Dikabarkan Mengundurkan Diri dari Jabatan Menteri, Luhut Binsar Panjdaitan Kondisinya Membaik

- Redaksi

Wednesday, 25 October 2023 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dikabarkan Mengundurkan Diri dari Jabatan Menteri, Luhut Binsar Panjdaitan Kondisinya Membaik

SwaraWarta.co.id Lama tidak terdengar kabar perihal sakitnya Luhut Binsar Pandjaitan di Singapura, jubir Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan kondisi Luhut membaik.

Jodi Mahardika, sebagai jubir menambahkan pula soal isu mundurnya Menteri Luhut Binsar Pandjaitan karena sakit adalah tidak benar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luhur Binsar Pandjaitan disebutkan bahwa kondisinya sudah mulai pulih pasca perawatan instenfi di salah satu rumah sakit di Singapura.

Seperti telah diketahui sebelumnya Menteri Luhut dilarikan ke rumah sakit di Singapura pasca sakit yang menderanya akibat faktor kelelahan.

Untuk saat ini, menurut Jodi, Menteri Luhut sedang dalam proses pemulihan sakitnya terutama dalam perawatan intensif yang difokuskan untuk bagian fisiotherapy-nya.

Baca Juga :  Elon Musk Kecam Penangkapan Pavel Durov

Bukan hanya juru bicara Kementerian Marves-nya saja yang memberikan kabar terbaru sola Menteri Luhut, yang bersangkutannya pun memberikan kabar tersebut via media sosial pribadunya.

Luhut menyebutkan bahwa dirinya sudah hampir sepekan berada di Singapura, ia melalui berbagai perawatan intensif pihak medis di rumah sakit tersebut.

Meski tidak menyenangkan, menurut Luhut ia berusaha semangat menjalani perawatan demi perawatan tersebut dengan mencoba bersemangat, karena keinginannya yang kuat untuk cepat sembuh.

Setelah perawatan, Luhut harus melakukan fase pemulihan yang masih membutuhkan waktu yang tentu saja menuntut Luhut untuk memiliki komitmen yang kuat agar bisa sembuh dengan cepat.

Untuk saat ini Luhut sudah diperbolehkan, meski dibatasi untuk beraktivitas normal yang ringan-ringan saja seperti mencoba mendengarkan dan melihat laporan-laporan dari pekerjaan yang ia tinggalkan di waktu seminggu terakhir ini.

Baca Juga :  Mesty Ariotedjo: Dokter Anak dengan Pendidikan Tinggi dan Kemampuan Komunikasi yang Memukau

Adapun untuk pekerjaan yang harus dikerjakan oleh Luhut Binsar Pandjaitan selama dirinya sakit, masih dihandle oleh Menko Marves Ad Interim, yakni Menteri Erick Thohir.

Meski untuk sementara tugasnya dipegang oleh Erick Thohir, Luhut masih bisa memantau laporan pekerjaan tersebut meski tidak secara langsung.

Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan bahwa tugasnya selain dipegang sementara Erick Thohir, para deputi di bawah lingkup Kemenko Marves pun ikut bekerja secara maksimal untuk memastikan bahawa tugas-tugas Luhut tetap berjalan.

Masih belum ada kepastian soal kepulangan Luhut Binsar Pandjaitan ke tanah air, pastinya masih menunggu kondisinya benar-benar fit kembali.

Berita Terkait

Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis
Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!
Dua Inovasi Satu Misi: Mahasiswa MBKM UPN Veteran Jawa Timur Kembangkan Eco Paving Block dan Mie Fortifikasi Kalsium untuk Dukung SDGs di Desa Segorotambak
BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!
BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur Baru untuk MBG
Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?
Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Berapa Jumlah Gaji 13 Pensiunan? Berikut ini Informasi Terbarunya!

Berita Terkait

Saturday, 6 June 2026 - 10:06 WIB

Apakah MBG Akan Dihentikan? Fakta Terbaru Program Makan Bergizi Gratis

Saturday, 6 June 2026 - 09:57 WIB

Apakah Polres Buka Hari Sabtu? Berikut Ini Jadwal Operasionalnya!

Friday, 5 June 2026 - 09:59 WIB

BPJS Kelas 1 Bayar Berapa? Simak Rincian Lengkapnya di Sini!

Friday, 5 June 2026 - 09:35 WIB

BGN Stop Sementara Pembangunan Dapur Baru untuk MBG

Thursday, 4 June 2026 - 10:45 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000: Apa Dampaknya bagi Ekonomi Indonesia?

Berita Terbaru