Manusia Terbaik di Dunia Menurut Pandangan Islam: Teladan Mulia Sepanjang Masa

- Redaksi

Friday, 6 September 2024 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manusia Terbaik di Dunia Menurut Pandangan Islam (Dok. Ist)

Manusia Terbaik di Dunia Menurut Pandangan Islam (Dok. Ist)

SwaraWarta.co.id – Dalam pandangan Islam, manusia terbaik yang pernah ada adalah mereka yang membawa cahaya kebenaran dan teladan mulia bagi umat manusia.

Definisi “terbaik” ini tidak hanya ditentukan oleh prestasi duniawi, tetapi oleh kesempurnaan karakter, kedalaman iman, dan pengabdian kepada Allah SWT.

Berdasarkan ajaran Al-Qur’an dan Hadis, sosok terbaik yang diakui dalam Islam adalah Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Artikel ini akan membahas mengapa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai manusia terbaik dan bagaimana ajaran serta tindakannya menjadi teladan bagi umat Muslim hingga kini.

Pengertian “Manusia Terbaik” dalam Islam

Dalam Islam, istilah “manusia terbaik” merujuk pada individu yang memiliki akhlak mulia, menjalankan perintah Allah SWT, dan menjadi contoh bagi umat manusia.

Manusia terbaik ini bukan hanya dinilai dari kecerdasannya atau prestasi fisik, melainkan dari keutamaan spiritual, etika, serta kontribusinya dalam memajukan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.

Baca Juga :  Benarkah Pergaulan Sosial di Era Modern pada Saat Ini Sangat Berpengaruh pada Akhlak, Etika dan Moral Manusia? Cek Faktanya

Al-Qur’an mengajarkan bahwa derajat seseorang di sisi Allah SWT diukur dari ketakwaan, bukan dari kekayaan atau status sosial (QS. Al-Hujurat [49]:13).

Nabi Muhammad SAW memenuhi seluruh kriteria ini. Beliau dikenal sebagai “uswatun hasanah” atau teladan yang baik, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Ahzab [33]:21).

Sebagai rasul terakhir, segala perbuatan dan perkataan beliau menjadi acuan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAW: Sosok Teladan Utama

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tahun 570 M di Mekkah dan diangkat sebagai nabi pada usia 40 tahun.

Selama hidupnya, beliau dikenal dengan sifat-sifat mulia seperti siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas).

Baca Juga :  Mengapa Pemisahan Antara Budaya Tinggi dan Budaya Populer Tidak Lagi Relevan dalam Masyarakat Modern

Sifat-sifat ini menjadikan beliau sebagai pemimpin yang dicintai dan dihormati, baik oleh pengikutnya maupun oleh orang-orang yang awalnya memusuhinya.

Keutamaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya diakui oleh umat Muslim. Banyak sejarawan non-Muslim juga mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang tokoh besar dalam sejarah dunia.

Salah satu contohnya adalah Michael H. Hart dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, yang menempatkan Nabi Muhammad di posisi pertama sebagai sosok yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Mengapa Nabi Muhammad SAW Dianggap Manusia Terbaik?

Ada beberapa alasan mengapa Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai manusia terbaik dalam Islam. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Akhlak yang Mulia

Nabi Muhammad SAW memiliki akhlak yang tak tertandingi. Allah SWT bahkan memuji akhlak beliau dalam Al-Qur’an,

Baca Juga :  PAK HADI Akan Menjelaskan Materi Mengenai Luas Daerah Bangun Datar Lingkaran, Agar Siswa Dapat Memahami Konsep Yang Akan Dipelajari

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS. Al-Qalam [68]:4).

2. Pemimpin yang Adil dan Bijaksana

Sebagai pemimpin umat, Nabi Muhammad SAW selalu mengambil keputusan yang adil dan bijaksana.

Beliau tidak hanya memimpin dalam urusan agama, tetapi juga dalam politik, militer, dan sosial. Ketika beliau membentuk negara Islam di Madinah, beliau menegakkan hukum dengan keadilan yang merata, tanpa memandang suku, ras, atau agama.

3. Pembawa Risalah Islam

Nabi Muhammad SAW adalah pembawa risalah terakhir dari Allah SWT. Melalui Al-Qur’an dan Hadis, beliau membawa ajaran yang sempurna dan berlaku untuk semua umat manusia, tidak terbatas oleh waktu dan tempat.

Ajaran-ajaran yang dibawanya menuntun umat manusia kepada jalan kebenaran dan kebahagiaan dunia akhirat.

Berita Terkait

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!
Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!
Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan
Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara
Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!
Apa Perbedaan Imlek dan Natal: Dari Tradisi hingga Makna Spiritual
Apa Arti Keku-Keku? Mengenal Istilah Unik yang Tengah Populer
Mengenal 3 Sandi Pramuka yang Paling Sering Digunakan

Berita Terkait

Thursday, 1 January 2026 - 16:33 WIB

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Wednesday, 31 December 2025 - 08:00 WIB

Mengapa Kita Perlu Mempelajari Teori Belajar dalam Mengajarkan Matematika? Simak Pembahasannya!

Tuesday, 30 December 2025 - 13:46 WIB

Mengenal Pesantren Assalafiyah: Kearifan Lokal dan Kemodernan

Wednesday, 24 December 2025 - 10:11 WIB

Kenapa Harus Kembang Api? Mengungkap Sejarah dan Tradisi Unik Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara

Wednesday, 24 December 2025 - 09:45 WIB

Cara Melihat Nilai TKA Secara Mandiri dengan Mudah, Simak Langkah-langkahnya!

Berita Terbaru

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat?

Pendidikan

Apakah Ciri dan Elemen Puisi Rakyat? Simak Pembahasannya!

Thursday, 1 Jan 2026 - 16:33 WIB