Aturan Jam Mengajar Guru Selama Ramadan: Kebijakan Khusus dari Kemendikdasmen

- Redaksi

Thursday, 23 January 2025 - 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SwaraWarta.co.id – Diberitakan bahea Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan kebijakan baru terkait jam mengajar guru selama bulan Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa para guru tidak diwajibkan untuk memenuhi ketentuan mengajar 24 jam per minggu selama bulan suci tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemenuhan jam mengajar guru telah diatur secara fleksibel, terutama untuk bulan Ramadan.

Ia menyatakan bahwa kewajiban mengajar 24 jam per minggu berlaku pada hari-hari biasa, tetapi pada bulan Ramadan terdapat ketentuan khusus yang berbeda.

Meskipun tidak diwajibkan mengajar selama 24 jam per minggu, para guru akan diberikan kegiatan lain yang dapat dikonversikan setara dengan jam mengajar.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk tetap menjaga produktivitas guru selama Ramadan.

Baca Juga :  Deretan Cara agar Anak Tahan Lapar Selama Menjalani Ibadah Puasa

Namun, ia menambahkan bahwa rincian kegiatan tersebut masih dalam tahap finalisasi bersama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK).

“Kami sedang menyelesaikan konsep kegiatan yang dapat menggantikan jam mengajar selama Ramadan,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa keputusan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi para guru tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Jam kerja guru selama bulan Ramadan akan disesuaikan dengan jadwal kegiatan siswa. Jika siswa mendapatkan libur sekolah, maka para guru juga akan libur mengikuti jadwal tersebut.

Berdasarkan kalender pendidikan, siswa akan mendapatkan libur sekolah pada tanggal 27 dan 28 Februari, serta 3, 4, dan 5 Maret 2025.

Selama masa libur tersebut, siswa diharapkan tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terstruktur di rumah, lingkungan keluarga, atau rumah ibadah.

Baca Juga :  Rekomendasi Pesantren Terbaik di Jawa Barat, Benarkah Cetak Lulusan Berprestasi?

Guru diminta untuk memberikan panduan atau pembekalan kepada siswa agar mereka dapat belajar secara mandiri selama masa libur.

Abdul Mu’ti menekankan bahwa masa libur ini bukanlah waktu untuk sepenuhnya berhenti belajar, melainkan kesempatan untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih fleksibel.

Guru diharapkan dapat memberikan arahan kepada siswa mengenai materi yang perlu dipelajari selama masa libur tersebut.

Kemendikdasmen menekankan pentingnya pembelajaran terstruktur yang dilakukan di luar lingkungan sekolah selama Ramadan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas meskipun tidak berada di sekolah.

“Selama masa libur, siswa dapat belajar di rumah, bersama keluarga, atau di rumah ibadah.

Guru akan memberikan panduan untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan meskipun tidak di sekolah,” ujar Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Ulang Kebijakan Pendidikan di Indonesia, Analisis Kurikulum, PPDB, dan Ujian Nasional

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi guru dan siswa selama bulan Ramadan.

Dengan pengaturan jam mengajar yang lebih fleksibel, para guru tetap dapat melaksanakan tugas mereka tanpa harus terbebani oleh ketentuan jam mengajar yang ketat.

Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus memfinalisasi konsep kegiatan pengganti jam mengajar, sehingga dapat segera diterapkan selama Ramadan.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung produktivitas guru sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjalani pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan suasana Ramadan.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan proses pendidikan tetap berjalan optimal selama bulan suci, tanpa mengurangi esensi dari momen ibadah dan refleksi yang menjadi ciri khas Ramadan.***

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tunjuk Haji Isam Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan
Siapa yang Menjahit Bendera Merah Putih? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!
Apakah Puskesmas Buka Hari Minggu? Ini Fakta dan Layanan Daruratnya!
Bang Jack Meninggal Kenapa? Simak Faktanya di Sini
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru
Penyebab Hutan Kalimantan Terbakar: Mengapa Paru-Paru Dunia Terus Membara?
Mengapa ASN dan Organisasi Publik Dituntut untuk Memiliki Nilai Adaptif di Era Digital? Simak Begini Penjelasannya!
Apakah 25 Agustus 2026 Libur? Berikut Jadwal Resminya!

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 13:22 WIB

Presiden Prabowo Tunjuk Haji Isam Tangani Kebakaran Hutan di Kalimantan

Sunday, 23 August 2026 - 12:46 WIB

Siapa yang Menjahit Bendera Merah Putih? Mari Kita Bahas Secara Lengkap!

Sunday, 23 August 2026 - 12:26 WIB

Apakah Puskesmas Buka Hari Minggu? Ini Fakta dan Layanan Daruratnya!

Sunday, 23 August 2026 - 12:10 WIB

Bang Jack Meninggal Kenapa? Simak Faktanya di Sini

Saturday, 22 August 2026 - 14:44 WIB

Rektor Unsoed Kena OTT KPK, Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru

Berita Terbaru

Bang Jek (Ahmad Zaki Ali)

Berita

Bang Jack Meninggal Kenapa? Simak Faktanya di Sini

Sunday, 23 Aug 2026 - 12:10 WIB

Apakah Boleh Sholat Subuh Jam 6

Lifestyle

Apakah Boleh Sholat Subuh Jam 6? Ini Hukum dan Penjelasannya!

Sunday, 23 Aug 2026 - 10:24 WIB