Bagaimana TikTok Mengubah Cara Gen Z Berbelanja Online?

- Redaksi

Saturday, 2 November 2024 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TikTok di Ambang Penutupan di AS

TikTok di Ambang Penutupan di AS

SwaraWarta.co.id – TikTok bukan hanya platform hiburan bagi Gen Z, tetapi telah menjadi salah satu kanal utama yang memengaruhi cara mereka berbelanja online.

Dengan konten yang interaktif, trend-driven, dan mudah diakses, TikTok mengubah cara Gen Z menemukan dan membeli produk secara online.

Aplikasi ini telah membawa kebiasaan belanja yang berbeda dari generasi sebelumnya, yang kini semakin mengutamakan rekomendasi sosial dan pengalaman yang autentik.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Social Proof Melalui Review dan Rekomendasi

Salah satu cara utama TikTok memengaruhi kebiasaan belanja Gen Z adalah melalui konten ulasan produk oleh pengguna atau influencer.

Review langsung dari pengguna yang tampak autentik ini memberikan social proof, yang membuat calon pembeli merasa lebih percaya diri untuk membeli produk tersebut.

Baca Juga :  Kolaborasi Menteri PKP dengan Lima Konglomerat Indonesia Wujudkan Program 3 Juta Rumah Prabowo

Bagi Gen Z, rekomendasi dari orang-orang yang dianggap mirip atau relevan dengan mereka lebih berharga daripada iklan tradisional.

Ulasan yang seringkali menampilkan hasil sebelum dan sesudah, atau video tutorial singkat, memberi kepercayaan ekstra terhadap produk yang ditawarkan.

2. Algoritma yang Cerdas untuk Menemukan Produk Baru

TikTok menggunakan algoritma yang cerdas untuk mengidentifikasi minat pengguna dan menampilkan konten yang relevan di beranda mereka.

Algoritma ini membantu pengguna menemukan produk baru yang sesuai dengan preferensi mereka, bahkan ketika mereka tidak sedang mencari produk tersebut secara langsung.

Hal ini membuat Gen Z lebih sering terpapar produk dan layanan baru yang mungkin tidak pernah mereka cari di platform belanja tradisional. Sebagai hasilnya, belanja online menjadi lebih spontan, menyenangkan, dan penuh kejutan.

Baca Juga :  Hal Apalagi yang Bisa Dilakukan Oleh Teknologi Google Lens?

3. Tren dan Challenges yang Menginspirasi Pembelian

Tren TikTok seperti #TikTokMadeMeBuyIt atau #UnboxingChallenge sering kali menginspirasi pembelian impulsif.

Ketika sebuah produk menjadi viral di TikTok, Gen Z tertarik untuk ikut mencoba karena merasa menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar.

Produk-produk yang muncul di video viral biasanya laku keras dalam waktu singkat, dan sering kali perusahaan berusaha memanfaatkan momen ini dengan segera menyediakan produk tersebut di platform e-commerce.

Ini menciptakan siklus cepat antara viralitas konten dan perilaku belanja yang impulsif.

4. Konten yang Menyenangkan untuk Pengalaman Berbelanja

Dibandingkan dengan platform belanja lainnya, TikTok menawarkan pengalaman yang lebih ringan dan menyenangkan.

Konten seperti tutorial, life hacks, hingga rekomendasi fashion menjadikan pengalaman belanja terasa lebih kasual.

Baca Juga :  Cara Menonaktifkan Riwayat Kunjungan Profil di TikTok: Jaga Privasi Akun Anda

Gen Z tidak hanya membeli produk karena fungsinya, tetapi juga karena pengalaman yang menyenangkan saat menonton dan berinteraksi dengan konten di TikTok. Hal ini menjadikan TikTok sebagai platform unik yang berhasil menyatukan hiburan dan e-commerce dengan cara yang inovatif.

TikTok telah menjadi katalis bagi perubahan besar dalam perilaku belanja Gen Z. Melalui pendekatan konten yang menghibur, rekomendasi autentik, dan kekuatan komunitas, platform ini berhasil mengubah cara Gen Z memilih dan membeli produk.

Pengalaman belanja tidak lagi hanya tentang mendapatkan produk, tetapi juga tentang menjadi bagian dari tren dan komunitas yang lebih besar.

TikTok telah menciptakan pendekatan baru dalam e-commerce yang tidak hanya relevan, tetapi juga disesuaikan dengan karakter dan preferensi generasi muda ini.

 

Berita Terkait

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI
Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!
Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
Cara Mendapatkan CIF Pegadaian untuk Transaksi Digital dengan Mudah
4 Cara Mendapatkan Avatar Gratis di Roblox: Tampil Keren Tanpa Robux!
Pusat Ikatan Bidan Indonesia: Pilar Penguatan Profesi dan Pelayanan Kebidanan Nasional
Status BLT Kesra 2026: Lanjut atau Berhenti? Ini Penjelasan Resmi
Panduan Lengkap! Cara Daftar PPPK Kemenkumham 2026: Syarat, Formasi, dan Cara Pendaftaran

Berita Terkait

Thursday, 8 January 2026 - 14:31 WIB

Nikah Siri dan Poligami dalam KUHP Baru: Antara Hukum Pidana dan Kritik MUI

Thursday, 8 January 2026 - 10:57 WIB

Dokter Richard Lee Jadi Tersangka Kasus Apa? Simak Fakta yang Sebenarnya!

Wednesday, 7 January 2026 - 14:07 WIB

Cara Buat SKCK Secara Online 2026: Panduan Lengkap dan Mudah

Wednesday, 7 January 2026 - 09:00 WIB

Cara Mendapatkan CIF Pegadaian untuk Transaksi Digital dengan Mudah

Wednesday, 7 January 2026 - 08:00 WIB

4 Cara Mendapatkan Avatar Gratis di Roblox: Tampil Keren Tanpa Robux!

Berita Terbaru

Langkah-Langkah Cara Tebus Right Issue INET

Ekonomi

Cara Tebus Right Issue INET: Langkah Mudah bagi Investor!

Thursday, 8 Jan 2026 - 14:21 WIB

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Film

Doraemon Resmi Berhenti Tayang di RCTI Setelah 35 Tahun

Thursday, 8 Jan 2026 - 10:42 WIB