Tfd6BUC8TSd7TSMoTpW9GUr0BA==

Kisah Nabi Ismail dan Sejarah Ibadah Kurban

Nabi Ismail
Kisah Nabi Ismail - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)


SwaraWarta.co.id - Kisah Nabi Ismail AS dimulai dengan kelahirannya yang penuh berkat kepada Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Sarah, yang tidak dapat memiliki anak selama bertahun-tahun.

Dalam Kisah Nabi Ismail tersebut, mereka sangat menginginkan seorang anak untuk menghilangkan kesendirian mereka dan meneruskan warisan keluarga.

Dalam pengabdian kepada suaminya, Sarah mengusulkan agar hamba sahayanya, Hajar, menikah dengan Ibrahim AS dengan harapan dapat memenuhi kerinduan ini.

Pernikahan ini segera memberkati mereka dengan kelahiran putra pertama mereka, Ismail AS.

Ismail, seperti ayahnya, ditunjuk oleh Allah SWT untuk melayani sebagai seorang Nabi yang mulia. Keberkahan keluarga ini menjadi bukti kasih sayang dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.

Dalam perjalanan hidupnya, Ismail tumbuh menjadi seorang pemuda yang saleh dan taat, mengikuti jejak kebenaran dan keadilan yang diajarkan oleh ayahnya, Ibrahim AS.

Dia mengabdikan hidupnya untuk melayani Allah SWT dengan sepenuh hati, memimpin umatnya menuju kebenaran dan kebajikan.

Ketika dipanggil oleh Allah SWT untuk mengemban misi kenabian, Ismail dengan tulus menerima tugas tersebut dan mengabdikan hidupnya untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada umat manusia.

Dia menjadi teladan bagi umatnya, menunjukkan kesetiaan, ketabahan, dan keberanian dalam menghadapi cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah.

Kisah Nabi Ismail AS mengajarkan kita tentang pentingnya kesetiaan kepada Allah, pengabdian kepada-Nya, dan pentingnya mematuhi perintah-Nya.

BACA JUGA: Kisah Nabi Zakaria dan Doa Minta Keturunan yang Dikabulkan oleh Allah

Ia merupakan salah satu dari banyak Nabi yang diutus oleh Allah untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang benar dan membawa pesan-pesan-Nya kepada mereka.

Keberhasilan dan keberkahan hidup Ismail adalah bukti nyata dari kemurahan dan keadilan Allah yang tak terbatas.


Kisah Nabi Ismail AS


Nabi Ismail
Kisah Nabi Ismail - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Suatu hari, Nabi Ibrahim AS meminta Hajar untuk bersiap-siap dengan dirinya dan putra mereka Ismail AS untuk melakukan perjalanan panjang.

Meskipun tidak diberikan rincian tentang perjalanan tersebut, Hajar tetap mendengarkan suaminya.

Keluarga itu melakukan perjalanan jauh melintasi berbagai medan, termasuk tanah yang diolah, gurun, dan pegunungan, hingga mereka mencapai sebuah lembah tandus di Semenanjung Arab.

Di sana, di bawah sebuah pohon yang sepi, mereka berhenti. Daerah itu tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan manusia, pertanian, atau sumber air.

Setelah membantu Hajar turun dari kuda dengan bayi mereka yang masih menyusui, Nabi Ibrahim AS memberikannya kantong kulit berisi kurma dan sebuah kulit air kecil. Kemudian, ia naik ke kudanya untuk memulai perjalanan pulang.

Kaget dengan kepergian tiba-tiba Nabi Ibrahim AS, Hajar berlari mengejarnya, mencari penjelasan.

Tidak mendapat jawaban dari Ibrahim AS, Hajar mengulangi pertanyaannya beberapa kali.

Kemudian, dia menyadari bahwa suaminya tetap diam karena sedang mematuhi perintah dari Yang Maha Kuasa.

BACA JUGA: 3 Kisah Nabi Muhammad yang Menakjubkan dan Luar Biasa

Hajar kemudian kembali ke bawah bayangan pohon, menyaksikan Ibrahim AS melanjutkan perjalanan pulang.

Kepergian ini, meskipun meninggalkan Hagar dan Ismail AS di lembah tandus, adalah bagian dari ujian dan ketundukan yang mendalam kepada kehendak Allah.


Keajaiban Sumur Zamzam


Hajar terus menyusui anaknya dan mengatur porsi kurma dan air yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS.

Namun, persediaan itu cepat habis, meninggalkan keduanya kelaparan di tengah lembah tandus yang gersang.

Dalam keputusasaan, ia berlari ke sana kemari, mendaki antara dua gunung sebanyak tujuh kali sebelum mendengar suara.

Kemudian, ia meredakan diri, menunggu dengan sabar agar suara itu terdengar lagi.

Dengan keterkejutannya, Hajar melihat seorang malaikat di lokasi Zamzam, yang sedang menggali dengan tumitnya (atau sayap) sampai air tiba-tiba mulai mengalir secara ajaib.

Terharu dengan rasa lega, ia berlari ke tempat air tersebut, membuat sebuah struktur mirip baskom di sekitarnya, dan kemudian mengisi kulit airnya.

Namun, air terus mengalir. Hajar memuaskan dahaganya dan menyusui bayinya dengan rasa syukur yang mendalam.

Keajaiban Zamzam ini menjadi tanda kasih sayang Allah yang luar biasa, memberikan penyelamatan kepada Hajar dan Ismail AS di saat yang paling genting.

BACA JUGA: Kisah Nabi Harun dan Keterhubungannya dengan Kisah Nabi Musa AS


Ismail dan Suku Jurhum


Ismail AS tumbuh dewasa di antara suku Jurhum dan belajar bahasa Arab dari mereka.

Ia dihormati oleh suku tersebut karena karakter dan keutamaannya yang luar biasa.

Ketika mencapai usia dewasa, beliau menikahi seorang wanita dari antara mereka.

Hadis singkat menyebutkan wafatnya Sarah, namun baik Al-Qur'an maupun Hadis tidak mencatat detail kejadian tersebut.


Ujian Nabi Ismail


Nabi Ismail
Kisah Nabi Ismail - SwaraWarta.co.id (Sumber: Pinterest)



Suatu hari dalam Kisah Nabi Ismail, Nabi Ibrahim AS mengunjungi Ismail AS di Makkah.

Pada usia ini, Ismail sudah cukup dewasa untuk bekerja bersama ayahnya. Ini adalah ujian yang sangat sulit yang dikirim oleh Allah SWT.

Nabi Ibrahim AS sudah berusia tua, berdoa dengan tekun untuk anak sulungnya, dan Allah SWT mengabulkan keinginannya.

Dia sangat mencintai putranya, namun dia harus tunduk kepada kehendak Allah. Itu adalah ujian iman dan penyerahan total kepada Allah SWT yang paling besar yang dapat dihadapi oleh seseorang.

Ini adalah satu-satunya anaknya, dan kesiapan dan kesediaannya untuk mengorbankan nyawanya adalah ujian tersebut.

Sikap tenang dan kerjasama Ismail AS juga patut dipuji dan dipelajari.

Nabi Ibrahim AS meminta Ismail untuk melakukan perjalanan bersamanya ke Gunung Arafat untuk melakukan kurban.

BACA JUGA: Kisah Nabi Khidir, 3 Hal Menarik yang Patut Dipahami

Menurut beberapa sumber sejarah dan eksegetis, Setan mencoba menggoda Nabi Ibrahim AS pada tiga kesempatan terpisah di Jamarat-al-Ula, Jamarat-al-Wusta, dan Jamarat-al-Kubra.

Setiap kali bertemu, usaha Setan untuk mempengaruhi Ibrahim AS semakin intensif.

Namun, Ibrahim menghindari godaan ini dengan melempari Setan dengan tujuh batu kerikil di setiap lokasi, mengusirnya.

Ada beberapa alasan mengapa dia diminta untuk bersujud untuk berkurban. Pertama, ini bisa dianggap sebagai gestur simbolis yang lebih menunjukkan penyerahan mereka yang total kepada kehendak Allah SWT.

Kedua, itu membantu Ibrahim AS menghindari melihat mata putranya, yang kemungkinan akan membangkitkan rasa belas kasihan dan cinta sambil juga takut melanggar perintah Allah SWT.

Jadi, Nabi Ibrahim AS dan putranya memilih untuk menempatkan pisau untuk menyerang dari bawahnya untuk sedikit meringankan tugas yang mustahil tersebut.

Pada akhirnya, kurban Ismail oleh Nabi Ibrahim batal setelah mendapat perintah penggantian kurban dengan kambing, dan ini merupakan awal dari ibadah kurban dilakukan.

Kisah Nabi Ismail mengajarkan ketaatan kepada Allah SWT.***


Dapatkan update berita Indonesia terkini 2024 serta info viral terbaru hari ini dari situs SwaraWarta.co.id melalui platform Google News.