Imbas Boikot Produk Israel, Sejumlah Perusahaan Pendukung Merugi

- Redaksi

Tuesday, 14 November 2023 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Boikot Produk Israel

SwaraWarta.co.id Serangan sporadis yang terus dilakukan oleh pihak zionis Israel terhadap warga Gaza Palestina membuat gerakan boikot produk-produk perusahaan pendukung Israel kian masif.

Upaya boikot yang hampir dilakukan secara serentak di seluruh dunia tersebut telah membawa imbas yang sangat signifikan terhadap omset dari produk-produk pendukung Israel yang terus merugi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah perusahaan mulai tampak panik karena kehilangan banyak pelanggannya semenjak gerakan boikot mulai didengungkan, bahkan tidak tanggung-tanggung penurunan tersebut sangat drastis.

Mereka mulai melakukan sejumlah klarifikasi perihal jumlah kerugian yang mereka harus tanggung sejak usaha boikot produk pendukung Israel digulirkan.

Meski belum bisa menjelaskan secara pasti total kerugian yang harus diderita perusahaan-perusahaan tersebut, Al Jazeera bisa memberikan sedikit gambaran nominal kerugian.

Baca Juga :  IHSG Naik 25 Poin, Didukung Optimisme Pasca Pelantikan Presiden Prabowo Subianto

Nominal yang dimaksud merujuk pada boikot tahun 2018, yang kurang lebih akan sama seperti saat ini yakni di kisaran US$ 11,5 miliar atau setara dengan Rp. 180,84 triliun rupiah untuk kurs sekarang di angka Rp. 15.694 perdolar Amerika.

Akan hal ini pihak Israel mulai ketar-ketir atas imbas ini sehingga mulai mencari upaya diplomatis dalam menghadapi gerakan boikot ini.

Akibat gerakan ini, di dalam negeri Israel sendiri sangat terdampak dengan perkiraan banyak warga masyarakatnya yang akan kehilangan pekerjaan.

Boikot yang dilakukan oleh masyarakat seluruh dunia ini setidaknya mampu melemahkan kekuatan Israel dan memaksa pihak zionis ini untuk memikirkan mengakhiri serangan mereka atas Gaza.

Baca Juga :  Inspiratif, Sempat Ngajar Ngaji di Desanya Mahasiswa Ini Bisa Buktikan Kuliah dan Kerja Tidak jadi Penghalang Prestasi

Meski secara tegas pihak petinggi menyebutkan bahwa upaya boikot masyarakat dunia itu tidak berdampak apa-apa terhadap mereka, akan tetapi pada kenyataan sebenarnya, mereka hanya sedang menutupi diri karena tidak ingin dikatakan lemah.

Diakui atau tidak, boikot seluruh masyarakat dunia telah membuat posisi Israel lemah karena kekurangan pasokan dana yang biasanya digelontorkan oleh perusahaan pendukung mereka.

Dana yang sejatinya digunakan untuk keperluan persenjataan dan kebutuhan perang sedikit demi sedikit mulai berkurang.

Di Indonesia sendiri upaya pembokiotan produk-produk dari perusahaan pendukung Israel terus dilakukan, bahkan sekelas MUI langsung menurunkan fakta haram bagi produk-produk pendukung perusahaan Israel.

Upaya pemboikotan ini sendiri cukup efektif, bahkan sejumlah gerai makanan cepat saji di sejumlah negara memutuskan untuk berhenti beroperasi.

Baca Juga :  Indonesia Borong 48 Jet Tempur Generasi Kelima KAAN dari Turki

Berita Terkait

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump
Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran
Pasukan Elite Kolombia Siagakan Diri di Perbatasan Usai Serangan AS ke Venezuela

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 16:16 WIB

Usai Serang Venezuela, Greenland Jadi Target Ambisi Ekspansionis Trump

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Tuesday, 6 January 2026 - 19:08 WIB

Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional

Tuesday, 6 January 2026 - 17:19 WIB

Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi

Berita Terbaru

Kesehatan

Asam Lambung Naik? Ini Cara Mengatasi yang Ampuh dan Alami

Friday, 9 Jan 2026 - 15:35 WIB