Apakah Pertamax Disubsidi? Pahami Status dan Skema Harganya

- Redaksi

Wednesday, 10 June 2026 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apakah Pertamax Disubsidi?

Apakah Pertamax Disubsidi?

SwaraWarta.co.id – Apakah Pertamax disubsidi? Bagi pemilik kendaraan bermotor, memilih jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tepat sangat penting untuk menjaga performa mesin.

Di antara berbagai pilihan di SPBU Pertamina, Pertamax menjadi salah satu yang paling populer.

Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya: apakah Pertamax disubsidi oleh pemerintah?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menemukan jawabannya secara jelas, mari simak ulasan mengenai status regulasi dan skema penentuan harga Pertamax berikut ini.

Status Pertamax: BBM Subsidi atau Non-Subsidi?

Secara regulasi resmi, Pertamax (RON 92) adalah BBM non-subsidi. Artinya, pemerintah tidak mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memotong atau menanggung sebagian biaya produksi bensin jenis ini.

Baca Juga :  Aspekpir Minta Pemerintah Lindungi Hak Petani Sawit dalam Penetapan Kawasan Hutan

Berbeda dengan Pertalite (RON 90) yang dikategorikan sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) atau Biosolar yang merupakan Jenis BBM Tertentu (JBT), Pertamax sepenuhnya masuk dalam kategori Bahan Bakar Minyak Umum (JBU). Seluruh biaya produksi hingga distribusi dibebankan pada harga jual yang dibayarkan oleh konsumen.

Bagaimana Harga Pertamax Ditentukan?

Karena statusnya yang non-subsidi, harga Pertamax bersifat fluktuatif. PT Pertamina Patra Niaga secara berkala melakukan evaluasi dan penyesuaian harga pasar keekonomiannya. Faktor utama yang memengaruhi naik-turunnya harga Pertamax antara lain:

  • Harga Minyak Mentah Dunia: Pergerakan harga ICP (Indonesian Crude Price) atau tren minyak global sangat menentukan modal awal produksi.
  • Nilai Tukar Rupiah: Mengingat sebagian bahan baku atau produk hilir migas masih melibatkan perdagangan internasional, melemah atau menguatnya kurs Rupiah terhadap Dolar AS berimplikasi langsung pada harga jual.
  • Pajak Daerah: Besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing provinsi membuat harga Pertamax bisa sedikit berbeda antar wilayah.
Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Pasar Krian Sidoarjo, Ratusan Kios Pedagang Hangus

Sebagai contoh nyata, fluktuasi ini terlihat saat Pertamina melakukan penyesuaian berkala yang membuat harga Pertamax berada di angka Rp16.250 per liter untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, sementara harga Pertalite tetap dikunci di angka Rp10.000 per liter berkat adanya subsidi dan kompensasi negara.

Pertamax tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Harganya bergerak dinamis mengikuti mekanisme pasar keekonomian dan regulasi evaluasi berkala dari korporasi bersama pemerintah.

Meskipun harus membayar harga penuh tanpa sokongan APBN, menggunakan Pertamax memberikan keuntungan tersendiri bagi kendaraan dengan kompresi tinggi. Pembakaran menjadi lebih sempurna, mesin lebih awet, dan emisi gas buang yang dihasilkan jauh lebih ramah lingkungan.

 

Berita Terkait

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!
Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?
VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah
Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!
Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!
Mulai 8 September, WhatsApp Resmi Memerlukan Minimal Android 6.0 Marshmallow
Mengapa WhatsApp Menghentikan Dukungan untuk Android Lawas Mulai September 2026? Berikut Ini Alasannya!
Syarat Daftar KAI Lulusan SMA 2026: Panduan Lengkap

Berita Terkait

Friday, 11 September 2026 - 15:56 WIB

Alasan Kenapa KKB Dilindungi HAM? Memahami Dilema Hukum dan Kemanusiaan!

Thursday, 10 September 2026 - 09:04 WIB

Apa Info Terbaru Terkait Penyitaan Drone Bawah Laut AS oleh Iran di Selat Hormuz?

Wednesday, 9 September 2026 - 10:10 WIB

VIRAL! ART Curi Emas Majikan Hampir Rp1 Miliar, Hasilnya untuk Pesta Pernikahan Mewah

Tuesday, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Apakah Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi? Simak Status Terkininya!

Monday, 7 September 2026 - 10:10 WIB

Apa Alasan Jokowi Mengusulkan Pembentukan PBB Versi Baru Saat Berpidato di Malaysia? Simak Penjelasannya!

Berita Terbaru

Cara pengkinian data JMO

Teknologi

6 Cara Pengkinian Data JMO dengan Mudah dan Cepat Tanpa Ribet

Friday, 11 Sep 2026 - 15:43 WIB