Bagaimana Kaitan antara Agama dan Negara dalam Penentuan Dasar Negara Indonesia?

- Redaksi

Wednesday, 30 July 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

agama dan negara dalam penentuan dasar negara Indonesia

agama dan negara dalam penentuan dasar negara Indonesia

SwaraWarta.co.id – Bagaimana kaitan antara agama dan negara dalam penentuan dasar negara Indonesia? Indonesia, dengan keberagaman budayanya yang kaya, selalu menghadapi pertanyaan fundamental mengenai kaitan antara agama dan negara dalam penentuan dasar negaranya.

Sejak proklamasi kemerdekaan, perdebatan ini telah menjadi bagian integral dari sejarah bangsa, menghasilkan konsensus unik yang mencerminkan karakter majemuk Indonesia.

Pergumulan Awal: Islam sebagai Dasar Negara?

Pada awal kemerdekaan, gagasan untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara mengemuka, didukung oleh sejumlah tokoh dan organisasi Islam.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka berargumen bahwa mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim, sehingga syariat Islam sepatutnya menjadi landasan hukum negara. Namun, pandangan ini tidak disambut bulat.

Tokoh-tokoh nasionalis, termasuk Soekarno, berpendapat bahwa dasar negara harus mencakup seluruh elemen bangsa, tanpa memandang suku, ras, atau agama. Mereka khawatir jika agama tertentu dijadikan dasar negara, akan menimbulkan perpecahan dan diskriminasi terhadap kelompok minoritas.

Baca Juga :  Jelaskan Langkah-langkah yang Dilakukan Manusia untuk Merealisasikan Peran Sebagai Khalifah! Simak Jawabannya di Sini

Peran Penting Pancasila

Titik temu dari perdebatan sengit ini adalah Pancasila. Lahirnya Pancasila sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945, sehari setelah proklamasi kemerdekaan, merupakan kompromi brilian yang mengakomodasi berbagai pandangan. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, secara eksplisit mengakui keberadaan Tuhan dan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, sila ini tidak menunjuk pada satu agama tertentu, melainkan mengakui kebebasan beragama bagi setiap warga negara.

Pancasila dirumuskan sebagai falsafah yang mempersatukan, bukan memecah belah. Nilai-nilai seperti kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial melengkapi prinsip ketuhanan, membentuk suatu sistem yang harmonis.

Dengan demikian, Pancasila menempatkan agama dalam posisi yang terhormat, namun tidak menjadikannya satu-satunya penentu dasar negara.

Baca Juga :  Sikap Berikut Yang Sesuai Dengan Nilai Yang Terkandung Dalam Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Adalah

Hubungan Simbiotik yang Dinamis

Kaitan antara agama dan negara di Indonesia dapat digambarkan sebagai hubungan simbiotik yang dinamis. Agama memberikan landasan moral dan etika bagi kehidupan bernegara, sementara negara menjamin kebebasan beragama dan melindungi hak-hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinannya.

Negara tidak hanya mengakui keberadaan agama, tetapi juga memfasilitasi kehidupan beragama melalui berbagai kebijakan, seperti pendidikan agama di sekolah dan pembangunan tempat ibadah.

Meskipun demikian, prinsip ini bukan tanpa tantangan. Sesekali, muncul interpretasi yang mencoba menarik negara ke arah teokrasi atau, sebaliknya, meminggirkan peran agama. Namun, komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara telah terbukti menjadi benteng yang kuat dalam menjaga keseimbangan ini.

Baca Juga :  Jelaskan Pengertian Budaya Akademik dalam Islam, Bagaimana Islam Memandang Pentingnya Budaya Akademik dalam Kehidupan Seorang Muslim?

Dalam penentuan dasar negara Indonesia, agama memainkan peran penting sebagai sumber nilai dan moral, namun tidak menjadi satu-satunya penentu. Pancasila adalah manifestasi nyata dari bagaimana bangsa Indonesia berhasil menemukan titik temu antara aspirasi keagamaan dan kebutuhan akan persatuan dalam keragaman. Keseimbangan ini adalah kunci bagi stabilitas dan kemajuan Indonesia, memungkinkan setiap warga negara untuk hidup berdampingan secara damai, menghargai perbedaan, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.

 

Berita Terkait

Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4
Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H
Mengenal Pavane: Arti, Sejarah, dan Pesona Tarian Klasik yang Megah
KJP Plus Bulan Maret 2026 Kapan Cair Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cara Cek Terbaru
Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!
Bagaimana Cara Belut Berkembang Biak? Berikut ini Pembahasannya Secara Lengkap!
JANGAN LEWATKAN Tiga Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Ramadhan Bacaan Doa yang Dibaca Setiap Malam Ramadhan
Mengapa Sriwijaya Disebut Kedatuan Bukan Kerajaan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Berita Terkait

Tuesday, 24 February 2026 - 06:32 WIB

Momentum Percepatan Sertifikasi: 98 Ribu Guru Kemenag Sukses Ikuti Uji Pengetahuan PPG Batch 4

Sunday, 22 February 2026 - 17:20 WIB

Teks Kultum Ramadhan 2026 Singkat Penuh Makna tentang Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan 1447 H

Sunday, 22 February 2026 - 17:12 WIB

Mengenal Pavane: Arti, Sejarah, dan Pesona Tarian Klasik yang Megah

Sunday, 22 February 2026 - 17:09 WIB

KJP Plus Bulan Maret 2026 Kapan Cair Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Cara Cek Terbaru

Saturday, 21 February 2026 - 14:51 WIB

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

Berita Terbaru

Cara Tukar Uang Baru di Bank Indonesia

Teknologi

4 Cara Tukar Uang Baru di Bank Indonesia dengan Mudah dan Aman

Tuesday, 24 Feb 2026 - 09:27 WIB