Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP? Mari Kita Bahas!

- Redaksi

Saturday, 21 February 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP?

Bagaimana Menurut Saudara Hal-hal yang Dapat Ditingkatkan dari Pelaksanaan UP?

SwaraWarta.co.id – Uji Pengetahuan (UP) dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan gerbang terakhir yang harus dilalui calon pendidik sebelum dinyatakan profesional.

Namun, pertanyaan besar yang sering muncul adalah, “Bagaimana menurut saudara hal-hal yang dapat ditingkatkan dari pelaksanaan UP PPG?” Berdasarkan evaluasi dan masukan dari berbagai pihak, ada beberapa aspek krusial yang perlu mendapat perhatian agar ujian ini tidak hanya menjadi formalitas, tetapi juga benar-benar mengukur kompetensi guru masa depan.

  1. Pengembangan Soal yang Lebih Kontekstual dan Transparan

Salah satu keluhan yang sering terdengar adalah soal UP yang terlalu teoretis dan kurang mencerminkan situasi nyata di kelas. Ke depannya, soal perlu dikembangkan agar lebih variatif dan kontekstual, mengukur tidak hanya hafalan, tetapi juga kemampuan analisis dan pemecahan masalah di lapangan. Selain itu, transparansi kisi-kisi dan pemberian umpan balik pasca-ujian juga sangat penting. Peserta perlu tahu di mana letak kelemahan mereka, misalnya melalui rincian skor per kompetensi, agar bisa menjadi bahan refleksi dan perbaikan.

  1. Penguatan Infrastruktur dan Pengawasan

Pelaksanaan UP berbasis komputer (CBT) kerap terkendala masalah teknis, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Gangguan jaringan dan listrik masih menjadi momok. Pemerataan akses dengan menyediakan fasilitas yang memadai dan opsi ujian offline di wilayah tertentu menjadi solusi yang mendesak.

Di sisi lain, kualitas pengawasan juga perlu ditingkatkan. Pengawas harus profesional, tidak hanya paham teknis, tetapi juga mampu mengayomi peserta, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas.

  1. Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Pendampingan

Kualitas lulusan sangat ditentukan oleh proses belajarnya. Materi perkuliahan harus selalu diperbarui agar relevan dengan kurikulum terbaru dan kebutuhan di lapangan. Metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis teknologi juga perlu digalakkan.

Baca Juga :  Ingin Cepat Hamil? Inilah Doa Berhubungan Suami-Istri yang Bisa Anda Coba

Tak kalah penting, peran dosen dan guru pamong harus diperkuat melalui pelatihan berkelanjutan agar bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa PPG lebih efektif. Kegiatan try out dan pendampingan strategi menjawab soal, seperti yang dilakukan berbagai LPTK, terbukti efektif dan perlu diperluas cakupannya.

  1. Manajemen Program yang Lebih Adaptif

Evaluasi dari berbagai LPTK menunjukkan perlunya penyesuaian manajemen program, seperti penjadwalan perkuliahan yang lebih fleksibel mengingat sebagian besar peserta adalah guru yang masih mengajar. Selain itu, perlu ada peningkatan kompetensi teknologi informasi (IT) bagi para guru itu sendiri, agar mereka tidak gagap teknologi saat menghadapi ujian.

Dengan perbaikan yang menyeluruh mulai dari kualitas soal, infrastruktur, pengawasan, hingga proses pembelajaran UP PPG akan mampu melahirkan guru-guru profesional yang tidak hanya lulus ujian, tetapi juga kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia pendidikan.

Baca Juga :  Isi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Perjalanan Panjang Menuju Kemerdekaan

Berita Terkait

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!
Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!
Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?
Mengapa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis, Korupsi Dikatakan Sebagai Sebuah “Pilihan Sikap” Individu di Tengah Berbagai Pilihan yang Ada?
Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keragaman Suku, Agama, dan Budaya?
Apa yang Menjadi Pembeda antara Digital Citizen dan Citizen Journalism? Bagaimana Karakteristik Mereka? Disimak Penjelasannya Berikut Ini!
Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keberagaman Suku, Agama, dan Budaya?
Bagaimana Cermin Orang yang Memiliki Sifat Kreatif, Produktif, dan Inovatif di Era Modern? Berikut Ini Pembahasannya!

Berita Terkait

Sunday, 18 October 2026 - 11:33 WIB

Mengapa Kolaborasi antar Profesi yang Berbeda Penting dalam Mengatasi Tantangan Iklim dan Keberlanjutan? Yuk Mari Kita Bahas dengan Lengkap!

Sunday, 18 October 2026 - 10:01 WIB

Bagaimana Profesi yang Anda Emban Membantu Menyelesaikan Tantangan Lingkungan Kota Ini? Simak Penjelasannya!

Saturday, 17 October 2026 - 09:53 WIB

Bagaimana Keseluruhan Tahapan dalam Acara Pemeriksaan Biasa Mulai dari Dakwaan, Pembuktian, Hingga Putusan Hakim Mencerminkan Prinsip Due Process of Law?

Saturday, 17 October 2026 - 06:13 WIB

Mengapa dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis, Korupsi Dikatakan Sebagai Sebuah “Pilihan Sikap” Individu di Tengah Berbagai Pilihan yang Ada?

Friday, 16 October 2026 - 07:20 WIB

Apa yang Dimaksud dengan Integrasi Nasional dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Indonesia Sebagai Negara yang Memiliki Keragaman Suku, Agama, dan Budaya?

Berita Terbaru

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile

Teknologi

Cara Bayar Paspor di M-Paspor Lewat BCA Mobile dengan Mudah

Sunday, 18 Oct 2026 - 10:10 WIB