Berita

Terungkap, Ini Alasan Bulog Targetkan 1,2 Juta Ton Beras Impor Sebelum Bulan September

SwaraWarta.co.id Perum Bulog akan mengimpor 1,2 juta ton beras lagi tahun ini untuk menutupi penurunan produksi beras dalam negeri dan menjaga stabilitas stok serta harga beras.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, dalam diskusi media di Jakarta, Jumat, menyatakan bahwa impor ini diharapkan dapat terealisasi seluruhnya dan tiba sebelum Desember 2024.

Baca Juga: Beras Mengalami Kenaikan, Segini Harganya Sekarang

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah telah memberikan izin kepada Bulog untuk mengimpor total 3,6 juta ton beras tahun ini. Hingga Juli 2024, sudah terealisasi 2,4 juta ton, sehingga masih ada sisa 1,2 juta ton yang belum terealisasi.

Bayu juga menyebutkan bahwa Bulog saat ini sedang menyelesaikan kontrak impor beras sekitar 300.000 ton.

“Sehingga sisanya ada 900.000 ton lagi (yang belum terkontrak) dari total target 3,6 juta ton. Kami berharap semua bisa masuk sebelum Desember,” ucapnya.

Beras impor ini akan dijadikan cadangan beras pemerintah (CBP) dan digunakan untuk program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan harga jual Rp12.500 per kilogram.

Bayu menambahkan bahwa stok beras saat ini cukup aman, dengan total sekitar 1,5 juta ton, termasuk dari pengadaan beras dalam negeri yang telah mencapai 900.000 ton.

Ia juga menyatakan bahwa Bulog optimis bisa menambah pengadaan beras dalam negeri dalam satu hingga dua bulan ke depan, terutama pada September.

“Kami melihat ada prospek untuk melakukan pengadaan beras dalam negeri dalam satu sampai dua bulan ke depan, terutama pada September nanti,” katanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada 2023 turun 1,39 persen, dari 31,54 juta ton pada 2022 menjadi 31,10 juta ton pada 2023.

Penurunan produksi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti krisis iklim, berkurangnya lahan pertanian, serta masalah pada kondisi tanah dan akses pengairan.

Baca Juga: Memahami Resiko Usaha Beras, Ada Apa Aja?

Produksi padi pada periode Januari-April 2024 turun 17,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 22,55 juta ton.

BPS juga memperkirakan produksi beras pada Januari-Agustus 2024 mencapai 21,38 juta ton, lebih rendah 2,25 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut laporan Kementerian Pertanian, konsumsi beras per kapita di Indonesia pada 2023 mencapai 80,905 kg per tahun, atau rata-rata 0,222 kg beras per hari per orang.

Redaksi SwaraWarta.co.id

Berita Indonesia Terkini 2024 Viral Terbaru Hari Ini

Recent Posts

Bagaimana Rincian Penyaluran Dana Daerah Rp599 Triliun oleh Pemerintah? Mari Disimak!

SwaraWarta.co.id - Bagaimana rincian penyaluran dana daerah Rp599 triliun oleh pemerintah? Pemerintah melalui Kementerian Keuangan…

8 hours ago

Menurut Pendapat Anda, Mengapa Keterbatasan kosakata ini bisa menjadi hambatan besar bagi siswa dalam belajar membaca dan menulis di SD?

SwaraWarta.co.id - Siswa yang memiliki jumlah kosakata sedikit biasanya akan kesulitan memahami isi buku bacaan…

13 hours ago

Bahasa Indonesia Memiliki Kedudukan Sebagai Bahasa Indonesia dan Bahasa Negara, Jelaskan Perbedaan Keduanya dengan Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar?

SwaraWarta.co.id - Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. jelaskan perbedaan keduanya…

14 hours ago

Geger! Seluruh Komisioner KPU-Bawaslu Diadukan ke DKPP soal “Pasal Selundupan” yang Loloskan Gibran di Pilpres 2024

SwaraWarta.co.id – Polemik pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres) di Pilpres 2024 kembali…

14 hours ago

BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Ini Faktanya, Jangan Sampai Salah Info!

SwaraWarta.co.id - BLT Kesra 2026 kapan cair masih menjadi pertanyaan yang paling banyak dicari masyarakat. Kabar…

14 hours ago

Mengapa Tahap Identifikasi dalam Siklus TET Harus Didasarkan pada Data Nyata dan Bukan Sekadar Asumsi Guru? Berikut Ini Pembahasannya!

SwaraWarta.co.id - Mengapa tahap identifikasi dalam siklus tet harus didasarkan pada data nyata dan bukan…

1 day ago