Dukung Kesejahteraan Bangsa, Jusuf Kalla Targetkan PLTA Kerinci Beroperasi Tahun 2025

- Redaksi

Saturday, 17 August 2024 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jusuf Kalla (Dok. Ist)

Jusuf Kalla (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Jusuf Kalla (JK), pendiri Kalla Group sekaligus mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kerinci, Jambi, mulai beroperasi pada tahun 2025.

PLTA ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan yang dipimpinnya untuk memajukan infrastruktur energi demi kesejahteraan bangsa.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Pabrik Baterai Motor Listrik PT TDL Energy Indonesia Diresmikan, Langkah Penting Menuju Nol Emisi Karbon

JK menyampaikan, proyek yang sedang dibangun ini mendukung program pemerintah untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Proyek PLTA ini sendiri sudah dimulai sejak 28 Maret 2012 dan memiliki kapasitas listrik sebesar 350 megawatt. Lokasinya terletak sekitar 377 kilometer dari Pelabuhan Teluk Bayur dan 400 kilometer dari Jambi.

Baca Juga :  Menjelajahi Keajaiban Lembang Park & Zoo: Tempat Wisata Terbaru di Bandung

Proyek ini memanfaatkan aliran Sungai Merangin dan Danau Kerinci yang memiliki wilayah tangkapan air seluas 1.353 kilometer persegi.

Di antara Danau Kerinci dan bendungan, terdapat daerah tangkapan air seluas 393 kilometer persegi.

PLTA ini akan dilengkapi dengan empat unit pembangkit, yang terdiri dari turbin vertikal tipe francis dengan kapasitas 87,5 megawatt, generator 103 mega volt ampere (MVA), dan transformator utama 110 MVA dengan tegangan 16,5/150 kilovolt.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-79, Jusuf Kalla merayakan bersama para karyawan di lokasi proyek Kerinci.

“Kita hari ini merayakan peringatan HUT RI ke Kerinci Energy sebagai bagian mendukung program pemerintah untuk memberikan kecerdasan dan kesejahteraan untuk seluruh bangsa Indonesia,” kata dia.

Baca Juga :  DPR Minta Kasus Pembakaran Kantor KPU Buru Diusut Tuntas, Termasuk Penyelewengan Dana Pemilu

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada para karyawan yang telah bekerja keras selama lima tahun di pegunungan untuk mendukung pembangunan infrastruktur transisi energi.

“Mereka sudah lima tahun di gunung-gunung. Tapi ini adalah pengabdian mereka kepada bangsa sekaligus untuk memperingati 17 Agustus 2024 hari ini,” katanya.

Baca Juga: Dukungan Elon Musk untuk Trump: Motif Bisnis di Balik Kontroversi Mobil Listrik

Menurutnya, ini adalah bentuk pengabdian mereka kepada bangsa sekaligus memperingati HUT RI pada 17 Agustus 2024.

Berita Terkait

Siapa Hashim Djojohadikusumo? Sosok di Balik Layar Kekuasaan Prabowo yang Jarang Tersorot
Penyebab Raffi Ahmad Dihujat Netizen: Ternyata Ini Pemicu Utamanya!
Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi
KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait
Link Video Bule Prancis 13 Menit Jadi Sorotan Netizen, Warganet Diminta Waspada Terhadap Pencurian Data Pribadi
Link Video “Kakak vs Adik” 17 Menit Viral di Sosmed, Begini Fakta Aslinya!
Saham RANS Entertaiment Anjlok 31% di Bawah IPO, Raffi Ahmad Kena Getahnya?

Berita Terkait

Tuesday, 3 November 2026 - 10:10 WIB

Siapa Hashim Djojohadikusumo? Sosok di Balik Layar Kekuasaan Prabowo yang Jarang Tersorot

Tuesday, 3 November 2026 - 09:27 WIB

Penyebab Raffi Ahmad Dihujat Netizen: Ternyata Ini Pemicu Utamanya!

Monday, 2 November 2026 - 12:00 WIB

Siapa Buya Hamka? Mengungkap Sosok Ulama, Sastrawan, dan Pahlawan Nasional yang Menginspirasi

Monday, 2 November 2026 - 09:56 WIB

KJP Bulan November 2026 Kapan Cair? Ternyata Segini Perkiraan Tanggalnya, Jangan Sampai Ketinggalan!

Sunday, 1 November 2026 - 11:10 WIB

Santriwati Ditodong Laras Panjang Saat Penggeledahan, Kompolnas Turun Tangan Minta Propam Periksa Aparat Terkait

Berita Terbaru