| Prosesi Kacar Kucur dalam pernikahan adat Jawa (Dok. Ist) |
SwaraWarta.co.id Dalam budaya Jawa, setalah akad biasanya akan digelar sejumlah prosesi salah satunya yaitu temu manten atau Panggih Manten.
Temu manten sendiri merupakan prosesi pertemuan antara kedua mempelai saat akan naik keatas pelaminan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga:
Jelang Acara Pernikahan, Rizky Febian Dampingi Mahalini Jalani Prosesi Mapamit
Sebelum naik ke pelaminan, biasanya pengantin akan melakukan sejumlah tradisi mulai dari Balang gantal hingga Sinduran.
Pernikahan adat Jawa memiliki prosesi yang unik dan menarik, salah satunya adalah upacara Panggih.
Prosesi ini dilaksanakan setelah pernikahan sah secara agama dan menjadi puncak acara pernikahan adat Jawa. Berikut adalah urutan acaranya:
Balang Gantal adalah prosesi dimana kedua pasangan melempar gantal, sirih yang diikat benang putih.
Mempelai pria melemparkan gantal ke arah dada mempelai wanita sebagai tanda bahwa ia telah menaklukan hati sang pasangan.
Baca Juga:
Rizky Febian dan Mahalini Segera Melangsungkan Pernikahan
Lalu mempelai wanita melemparkan gantal ke arah lutut mempelai pria sebagai tanda bahwa ia akan berbakti kepada sang suami.
Tradisi ini dilakukan dengan cara suami menginjak telur mentah, lalu sang istri membersihkan kaki suaminya dalam posisi berlutut sebagai kesopanan istri kepada suami.
Sinduran adalah prosesi dimana pengantin mengenakan kain sindur dan berjalan menuju pelaminan sambil berpegangan tangan.
Kain sindur berwarna putih dan terdapat renda merah di dalamnya, melambangkan keberanian serta gairah dalam menjalani rumah tangga.
| Prosesi Sinduran (Dok. Ist) |
Kedua mempelai diarahkan untuk duduk di atas pangkuan ayah dari mempelai wanita. Sang ibu naik ke atas panggung untuk bertanya siapa yang lebih berat di antara kedua pasangan.
Baca Juga:
Makeup Pengantin yang Bikin Riasan Makin Memukau
Sang ayah akan menjawab keduanya sama saja, menandakan tidak ada perbedaan kasih sayang kepada kedua mempelai.
Prosesi minum air degan atau air kelapa muda diminum bersama-sama dari satu gelas untuk seluruh keluarga sebagai lambang air suci dan air kehidupan.
Dimana Kacar kucur mempelai pria mengucurkan uang receh serta biji-bijian kepada mempelai wanita sebagai lambang bahwa sang pria akan bertanggung jawab menafkahi keluarganya, serta menjadi tanggung jawab istri untuk mengelolanya.
Dulangan, di mana kedua pengantin akan saling menyuapi sebanyak tiga kali sebagai harapan bahwa kedua pasangan bisa saling rukun, pengertian, dan tolong-menolong dalam menjalani kehidupan pernikahan.
Baca Juga;
Pasangan Rohingya Melangsungkan Pernikahan di Aceh Barat, Ini Kata KUA
Itulah prosesi dalam upacara Panggih pernikahan adat Jawa yang terdiri dari berbagai lambang dan makna.
SwaraWarta.co.id - Veda Ega Pratama semakin menjadi sorotan dunia balap internasional. Penampilan impresif pembalap asal Gunungkidul…
SwaraWarta.co.id - DANA telah menjadi salah satu aplikasi dompet digital paling populer di Indonesia berkat…
SwaraWarta.co.id - Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah di bulan Ramadan, umat Muslim disambut dengan bulan…
SwaraWarta.co.id - Setelah merayakan kemenangan di hari raya Idulfitri, umat Muslim dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah…
SwaraWarta.co.id - Momen hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha selalu dipenuhi dengan kehangatan silaturahmi.…
SwaraWarta.co.id - Hasil veda ega pratama Moto3 di Brasil pada seri kedua Moto3 2026 mencatatkan babak…