaingan bisnis dapat memengaruhi akurasi perhitungan.

Analisis sensitivitas terhadap perubahan asumsi pertumbuhan dan tingkat diskonto dapat dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif. Konsultasi dengan ahli keuangan juga disarankan untuk mendapatkan penilaian yang lebih akurat.

Walaupun demikian, studi kasus ini memberikan pemahaman praktis tentang penerapan konsep valuasi dalam konteks usaha kecil menengah (UKM). Utut dapat menggunakan hasil analisis ini sebagai acuan dalam pengambilan keputusan bisnis selanjutnya, seperti rencana ekspansi atau pencarian pendanaan.

Berita Terkait

Bagaimana Upaya Guru Mempelajari dan Menguasai Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Peningkatan Kinerja Berdasarkan Rating Observasi Praktik Kinerja dan Hasil Refleksi?
Apakah yang Dimaksud dengan Lalai Mendirikan Sholat? Berikut Pembahasannya!
Jelaskan Salah Satu Cara Mengamalkan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Sehari-hari?
Jelaskan Kendala-kendala yang Dihadapi Pemerintah Daerah dalam Melaksanakan Otonomi Daerah?
Jelaskan Mengapa Sikap Terbuka Penting, Khususnya dalam Dunia Akademik? Simak Pembahasannya!
Apakah Hal yang Digagas Oleh Richard Stallman Mengenai Foss? Berikut Penjelasannya!
PANCASILA Sebagai Paradigma Pembangunan Tidak Hanya Diwujudkan Melalui Kebijakan Negara, Tetapi Juga Melalui Tindakan Nyata Setiap Warga Negara
DALAM Konteks Perusahaan Multinasional Yang Beroperasi Di Berbagai Negara Dengan Budaya Yang Beragam, Struktur Organisasi Memainkan Peran Penting
Tag :

Berita Terkait

Sunday, 30 November 2025 - 17:37 WIB

Bagaimana Upaya Guru Mempelajari dan Menguasai Kompetensi yang Dibutuhkan untuk Peningkatan Kinerja Berdasarkan Rating Observasi Praktik Kinerja dan Hasil Refleksi?

Sunday, 30 November 2025 - 17:09 WIB

Apakah yang Dimaksud dengan Lalai Mendirikan Sholat? Berikut Pembahasannya!

Sunday, 30 November 2025 - 16:59 WIB

Jelaskan Salah Satu Cara Mengamalkan Nilai Pancasila di Lingkungan Masyarakat Sehari-hari?

Saturday, 29 November 2025 - 12:23 WIB

Jelaskan Mengapa Sikap Terbuka Penting, Khususnya dalam Dunia Akademik? Simak Pembahasannya!

Saturday, 29 November 2025 - 12:13 WIB

Apakah Hal yang Digagas Oleh Richard Stallman Mengenai Foss? Berikut Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara Menghilangkan Iklan yang Mengganggu di Hp Samsung

Teknologi

Cara Efektif Menghilangkan Iklan yang Mengganggu di Hp Samsung

Sunday, 30 Nov 2025 - 16:47 WIB