Gejala dan Pencegahan HIV secara Umum

- Redaksi

Saturday, 2 November 2024 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

pexels.com @Anna Shvets

Swarawarta.co.id – HIV merupakan sebuah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh. Apabila HIV tidak diatasi dengan benar akan berkembang menjadi AIDS. Apabila sudah mengalami AIDS, maka virus ini sudah sulit untuk diatasi. Bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Faktor Resiko HIV/AIDS

Biasanya virus ini akan menular melalui alat kelamin dan juga darah. Sehingga, Anda harus selektif saat melakukan transfusi darah. Terlebih virus ini cepat berkembang, dan bisa merusak jaringan tubuh. Berikut beberapa faktor resiko HIV/ AIDS, yakni:

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Seks bebas
  • Menggunakan jarum suntik yang telah digunakan oleh orang lain
  • Transfusi darah dari penderita HIV/AIDS
Baca Juga :  Manfaat Sewa Virtual Office Jakarta untuk Bisnis Skala Kecil dan Menengah

Gejala HIV/AIDS Mulai Dari Stadium Awal Hingga Akhir

Karena virus ini membahayakan tubuh, maka Anda harus mengenali gejala HIV. Mengingat angka HIV semakin meningkat setiap tahunnya. Setiap gejala yang timbul berbeda-beda, sehingga banyak orang yang kesulitan membedakannya. Berikut beberapa gejala HIV/AIDS, yakni:

1. Stadium Satu

Fase ini seringkali disebut sebagai infeksi HIV, sebab gejala yang timbul tidak terasa. Saat berada pada fase ini, maka HIV tidak bisa dikatakan sebagai AIDS. Sebab kondisi ini terjadi tanpa gejala yang jelas. Biasanya penderita akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening pada bagian tubuh tertentu seperti ketiak, leher dan lipatan paha. Saat mengalami kondisi ini, penderita seperti terlihat normal.

Baca Juga :  Menghadapi Cuaca Ekstrem,BMKG Memperkirakan Musim Penghujan Mulai November

2. Stadium Dua

Apabila sudah memasuki stadium dua, biasanya gejala yang timbul sudah mulai terasa. Bahkan penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastis. Penderita juga akan mengalami permasalahan pada sistem pernapasan. Bahkan penderita akan mengalami radang pada bagian mulut dan stomatitis.

3. Stadium Tiga

Pada saat penderita sudah memasuki stadium 3, maka HIV sudah bisa dikatakan sebagai AIDS. Bahkan gejala yang timbul lebih parah daripada stadium 2. Umumnya penderita akan mengalami diare kronis yang berlangsung selama 1 bulan. Selain itu, penderita juga akan mengalami demam. Bahkan akan muncul beberapa gejala lainnya, yang membuat kesehatan tubuh menurun.

4. Stadium 4

Fase ini merupakan tingkat akhir HIV/ AIDS. Apabila memasuki fase ini, penderita akan sulit untuk diobati. Bahkan pada beberapa kasus, banyak penderita yang meninggal saat memasuki stadium 4 atau bahkan sebelumnya. Sebab gejala yang timbul pada fase ini lebih banyak daripada fase ini. Terlebih kesadaran penderita akan berkurang.

Baca Juga :  Menteri Luar Negeri Hakan Fidan Tegaskan Perjuangan Melawan FETÖ Akan Terus Berlanjut Meski Pimpinan Meninggal Dunia

Beberapa fase tersebut seringkali diabaikan oleh penderita HIV. Padahal penyakit ini membahayakan kesehatan tubuh dan mengancam nyawa. Oleh karena itu, Anda harus mencegah HIV AIDS dengan tidak berganti-ganti pasangan seks, tidak menggunakan jarum suntik bekas orang lain, serta tidak melakukan transfusi darah secara sembarangan.

Pewarta: Dwi Synta
Editor: Galih Sandy
COPYRIGHT © Swarawarta
Sumber : berbagai sumber

Berita Terkait

Duh, Si Kecil Reog Terus? Ini Cara Mengatasi Bayi yang Sering Menangis di Malam Hari
Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!
Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook
Berapa Lama Perbaikan Kondisi Hirsutisme Mulai Terlihat Setelah Konsumsi Elzsa? Simak Estimasinya!
Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!
Nasib Guru Honorer Masih Belum Jelas: Antara Harapan dan Kenyataan Regulasi
Mengenal Apa Itu Hantavirus? Ancaman Tersembunyi di Balik Debu dan Hewan Pengerat!
Mulai 1 Januari 2027, Guru Honorer atau Non-ASN Dilarang Mengajar di Sekolah Negeri

Berita Terkait

Friday, 15 May 2026 - 11:33 WIB

Duh, Si Kecil Reog Terus? Ini Cara Mengatasi Bayi yang Sering Menangis di Malam Hari

Thursday, 14 May 2026 - 11:24 WIB

Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun: Alarm atau Masih Aman? Ini Faktanya!

Wednesday, 13 May 2026 - 07:57 WIB

Nadiem Makarim Sakit Apa? Fakta Fistula Perianal, Operasi 13 Mei, dan Dampaknya ke Sidang Korupsi Chromebook

Tuesday, 12 May 2026 - 14:03 WIB

Berapa Lama Perbaikan Kondisi Hirsutisme Mulai Terlihat Setelah Konsumsi Elzsa? Simak Estimasinya!

Tuesday, 12 May 2026 - 13:42 WIB

Apakah Benar 2026 Tidak Ada Lagi Honorer? Simak Update Terbarunya!

Berita Terbaru