Pemberian Alat Kontrasepsi untuk Remaja Jadi Kontroversi, Begini Kata Guru BK

- Redaksi

Thursday, 8 August 2024 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Contoh alat kontrasepsi yang sering digunakan (Dok. Ist)

Contoh alat kontrasepsi yang sering digunakan (Dok. Ist)

 

SwaraWarta.co.id Presiden Joko Widodo baru-baru ini menandatangani Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2024, yang mengatur pemberian alat kontrasepsi kepada siswa dan remaja.

Aturan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Heboh Soal Penyediaan Alat Kontrasepsi Bagi Pelajar , Kemenkes: untuk Remaja yang Sudah Menikah

Dalam Peraturan Pemerintah ini, tercantum bahwa anak usia sekolah dan remaja harus mendapatkan pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Ini mencakup pengetahuan mengenai sistem dan fungsi reproduksi, serta perilaku seksual berisiko dan akibatnya.

Selain itu, mereka juga diajarkan pentingnya keluarga berencana dan cara melindungi diri dari hubungan seksual atau menolak ajakan tersebut.

Baca Juga :  Jenazah Bugil Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Sumenep, Jenis Kelamin Belum Diketahui

Edukasi ini bisa dilakukan melalui bahan ajar di sekolah atau kegiatan lain di luar sekolah.

Selain itu, pasal 103 ayat 4 mengatur mengenai pelayanan kontrasepsi, yang meliputi deteksi dini penyakit, pengobatan, rehabilitasi, konseling, dan penyediaan alat kontrasepsi.

Namun, kebijakan ini menuai kontroversi. Beberapa pihak, seperti anggota DPR RI Netty Prasetiyani, mengkhawatirkan bahwa pemberian alat kontrasepsi kepada remaja bisa disalahartikan sebagai pembolehan hubungan seksual di luar pernikahan.

“Aneh kalau anak usia sekolah dan remaja mau dibekali alat kontrasepsi. Apakah dimaksudkan untuk memfasilitasi hubungan seksual di luar pernikahan?” ujar Netty pada Minggu (4/8).

“Kebijakan pembagian alat kontrasepsi itu akan menjadi sangat aneh jika kemudian para pelajar tidak dikenalkan dengan pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Jika tiba-tiba dibagikan (kontrasepsi) bisa saja akan jadi salah paham,” katanya.

Baca Juga :  Badan Gizi Nasional Buka 33.378 Formasi PPPK 2025 untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, Guru BK SMK PGRI 1 Ponorogo yakni Aris Prabowo mengungkapkan bahwa undang-undang tersebut memang dibutuhkan oleh anak-anak remaja agar terhindar dari buatan seks.

“Kalo menurut saya sebenarnya setuju tapi kurang setuju dengan UU tersebut. setujunya karena memang mengatur tentang edusex ya yang saat ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh anak-anak remaja supaya terhindar dari perbuatan seks di luar nikah,” Ungkap Aris pada Kamis, (8/8)

“Tapi di satu sisi ada ketidak setujuan terkait kalimat pembagian alat kontrasepsi bagi remaja, karena ini sangat membingungkan,” Imbuhnya

Lebih lanjut, Aris mengungkapkan bahwa alat kontrasepsi tidak mungkin diberikan pada usia remaja.

“Alat kontrasepsi kan alat pencegah kehamilan dan biasanya diperuntukan bagi suami istri. Sedangkan usia remaja sekolah kan tidak mungkin mendapatkan itu, sehingga kalimatnya jadi kontradiktif,” Tambahnya.

Baca Juga :  Kenaikan Harga Beras SPHP: Terbaru dan Dampaknya bagi Konsumen

Meksipun tengah menjadi kontraversi, namun Aris memberikan saran agar remaja dapat berhati-hati dalam bergaul.

Baca Juga: Pemprov Jakarta Tindaki Kondom Berserakan di RTH dengan Pasangi CCTV

“Kalo untuk saran, lebih berhati hati dalam bergaul ya. Pilih pergaulan yang positif, yang bisa membantu kalian para remaja mengembangkan bakat mina,” Pungkasnya.

Berita Terkait

CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!
Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti
Kenapa Aceh Ingin Merdeka? Ini Alasan Sejarah dan Faktor di Baliknya!
Apakah Ada Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Fakta Sebenarnya!
24 Agustus 2026 Apakah Cuti Bersama? Ini Jawaban Resmi dari Pemerintah
Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!
Cek Fakta Terbaru: Apakah Rhoma Irama Meninggal Dunia atau Hanya Hoaks?
Cara Daftar Sekolah Kedinasan 2026: Langkah Lengkap, Syarat, dan Tips Lolos Seleksi

Berita Terkait

Wednesday, 19 August 2026 - 17:30 WIB

CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!

Wednesday, 19 August 2026 - 11:11 WIB

Guru PPPK Jadi PNS: Jalan Terang Menuju Status ASN yang Lebih Pasti

Tuesday, 18 August 2026 - 10:25 WIB

Apakah Ada Demo Hari Ini di Jakarta? Simak Fakta Sebenarnya!

Tuesday, 18 August 2026 - 10:12 WIB

24 Agustus 2026 Apakah Cuti Bersama? Ini Jawaban Resmi dari Pemerintah

Monday, 17 August 2026 - 13:13 WIB

Kenapa Upacara tidak di IKN? Simak Begini Alasannya!

Berita Terbaru

CPNS 2026 Diundur

Berita

CPNS 2026 Diundur: Begini Kata Menteri PANRB!

Wednesday, 19 Aug 2026 - 17:30 WIB