Terungkap, Dalang Promosi Judol dengan Host Live Porno Ternyata WNA

Avatar

- Redaksi

Tuesday, 9 July 2024 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SWARAWARTA.CO.ID – Direktorat Tidak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menemukan kasus kejahatan perjudian online dan pornografi.

Polisi menyatakan bahwa para tersangka dalam kasus ini merupakan jaringan internasional.

Baca Juga: Selebgram Tulungagung Jadi Tersangka Endorse Judi Online, Benarkah Tidak Ditahan?

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para pelaku bagian dari sindikat bandar judi internasional yang dipimpin oleh warga negara Taiwan berinisial K,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/7).

Dalam keterangan Djuhandani, ia mengungkap bahwa K datang ke Indonesia untuk mengoperasikan bisnis ilegal perjudian online dan merekrut warga negara Indonesia (WNI) untuk menjalankan bisnis terlarangnya ini.

Baca Juga :  Pria di Jakut ditangkap Polisi Usai Pacar jadi Korban Pemerkosaan Hamil dan Melahirkan, Kok Bisa?

“Kemudian yang datang ke Indonesia dan melakukan praktik judi online,” ucap Djuhandhani.

Baca Juga: Heboh! Jukir di Medan Main Judi Online Pakai E-Parking, Begini Kata Bobby Nasution

Sindikat ini memiliki server di Taiwan dan beralamatkan kantor di Karawaci, Tangerang, yang juga merupakan tempat kegiatan operasional mereka dilakukan.

Praktik perjudian online ini sudah berlangsung sejak Desember 2023 hingga April 2024.

Selama penyidikan, tim penyidik telah menetapkan 8 orang sebagai tersangka, yaitu CCW, SM, WAN, KA, AIH, NH, DT, dan ST. Penggerebekan dilakukan di 6 provinsi, yaitu Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Sulawesi Selatan.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan/atau Pasal 45 ayat 1 dan 3 jo 27 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Baca Juga :  Tidak Terganggu Masalah Kejiwaan, Siskaeee Tetap Diperiksa

Ancaman hukuman maksimal adalah 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 10 miliar.

 

Djuhandhani juga mengungkap bahwa perputaran uang pada kasus judi online melalui aplikasi streaming mencapai Rp 500 miliar. Polisi menemukan dua situs judi online terkait kasus ini, yaitu Hot51 dan 82Gaming.

“Dari pengungkapan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Polri ditemukan dua situs judi online, yaitu Hot51 dan 82Gaming. Di mana situs-situs tersebut selalu mengubah domainnya dengan bertujuan menyamarkan konten judi pada situs-situs tersebut,” katanya.

Berita Terkait

Viral Data Import Produk dari Israel ke Indonesia , Ternyata Sempat Meningkat Tajam
Zenmaarif Menuliskan Caption yang Isinya Klarifikasi Terkait Pertemuan dengan Presiden Israel
Viral Potongan Video Azriel Hermansyah yant Memberi Bungga ke Krisdayanti Lebih Dulu Saat Wisuda
Siapkan Jurnalis Berkualitas, Sugiri Sancoko Buat Pelatihan
Laporkan Kasus Pemerkosaan, Gadis SMA diduga jadi Korban Pencabulan Oknum Polisi
Tragis! Pria Misterius Tewas di Bantargebang
KPK Kembali Geledah Balai Kota Semarang, Ini Lokasinya!
Lapak Pondok Pinang Kebakaran, 19 Damkar Dikerahkan

Berita Terkait

Friday, 19 July 2024 - 21:59 WIB

Viral Data Import Produk dari Israel ke Indonesia , Ternyata Sempat Meningkat Tajam

Friday, 19 July 2024 - 21:55 WIB

Zenmaarif Menuliskan Caption yang Isinya Klarifikasi Terkait Pertemuan dengan Presiden Israel

Friday, 19 July 2024 - 21:51 WIB

Viral Potongan Video Azriel Hermansyah yant Memberi Bungga ke Krisdayanti Lebih Dulu Saat Wisuda

Friday, 19 July 2024 - 11:01 WIB

Siapkan Jurnalis Berkualitas, Sugiri Sancoko Buat Pelatihan

Thursday, 18 July 2024 - 17:22 WIB

Laporkan Kasus Pemerkosaan, Gadis SMA diduga jadi Korban Pencabulan Oknum Polisi

Berita Terbaru

Lifestyle

Apa Penyebab Selalu Memikirkan Seseorang?

Friday, 19 Jul 2024 - 21:32 WIB

Pendidikan

Apa yang Dimaksud dengan Pendidikan Inklusif?

Friday, 19 Jul 2024 - 20:33 WIB