Distributor Gula di Jatim diawasi Satgas Pangan Polri

- Redaksi

Wednesday, 1 May 2024 - 07:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Distributor gula di Jawa Timur 
( Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Tim Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan terhadap stok dan pendistribusian gula di PT Kebun Tebu Mas, Jawa Timur

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini dilakukan demi mencegah adanya penyalahgunaan dari pihak produsen. Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri AKBP Adithia Bagus menjelaskan bahwa PT Kebun Tebu Mas (KTM) bergerak dalam memproduksi gula kristal mentah menjadi gula kristal putih (GKP) dan gula kristal rafinasi (GKR). 

“Stok yang dimiliki PT Kebun Tebu Mas yaitu stok GKP sebanyak 6.040 ton (28 April 2024), dan stok GKR sebanyak 25.082,4 ton (28 April 2024),” kata Adithia dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (1/5/2024).

BACA JUGA: Polri Jamin Distribusi Sembako Aman Selama Bulan Ramadhan

Baca Juga :  Terseret Pinjol, Karyawan Pabrik Gasak 143 Handphone

Adithia menyebutkan bahwa PT KTM mengimpor sebanyak 55 ribu ton gula mentah atau raw sugar. Rinciannya, kapal satu sebanyak 29.858.230 ton (26 Februari 2024-MV Yasa Enirhan), dan kapal dua sebanyak 24.972.730 ton (25 Maret 2024-MV Red Orchid), sehingga total mencapai 54.830,96 ton. 

“Produksi raw sugar ke GKP sebesar 29.003 ton atau 52,92 persen dari total realisasi raw sugar, penggilingan tebu tahun 2023 sebanyak 953.214 ton diambil dari tebu milik petani dengan menghasilkan GKP sebanyak 71.849 ton,” rincianya.

“Target penggilingan tebu tahun 2024, sebanyak 1 juta ton dengan harapan menghasilkan GKP sebanyak 80 ribu ton satu musim giling,” tambah Adithia.

BACA JUGA: Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polda Jatim Lakukan Operasi Pasar di Pasar Surabaya dan Gudang Bulog

Baca Juga :  Bansos PKH 2025 Segera Dicairkan: Berikut Jadwal dan Cara Mengeceknya

Menurut Adithia, musim penggilingan atau panen raya diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Mei hingga November 2024. 

Selain itu, Adithia juga menjelaskan bahwa PT KTM memperoleh bahan baku produksi GKR dari raw sugar yang diimpor dari Thailand, Brasil, dan Australia. 

Sedangkan dalam memproduksi GKP menggunakan bahan baku yang diimpor dan tebu lokal. 

“Bahwa kapasitas produksi PT Kebun Tebu Mas sebesar GKP 12 ribu ton per hari, dan GKR 3.000 ton per hari. Adapun terkait dengan produksi GKR merupakan fasilitas kemudahan import tujuan eksport (KITE), seluruh hasil produksi GKR dikhususkan untuk tujuan ekspor,” jelasnya.

Adithia menginformasikan bahwa harga pendistribusian dari PT. KTM ke distributor untuk gula kristal putih 50 kilogram (kg) sebesar Rp 16.300/kg. 

Sedangkan harga pembelian per kg sebesar Rp 16.700. Sistem penyerapan tebu di PT KTM adalah dengan sistem pembelian tebu (SPT). Pihak petani menawarkan hasil tebu dan dibeli langsung oleh PT KTM. 

Baca Juga :  Belum Genap 1 Bulan Menjabat, Senior Golkar Sayangkan Kepemimpinan Bahlil

“Jumlah petani yang diserap oleh PT. KTM 2.315 orang. Terdapat 18 perusahaan distributor dari PT.KTM dengan wilayah pemasaran Sulawesi, NTT, NTB, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Kalsel, Kaltim dan Kalteng,” terang Adithia.

Lebih lanjut, Adithia menjelaskan bahwa rencana tindak lanjut yang dilakukan Satgas Pangan Polri bersama stakeholder terkait adalah untuk mendorong kelancaran sistem pendistribusian GKP dari produsen ke pembeli. Satgas Pangan Polri akan memastikan tidak ada penyalahgunaan dari pihak produsen.

“Serta melakukan monitoring di tahap distributor, untuk memastikan ketersediaan di retail modern dan pasar tradisional,” tegas Adithia.

Berita Terkait

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!
Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!
Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500
Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya
Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!
Iran Perketat Pengawasan Wilayah Udara di Tengah Ketegangan Domestik dan Ancaman Internasional
VIRAL ! Ibu-Ibu di NTT Tembak Mati Burung Hantu yang ‘Mengganggu’ Tidurnya
Jaksa Agung ST Burhanuddin Tegaskan Perkara Guru Honorer di Jambi Akan Dihentikan

Berita Terkait

Monday, 26 January 2026 - 17:23 WIB

Kenapa Info GTK Tidak Bisa Dibuka? Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya!

Monday, 26 January 2026 - 14:41 WIB

Kapan Jadwal Puasa Muhammadiyah 2026? Yuk Cari Tahu Disini!

Saturday, 24 January 2026 - 08:43 WIB

Banjir Air Mata, Tim SAR Usai Temukan Semua Korban Pesawat ATR 42-500

Saturday, 24 January 2026 - 07:10 WIB

Menelusuri Penyebab Lula Lahfah Meninggal Dunia: Fakta dan Kronologinya

Thursday, 22 January 2026 - 17:36 WIB

Update Terbaru: Berapa UMK Jawa Barat 2026? Cek Daftar Kota dan Kabupatennya!

Berita Terbaru

Cara Membuat Video AI Gratis di Tahun 2026

Teknologi

Cara Membuat Video AI Gratis di Tahun 2026 dengan Mudah

Monday, 26 Jan 2026 - 15:49 WIB

Layvin Kurzawa bergabung dengan Persib Bandung

Olahraga

Layvin Kurzawa Mantan Bek PSG, Resmi Perkuat Persib Bandung

Monday, 26 Jan 2026 - 14:58 WIB