Erupsi Gunung Semeru: Aktivitas Vulkanik Terekam Seismograf, Waspada Bahaya Awan Panas dan Lahar

- Redaksi

Monday, 16 December 2024 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Erupsi Gunung Semeru (Dok. Ist)

Erupsi Gunung Semeru (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, mengalami beberapa kali erupsi pada Minggu, dengan letusan yang mencapai ketinggian 1 kilometer di atas puncaknya.

Erupsi ini terjadi sebanyak enam kali dari pukul 03.44 WIB hingga 16.50 WIB, dengan tinggi kolom letusan antara 400 meter hingga 1.000 meter di atas puncak.

Pada pukul 16.50 WIB, erupsi terakhir tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 105 detik, meskipun visual kolom erupsi tidak teramati.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erupsi pertama dimulai pada pukul 03.44 WIB, dengan kolom letusan yang teramati mencapai sekitar 1.000 meter dan abu yang berwarna kelabu, mengarah ke timur laut.

Baca Juga :  PSSI Gandeng Yoshimi Ogawa untuk Tingkatkan Kualitas Wasit Indonesia

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 130 detik.

Erupsi lainnya terjadi pada pukul 05.01 WIB, dengan kolom letusan sekitar 400 meter, dan pada pukul 05.18 WIB, kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak.

Erupsi pada pukul 06.10 WIB kembali menghasilkan kolom abu yang berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut, dengan kolom letusan mencapai 1.000 meter. Erupsi ini terekam dengan amplitudo 22 mm dan durasi 162 detik.

Erupsi terakhir terjadi pada pukul 15.24 WIB dan 16.50 WIB, meskipun visual letusan tidak terlihat, namun tercatat di seismograf. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa Gunung Semeru saat ini berstatus Waspada.

Baca Juga :  Utang Pilkades Rp 800 Juta, Kades di Mojokerto Korupsi Dana Desa Rp 120 Juta

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 16.50 WIB dan tinggi kolom erupsi tidak teramati, namun erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 105 detik,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Berdasarkan status tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi untuk masyarakat.

Di sektor tenggara, di sepanjang Besuk Kobokan, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius delapan kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga harus menghindari aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, karena ada potensi terjadinya awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Huawei Mate X6 Resmi Rilis di Indonesia, HP Lipat Premium dengan Desain Tangguh dan Fitur Canggih

Masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru, karena ada risiko bahaya lontaran batu pijar.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya pula.

Selain itu, perlu diwaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan yang bisa terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Berita Terkait

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!
Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?
Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!
Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!
OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Video Siswi di Pasuruan Diduga Lakukan Perselingkuhan, Istri Sah Bongkar Semuanya!
Car Free Day Sampai Jam Berapa? Yuk Cari Tahu Disini dan Catat Jadwal Terbarunya!
IHSG Ambruk 11%! Pasar Saham Indonesia Terpuruk Terdalam Sejak Krisis 1998, Ada Apa Sebenarnya

Berita Terkait

Wednesday, 21 October 2026 - 09:20 WIB

Kenapa Banyak Siraru? Ternyata Ini Alasan dan Fakta di Baliknya!

Wednesday, 21 October 2026 - 07:15 WIB

Ternyata Ini Penyebab KMP Batu Mandi Terbakar! Bukan Sembarang Percikan?

Tuesday, 20 October 2026 - 07:52 WIB

Cara Cek Penerima BSU 2026 Rp900 Ribu, Jangan Sampai Kelewatan!

Monday, 19 October 2026 - 10:19 WIB

Jangan Kaget! Ternyata Segini Pajak Progresif Honda Beat di Jakarta 2026, Bisa Tembus Rp700 Ribuan!

Monday, 19 October 2026 - 10:08 WIB

OTT KPK Guncang BNPB! Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dipakai Beli Saham hingga Emas, Ini Fakta Terbarunya

Berita Terbaru