SwaraWarta.co.id – Pernahkah Anda mendengar nama Buya Hamka? Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, siapa Buya Hamka sebenarnya?
Nama ini bukan sekadar nama jalan atau universitas, melainkan sosok besar yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Indonesia.
Mari kita telusuri lebih dalam siapa beliau dan mengapa namanya begitu harum hingga kini.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Buya Hamka adalah nama akrab dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah, seorang ulama, sastrawan, dan pemikir Islam terkemuka Indonesia. Panggilan “Buya” sendiri merupakan gelar kehormatan dari tradisi Minangkabau untuk seorang ahli agama yang dihormati. Beliau lahir di Sungai Batang, Sumatera Barat, pada 17 Februari 1908, dan wafat di Jakarta pada 24 Juli 1981.
Latar Belakang Buya Hamka
Siapa Buya Hamka jika ditinjau dari latar belakang pendidikannya? Ia tumbuh dalam keluarga ulama yang taat. Ayahnya, Haji Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul, adalah pelopor Gerakan Islah di Minangkabau. Meski pendidikan formalnya tidak tamat, kecerdasan dan kegemaran membacanya membuat Buya Hamka menguasai berbagai bidang ilmu, termasuk bahasa Arab, filsafat, sastra, dan sejarah, secara otodidak.
Kiprah Buya Hamka sangat luas. Beliau aktif di organisasi Muhammadiyah dan pernah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama pada tahun 1975. Namun, namanya paling dikenal melalui karya-karya sastranya yang melegenda, seperti novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Selain itu, beliau juga menulis karya monumentalnya di bidang keagamaan, yaitu Tafsir Al-Azhar yang lengkap 30 juz.
Menariknya, Tafsir Al-Azhar justru ditulis Buya Hamka saat beliau berada di penjara pada masa pemerintahan Soekarno. Meski pernah dipenjara tanpa proses pengadilan, beliau tidak pernah menyimpan dendam dan tetap berdakwah dengan penuh kedamaian. Keteguhan prinsip dan akhlaknya inilah yang membuatnya diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011.
Jadi, siapa Buya Hamka? Beliau adalah bukti nyata bahwa seorang ulama dapat menjadi sastrawan hebat, pemikir bebas, dan pejuang bangsa yang menginspirasi lintas generasi. Warisannya bukan hanya nama, tetapi semangat untuk terus belajar, berpikir jernih, dan berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan.

















